Assalamu'alaikum,

Bismillahirrahmanirrahim,

Semakin gencar dan kerasnya serangan kaum lain terhadap kaum tarekat 
dengan mengatakan ahli bid'ah sesat dan sebagainya dengan dalil2 yang 
shahih, melalui buku2, situs2 internet, milis dan email di 
perusahaan2.

Hati yang telah 'khusuk' sedikit banyaknya mulai terganggu oleh 
segala dalil yang mematahkan keyakinan kebenaran ajaran tarekat.

Kalau kita balas dengan dalil2 hadist misalnya, mereka akan 
mengatakan itu hadist dha'if...itu hadist palsu...
Kalau kita balas dengan dalil2 Qur'an, apakah yang kita sampaikan 
tepat dan mengena kepada akal mereka.

Bagaimana sikap kita?

Memang benar Bid'ah! bagi mereka yang tidak mempunyai tuntunan hidup, 
tidak punya panutan hidup, tidak punya mursyid hidup, tidak punya Al-
Ulama warisatul anbiyya yang hidup.
Mereka hanya berpedoman dari para ulama terdahulu yang sudah mati, 
maka tuntunan dari pewaris nabi pun terputus.

Maka berbahagialah! bersyukurlah! berbanggalah! sebagai kaum tarekat 
yang telah memiliki seorang muryid yang HAQ. Laa Tahzan! Jangan 
bersedih! Sesungguhnya para kekasih Allah tiada bimbang tiada ragu 
tiada pula bersedih.

Bertebaranlah...membaurlah dimuka bumi ini dengan membawa jiwa 
tarekat. Jadikanlah dirimu laksana kerang yang memiliki mutiara di 
lautan luas, walau tersembunyi tidak akan berubah sedikitpun nilai 
yang kau miliki.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita kejalan-Nya, Ihdinasyirathal 
mustaqim, shirathal-lazina an-amta 'alaihim. Yaitu kepada jalan yang 
lurus, jalan yang di ridha'i, bukan jalan yang di murkai. Aamiin.

Alhamdulillahirrabbil'aalamiin.

Wassalam.

