Alhamdulillah...semoga bermanfaat
Tapi ini bukan tulisan saya pribadi...melainkan tulisan ust. Wahfiudin yg ada 
di www.qalbu.net

salam,
hendra


  ----- Original Message ----- 
  From: Irfansyah K.P 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 14, 2008 12:14 PM
  Subject: RE: [tqn] Pengertian Dzikir



  Dh




  Wah artikelnya bagus sekali pak hendra..



  Moga - moga bermanfaat bagi teman - teman yang lain.







  Salam

  Irfansyah 




------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hendra Yudha
  Sent: Thursday, August 14, 2008 11:22 AM
  To: [email protected]
  Subject: [tqn] Pengertian Dzikir



  Assalamu'alaykum Wr. Wb.

  Source: 
http://www.qalbu.net/content.php?subaction=showfull&id=1199984460&archive=&start_from=&ucat=1

  Dzikir berasal dari kata dzakara yang bisa bermakna:

    a.. menyebut-nyebut (dengan mulut); atau 
    b.. mengingat, mengenang, merasakan, menghayati (dengan qalbu). 
  Dzikir Jahri (nyata) dan Dzikir Sirri (rahasia)

  "Dan rahasiakanlah (sirri) perkataanmu atau nyatakanlah (jahri); sesungguhnya 
Dia Maha Mengetahui apa yang bergejolak di dalam dada"
  (QS. 67:13)

  Dzikir Jahri dilakukan mulut dengan menyebut-nyebut bacaan (lafazh):

    a.. Istighfar 
    b.. Tasbih 
    c.. Tahmid 
    d.. Tahlil 
    e.. Takbir 
    f.. dan lain-lain ayat al-Qur'an atau wirid 
  Karenanya Dzikir Jahri nyata terdengar suaranya dan nyata terlihat getar 
bibir mengucapkannya. Bila dilakukan berjamaah suara Dzikir Jahri kadang 
menggemuruh menimbulkan rasa mencengkam dan rendah di hadapan Allah.

  Sesungguhnya bergemuruhnya suara orang berdzikir saat usai shalat fardhu 
betul-betul terjadi di masa Rasulullah s.a.w. Aku dapat mengetahui orang sudah 
usai shalat (berjamaah di masjid Nabi) ketika kudengar suara dzikir itu.
  (H.S. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad).

  Dzikir Sirri tidak menggunakan mulut, melainkan dzawq (perasaan) dan syu`ûr 
(kesadaran) yang ada di dalam qalbu. Karenanya dzikir ini menjadi tersamar 
(khafiy) dan hanya pelaku serta Allah s.w.t. saja yang dapat mengetahuinya.

  Dalam Dzikir Sirri orang mengingat Allah, merasakan kehadiran Allah, 
menyadari keberadaan Allah. Di dalam qalbunya tumbuh rasa cinta, rasa rindu 
kepada Allah, rasa dekat, bersahabat, seakan melihat Allah. Itulah ihsân, 
dimana dalam ibadahmu kamu merasa melihat Allah, atau setidaknya merasa sedang 
dilihat oleh Allah s.w.t. Inilah dzikir yang hakiki, sebab hubungan manusia 
dengan Allah swt tidak terjadi dengan tubuh jasmaninya melainkan dengan 
qalbunya.

  "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berhubungan dengan manusia melalui 
qalbunya".
  (QS. 8:24)

  Saat melakukan dzikir sirri orang mengaktifkan qalbunya mengingat Allah 
sehingga dirinya on-line (tersambung, wushûl) dengan Allah. Saat itulah terjadi 
penyerapan nûr ilâhi (divine light) kedalam qalbu sehingga terjadi proses 
pencerahan (enlightenment).

  Nur ilahi yang menembus qalbu akan terpantulkan ke otak yang menjadi pusat 
kendali tubuh manusia. Mekanisme biokimia dan bioelektrik pada sel-sel otak 
akan dikendalikan oleh nur ilahi sehingga menimbulkan gelombang-gelombang alpha 
yang menenteramkan saraf, membangkitkan kreatifitas sekaligus rasa cinta ke 
sekujur tubuh; menepis rasa takut dan cemas; mengganti kekecewaan dengan 
harapan, kemarahan dengan kedamaian, malas dengan semangat.

  Tersingkaplah tirai kebodohan (kasysyâf), terbukalah wawasan baru, hadir di 
hadapan taman kehidupan taqwa yang penuh pelangi mahabbah diharumi semerbak 
ridha ilahi. 

  Nûr ilâhi mengandung:

    a.. Enerji Maghfirah, yang membakar hangus dosa-dosa di qalbu, menepis 
sesal, menjungkal kecewa dan malas. 
    b.. Enerji Himmah, kemauan kuat yang mendorong orang bekerja keras (work 
hard) penuh semangat. 
    c.. Enerji Hidâyah, petunjuk dan inspirasi kreatif yang mendorong orang 
bekerja dengan cerdas (work smart). 
    d.. Enerji Rahmah, enerji cinta yang mendorong orang bekerja bersama dengan 
dengan tulus ikhlas (work heart) tanpa pamrih, terbebas dari nista moral. 
    e.. Enerji Barâkah, semangat kemulian dan harga diri, kemantapan pribadi 
yang tangguh mengendalikan hawa nafsu dan godaan iblis. 
  Maka jangan puas hanya dengan dzikir mulut, tembuskan dzikir kedalam qalbu, 
getarkan qalbu dengan rasa rindu kepada Allah, getaran yang juga menggoncang 
sel-sel kelenjar hormon untuk aktif menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh. 
Hormon adalah pengendali metabolisme tubuh. Dengan dzikir sirri metabolisme 
akan berjalan lancar alamiah menimbulkan kehangatan dan daya tahan tubuh 
(immune) terhadap berbagai penyakit.

  Hidupkan Qalbu dengan Dzikir Sirri

  Wassalam



   

Kirim email ke