Sebuah Seruan

Sekitar beberapa hari yang lewat sepupu perempuan saya membawa teman dari 
Belanda, biasanya memang menjelang musim dingin banyak turis melancong ke 
dataran tropis berusaha menghindari sapaan cuaca. Dia menanyakan plakat yang 
banyak menempel di pinggir jalan maupun di dinding dan salah satunya berbunyi " 
Buanglah Sampah Pada Tempatnya".  Ketika di konfirmasi balik apakah orang 
sekitar sini suka membuang sapah sembarangan, saya hanya menjawab tidak semua 
tapi kebanyakan ya, dan karena itulah tulisan tadi hadir. Alfred, "wong Londo" 
tadi amengatakan bahwa tidak banyak plakat di tempel di negaranya kecuali 
beberapa simbol berupa gambar yang bersifat informasi dan bukan perintah 
apalagi tulisan mengenai membuang sampah sembarangan karena masyarakat disana 
telah terbiasa membuang sampah pada tempatnya.


Seruan biasanya di berikan kepada sesuatu yang bertolak belakang dengan yang di 
seru, jika tidak maka untuk apa ada seruan. Jika Allah berkata " bertaqwalah" 
maka sadarlah kita bahwa kebanyakan dari kita memang tidak atau belum bertaqwa. 
Dan karena seruan Allah pada kitabuLLah bersifat sepanjang masa, maka kita 
pasti sudah bisa menerka jawabannya pada kenyataan yang terjadi saat ini dan 
yang akan datang.

Pada waktu masih kecil dulu ibu sering menyuruh kita belajar, itu menandakan 
bahwa belajar belum jadi menu utama kita. Jika disini kita dilarang terlalu 
banyak bermain karena dianggap mengakibatkan kebodohan  maka sebaliknya di 
negara Eropa seperti yang dituturkan oleh Alfred bahwa mereka justru mengajak 
anaknya bermain mengenal lingkungan, beradaptasi dan mengartikulasi berbagai 
situasi. Mereka menciptakan permainan yang bersifat mendidik sehingga muncul 
berbagai kreativitas  sianak secara perlahan-lahan , lumayan berbeda kan ?

Didalam Al Qur'an banyak kita temukan seruan ( An nida ) seperti seruan  dengan 
menggunakan " yaa" yang merupakan ajakan baik yang ditujukan secara umum 
seperti manusia maupun secara khusus seperti  orang beriman, kafir , bertaqwa 
dan sebagainya artinya proses ingat mengingatkan ,ajak mengajak tidak hanya 
dilakukan oleh sesama manusia tetapi juga dilakukan oleh Allah kepada hambanya 
permasalahannya apakah ajakan tersebut di tindak lanjuti atau sekedar menjadi 
prasasti tanpa arti  seperti seorang pria yang sedang merokok dibawah plang 
dengan tulisan " Merokok bisa menyebabkan kanker.............."

Salam


David

Kirim email ke