Iman Prasojo

--- In [email protected], arief ludiantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> JANGAN MENGELUH DAN BERSABARLAH 
> Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ar-Rabbani
> Fenton, Michigan, 16 September, 2008  
>   
> 
> Bismillah hirRohmaanir Rohim
>   
> Saat ini jika kalian menganggap bahwa dirimu adalah
> seorang murid dari Mawlana Shaykh Nazim qs, atau murid
> dari tariqah lain, maka mereka harus mengetahui bahwa
> mengeluh atau keberatan pada ketetapan atau kehendak
> Allah swt sangatlah tidak bisa diterima. Apapun yang
> Allah swt kirimkan untukmu, atau apapun yang Allah swt
> telah tuliskan, maka kami melihat semua  itu  berasal
> dari Nuzul al-Aqdaar, yaitu dari  manifestasi apapun
> yang Allah swt miliki.
> 
> Dengan KebijaksanaanNya, ketika daerah kalian terkena
> bencana, angin topan, atau kalian memiliki masalah
> atau kesulitan yang besar, maka apapun yang kalian
> hadapi dalam kehidupan kalian, maka janganlah
> mengeluh. Jika kalian menganggap bahwa diri kalian
> seorang murid tariqah sufi maka jangan keberatan dan
> berkata, "Kenapa ini terjadi" dalam bahsa arab "Lima
> La", Mengapa begini dan kenapa tidak begitu? Kenapa
> bukan yang lainnya.
>  
> Shaykh Abdullah Fa'iz qs (alm)  selalu menegaskan
> bahwa tidak ada kata " Mengapa?" " "Why" "Lima la".
> Dalam tariqah. Tidak ada  "kenapa" dan tidak ada
> "kenapa tidak" Ini adalah pendapatmu. Jika kalian
> memasuki tariqah, maka pendapatmu hanya untuk dirimu
> sendiri. Kalian jangan membiarkan Ego kalian
> mengeluarkan pendapatnya sendiri,dan tidak akan pernah
> sama pendapat Ego dgn pendapat Shaykh atau Guru
> kalian, karena selalu akan bertentangan. 
> 
> Dan Grandshaykh Abdullah qs berkata,"Selama kalian
> berada dijalan tariqah, kalian jangan merasa
> keberatan, karena semua itu sudah ditetapkan." Seperti
> halnya sebuah jam alarm, ketika kalian mengaturnya
> pada jam tertentu untuk berbunyi dan kemudian jam yang
> ditentukan tiba, maka alarm itu berbunyi. Maka ketika
> kalian keberatan, malas untuk bangun dan siaga,
> "Alarm! Alarm! Alarm! Jika kalian tidak peduli pada
> peringatan tsb, maka kalian akan jatuh pada lubang
> yang dalam, selokan yang dalam.
>  
> Masalah Pertama adalah "keberatan akan kehendak yang
> akan terjadi padamu". Keberatan pertama ini yaitu
> kalian keberatan akan pemahaman agama Islam, hal ini
> akan segera menandakan dari "Maut ad-Deen" – "Kematian
> akan Keyakinan Agama". Maka dengan segera kalian
> menghancurkan keyakinanmu. 
> 
> Kalian tahu Hukum Syariah, dalam agama ada 3
> Tingkatan, Tingkat Pertama adalah Lima Pilar Rukun
> Islam, Tingkat Kedua adalah al-Iman; dan ketiga adalah
> level yg tertinggi yaitu Maqam al–Ihsan. 
>    
> Jadi ketika kalian keberatan atas apa yang Allah swt
> telah kirimkan padamu maka kalian membunuh agamamu dan
> itulah tanda dari kematian agamamu, karena hal itu
> membunuh agamamu. Itulah sebabnya dalam tariqah tidak
> ada kata "Mengapa ?" dan tidak ada "Mengapa Tidak?"
> Tiidak ada kata  "La Lima La."
>  
> Jika kalian ingin membuat suatu keputusan dan kalian
> ingin memberikan suatu jalan pada sebuah keberatan
> pada apa yang Allah dan Nabi-Nya inginkan maka itulah
> tanda dari Maut ad-Deen, Kematian dari Keyakinanmu,
> menyebabkan kematian dari keyakinan akan keMaha Esa-an
> Nya. Artinya kalian menempatkan diri kalian berada
> sejajar dengan Tuhan kalian: " Kalian berkata ini dan
> aku berkata itu; apa yg kukatakan lebih baik dari apa
> yg kalian katakan." Lalu apa yang terjadi? Kalian
> berusaha membuat suatu kemitraan.kalian berusaha
> membuat identitas diri kalian didalam Kehadirat Allah.
> 
> Disana tidak ada identitas diri dikehadirat Allah,yang
> ada hanya La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah.
> Lalu apa yangg terjadi kemudian ? Ilmu Tawhid, adalah
> melihat tanda ke-Esa-an Allah swt dalam segalanya.
> Jika agama telah mati, tentu saja Tawhid akan hilang.
> Artinya jika kalian berkata "Mengapa", "lima la" maka
> Tawhid akan mati.  Jadi apa yang ingin kalian katakan,
> lima la.khususnya kamu, selalu berkata lima la. 
> 
> Semua dari kita tidak mengatakannya dengan kata-kata
> tetapi degnan perbuatan kita: "lima la" Seperti mereka
> yang sakit dan memiliki dua kepribadian, atau
> menderita schizophrenia- kenapa mereka sakit? Apakah
> kalian tahu? Seperti halnya jika ada mahluk yang duduk
> ditelingamu, jin kecil, kalian tahu mereka menjualnya
> dipasaran. Mereka duduk di telinga dan membisikkan
> pesan : "Kamulah yang terhebat, kamulah yang terbaik!"
> "Lakukan ini! Lakukan itu! Ini adalah sifat dari
> ego.kalian. Mereka mungkin mengatakan padamu "Angkat
> mimbar ini" dan lemparkan. Lalu apa yang mereka
> lakukan? mereka membawa mimbar itu dan melemparkannya.
>  
> Subhanallah mereka memiliki kekuatan. Shaytan
> memberikan mereka energi kekuatan; lalu mereka membawa
> dan melemparkannya.  Kadang mereka datang dengan
> jin,atau tidak perlu dengan jin, karena kalian selalu
> mendengar perintah-perintah itu datang. Seperti ketika
> kalian memiliki radio di dalam mobil, kalian ingin
> mendengar berita, maka kalian menyetel siaran berita
> itu. Yang lainnya menaruh sesuatu yang lain lagi. 
> Jadi mereka yang memiliki dua kutub kepribadian,
> mereka menghidupkan radio, dan dapat mengambil
> sesuatu,lalu mereka berpaling pada perintah lain yang
> datang.dan kesemua dari kita yg ada dalam tariqah,kita
> adalah bipolar atau memiliki dua kutub.jangan pernah
> berfikir kita telah mencapai tingkatan yang tinggi.
> Apalah kita ini? Bipolar. Kita telah memalingkan
> pendengaran kita pada tempat-tempat yang menjadikan
> kita terlalu banyak mengeluh pada apapun juga. 
> 
> Jadi ketika agama mati dan hal ini terjadi atas dirimu
> maka kalian tidak dapat meyakini Tawhid, lalu kalian
> berfikir bahwa kalian adalah yg terbaik. Kalian
> melakukan tawhid pada diri kalian sendiri.  Ketika
> tawhid mati, maka kalian berakhir dengan Maut
> at-Tawakkal. Mati dengan tidak bersandar pada Allah.
> Kalian tidak lagi bersandar pada Allah, karena kalian
> hanya bersandar pada diri kalian sendiri. Itulah
> sebabnya ada kata-kata  tunafis amru nafsika – Apa yg
> ego kalian minta dari kalian?. 
> Jadi pelajaran pertama bagi kita adalah `Jangan
> keberatan' - la ta`tarid."  "al-`itiraad marfud –
> Mengeluh, menolak dan menolak." Jika kalian ingin
> mengeluh, maka kalian akan berakhir dengan membunuh
> agama kalian, membunuh  maqam at-tawhid dan membunuh
> maqam at-tawakkal dan membunuh ketulusan yang ada
> dalam dirimu. Kalian tidak akan lagi tulus, karena
> ketulusan itu tidak akan menolak tapi menerima. 
> 
> Hati orang-orang yang beriman yang tidak pernah
> mengeluh, dia tidak akan pernah tahu dan dia tidak
> akan membiarkan keluhan itu memasuki hatinya,dan
> setiap saat dalam hidupnya, berkata, "kenapa tidak?"
> segalanya dikatakannya, "Ya". Semuanya dijalaninya dan
> segalanya dikatakannya " Allah memiliki kibijaksanaan
> atas ini" dan dia tidak akan mengatakan apapun. 
> 
> Kalian harus tahu, wahai murid-murid dalam tariqah
> atau perwakilan dari tariqah atau apapun kamu yang ada
> di tariqah, bahwa ke akuan dan ego yang ada dalam diri
> kita selalu berperang melawan dirimu, "munaza`a". 
> Sebuah kompetisi, berusaha untuk mengambil apa yang
> harus diambil untuk dirinya sendiri, Ego tidak akan
> membiarkanmu untuk dapat menerima atau patuh. Jadi
> kalian harus berjuang melawan diri kalian
> sendiri.Jangan biarkan Ego berperan atas dirimu.Jika
> kalian ingin memperbaikinya kalian perbaiki, tapi
> bagaimana memperbaikinya? Dengan mujahadah.
> Berusahalah untuk tidak selalu mendengarkan itu.
> Tetaplah dengarkan apa yang Allah inginkan darimu. 
> 
> Jangan dengarkan jin kecil yang membisikanmu untuk
> melakukan ini dan itu, inilah gossip setan yang datang
> ketelinga kalian. Tergantung jika kalian memiliki ego
> yang besar dan setan yg besar, Jika kalian memiliki
> ego yang kecil, lalu kalian akan memiliki jin yg
> kecil. Jika kalian tidak berjuang terus dengan melawan
> Egomu setiap saat,maka kalian tidak akan selamat dari
> kejahatan setan.
>  
> Kulluha sharrun bi sharr. Jangan percaya pada,
> "Seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan." Ego
> kalian adalah seluruh kejahatan yang ada dalam
> kejahatan. Karena tidak ada celah kecil bagi kebaikan
> didalamnya. Ketika kalian mulai untuk memotongnya,
> melawannya, memotongnya, dan perjuangan kalian
> dengannya semakin berkurang, 
> 
> Kalian menyemir hati kalian, menggosoknya hingga nafsu
> kalian menjadi nafs al-mutma'inna – Jiwa yang tenang,
> damai. Hati kalian menjadi Hidup dan kalian menjadi
> muda kembali dan mulai mendengarkan apa-apa yang Allah
> katakan. Jin kecil yang selalu membisikkan ego tadi,
> jika kalian berperang melawannya maka dia akan kabur
> dan tidak akan duduk lagi ditelingamu. 
> 
> Jadi ada diantara kita yang memiliki jin yang kecil
> ataupun jin yang besar. Bila kita memiliki jin yang
> besar. Wahai muridku, "Jangan katakan jin yang kecil
> pada Egomu. Jangan! Karena itu adalah besar. Kulluha
> sharrun fi sharr. Jin itu sangat besar, kesemua dari
> itu adalah kejahatan dalam kejahatan.tidak ada jin
> yang kecil, semua itu sangat besar".
>  
> Ketika kalian berjuang dan mengendalikannya, dan
> mungkin orang akan berkata, "Bagaimana aku
> mengendalikan egoku?" dia memberitahukanmu bagaimana
> mengendalikannya; yaitu jangan mengeluh.  Jadi apapun
> keluhan yang datang kehatimu, "Si ini melakukan ini
> dan si anu melakukan itu, "Jika kamu tidak diam,
> dengan menerima dan pasrah dan jangan mengeluh, lalu
> hal itu akan mengendalikan Ego. Jika kalian
> membiarkannya lepas, kalian tidak akan bisa memegang
> seekor kuda. Karena akhirnya kuda itu akan menjadi
> liar dan pergi jauh dan kalian akan jatuh. Setiap
> kesalahan yang kalian lakukan, maka kalian akan
> jatuh.Lalu apa yang terjadi? Jika kalian menyemirnya
> dengan baik, maka egomu akan jatuh dan kalian akan
> tahu bahwa didalam ego tidak ada keuntungan yang dapat
> kalian raih.
>  
> Jadi nafsu adalah lilinnya setan dalam dirimu. Lalu
> kalian meniup cahaya lilin itu, meniupnya sampai tak
> ada lagi api, Lalu..kalian akan mencapai tingkatan
> nafs al-mardiyya, ya ayyhana nafsul mutmainna. 
> Berpalinglah kepada Tuhanmu dan kalian akan diterima
> dan menggapai kedamaian, dan Allah akan puas
> denganmu.Kemudian Allah akan membukamu didunia ini,
> lalu maqam terbuka kembali dan mengembalikan Ego
> ketempatnya  dia berasal.
>  
> "Wahai  jiwa yang tenang" – kamu terhubung dengan
> realitas. Itulah mengapa Awliyaullah terhubung dengan
> realitas mereka ,karena kamu akan dengan mudah dapat
> terhubung. Hari ini mereka berkata, bahwa mereka
> terhubung satu sama lain melalui group sms, melalui
> handphone. Apa itu? Group pesan text sms, kirim satu
> sms kebanyak orang.mengirim satu sms yang menggapai
> setiap orang.
>  
> Dan bahkan sekarang mereka terhubung dengan facebook.
> Apa yg mereka lakukan ? "Jaringan social" yang
> tersebar keseluruh dunia.kalian tidak tahu siapa teman
> siapa. Efek domino.  Jika itu dapat terjadi, apakah
> Awliyaullah tidak dapat menghubungkan segala sesuatu
> yang rahasia? Pada mereka yang tidak lagi menjadi
> rahasia. Awliyaullah dapat melihatmu dimana saja, jadi
> apakah kita inginkan itu atau inginkan facebook?
> Apakah kau taruh photomu di facebook? Saya melihat
> photo Ali. Dia mengirimkannya keseorang teman,yang
> kemudian mengirimkannya ketemannya yang lain, lalu
> ketemannya lagi, Sekarang photo Ali ada dimana-mana. 
> 
> Ketika kamu lakukan hal  itu, itu adalah Maqam
> al-Wilayah, Level kewalian, dan ketika kamu
> mengembalikan pada asalnya itu akan menjadi bersih dan
> tidak akan tergantung pada siapapun atau pada makhluk
> yang Allah swt  ciptakan, dan hanya tergantung pada
> Allah. Pada saat itu kamu dapat memberikan sebuah nama
> setelah nama Sayyidina Ibrahim as, sebagai Ayah dari
> semua ruh yang telah tersucikan dan hanya bergantung
> semata-mata kepada Allah. 
> 
> Ketika Nabi Ibrahim as berjuang dan Namrud
> melemparkannya kedalam api – Sayyidina Ibrahim as
> adalah ayah dari para nabi, dia tidak bisa keluar dari
> api itu, tetapi Allah menunjukan kepada kita jika Nabi
> Ibrahim as dapat berjalan keluar maka dia berjalan
> dengan Egonya. Tetapi kepasrahan untuk duduk ditempat
> didalam api, jika kamu selamat maka kamu akan selamat,
> jika tidak "kamu datang padaku.  Lalu apa yang terjadi
> padanya ? Nabi Ibrahim as  begitu damai – saakin.
> Tetap tidak bergerak,tidak seperti ikan keluar dari
> lautan. Hatinya tetap pada tingkatan Mencintai Allah
> dan Kehadirat keilahiahan- Nya.  
> 
> Awliyaullah  berkata tidak ada satu makhlukpun yang
> Allah ciptakan yang tidak mendatangi Nabi Ibrahim as
> dan menawarkan bantuan padanya. Seluruh makhluk yang
> dapat kalian bayangkan diseluruh alam raya ini,seluruh
> ciptaan-Nya. Mereka mendatangi Nabi Ibrahim as satu
> persatu, yang Allah telah kirimkan padanya, satu menit
> baginya adalah satu tahun , dua tahun, 10 tahun,100
> tahun. Namun Dimata Namrud  itu Cuma satu menit, tapi
> bagi nabi Ibrahim as itu adalah waktu baginya untuk
> didatangi oleh seluruh makhluk dan menawarkan bantuan
> untuk menyelamatkannya, mereka tidak menunda untuk
> mendatangi Nabi Ibrahim as. Jin,manusia, malaikat,
> pimpinan dari malaikat, ciptaan diatas bumi ini,
> bahkan planet tata surya mereka mendatanginya dan
> berkata, "Kami akan menghancurkan Namrud untukmu.
> Terimalah!"
>  
> Apa Jawaban Nabi Ibrahim as. `ilmahu bi haali
> yughninni `an suwali – "Seseorang yang tahu
> tingkatanku, membuat aku tidak memerlukan sebuah
> permintaan". Dia tahu apa yang kumau.lalu kenapa aku
> harus meminta? Apakah Dia tidak tahu aku berada
> didalam api ini? Kenapa kalian datang.untuk apa?
> Apakah DIA mengirim kalian? Jika DIA mengirimkanmu,
> aku tak membutuhkanmu, aku membutuhkan-Nya.Lalu kenapa
> aku harus meminta?"  Lalu Nabi Ibrahim as 
> diam,menunggu nasibnya.
>  
> Itulah tingkatan dari  sakina – dia tidak mengeluh.
> Dan dia mengalami semuanya yang telah kami
> jelaskan.Hatinya begitu damai.Ketika dia telah mencoba
> seluruhnya dan terlihat bahwa Nabi Ibrahim as ada
> dalam kepasrahan total kepada Tuhannya, bagaimana api
> dapat membakarnya sekarang?.Api hanya membakar mereka
> yang takut. Tetapi untuk mereka yang tidak takut, api
> tidak dapat membakar mereka.
>  
> Aku akan memberikanmu sebuah contoh, kalian lihat
> orang-orang yang berjalan diatas api. Kenapa mereka
> tidak terbakar? Adalah .karena rasa takut akan api
> telah hilang dari hati mereka, dan mereka membangun
> kekuatan untuk melawan api jadi ketika mereka berjalan
> diatas api, api tidak dapat melukai mereka. Dan itulah
> sebabnya kalian melihat mereka berjalan atau berlari
> diatas api, Beberapa muslim dan non muslim.dinegara
> muslim kalian lihat mereka dari tariqah Rifa'I
> melakukan itu dan di India kalian lihat non muslim
> melakukan itu. 
> 
> Bagaimana api akan membakar Sayyidina Ibrahim as
> ketika dia telah mencapai puncak dari kepasrahan, Jadi
> mereka dapat berjalan diatas api. Ketika dia telah
> mencapai kepasrahan, tidak seperti yang berjalan
> diatas api, tetapi seluruh tubuh dan hatinya ada dalam
> kepasrahan dan penyerahan diri.untuk beberapa orang,
> maka api tunduk pada mereka, tetapi untuk Nabi Ibrahim
> as, Dia pasrah dan menyerahkan dirinya pada Allah dan
> lalu api itu menjadi dingin dan damai kepadanya.
>  
> Dia dengan segera menerima dukungan Allah.dukungan
> Allah akan datang pada orang-orang yang sabar.Siapa
> yang sabar, maka dukungan Allah akan mendatanginya.
> Allah berfirman dalam Qur'an Suci: 
> 
> ÅöäøóãóÇ íõæóÝøóì ÇáÕøóÇÈöÑõæäó ÃóÌúÑóåõã ÈöÛóíúÑö
> ÍöÓóÇÈò 
>  Inna Allah yuwaffa as-sabireen ujoorahum bi ghayri
> hisaab. 
> "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang
> dicukupkan pahala tanpa batas!" [39:10] 
> 
> Allah akan memberikan pahala yang melimpah pada mereka
> yang bersabar. Bersabarlah maka kalian akan
> mendapatkan pahala yang melimpah. Sayyidina Ibrahim as
> mendapatkan pahala yang melimpah karena dia bersabar.
> Lalu apa lawan dari `itiraad, yaitu Bersabarlah. Apa
> yang dapat diambil dari pelajaran kali ini, la
> ta`tarid, bal asbur. Jangan keberatan, Jangan
> Mengeluh, Bersabarlah…
> 
> Wa min Allah at-Tawfiq, Bi hurmatil Fatiha. 
> 
> Wasalam, arief  hamdani
> www.mevlanasufi.blogspot.com
> www.rumicafe.blogspot.com
> 
> 
>       Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else 
does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>


Kirim email ke