Wajah Ke Ikhlasan Tetangga non muslim dekat rumah seperti tidak mau kalah dengan muslim sekitarnya, hampir tiap tahun dia membeli satu ekor kambing untuk di bagikan pada saat Idul Adha, " berbagi setahun sekalikan tidak ada salahnya " katanya. Di belahan Jakarta yang lain tetangga seorang teman yang muslim justru tiap tahun berkurban hanya agar bisa " nyate se erte " katanya. masalah nilai ibadahnya " terserah yang diatas aje" tambahnya gak mau ambil pusing.
Susana diatas terjadi mungkin karena nilai yang di korbankan tidak berbanding apa-apa dengan yang tersimpan nyaman di brankas rumah atau bank. Demikian juga dengan seorang bapak yang kehilangan uang di perjalanan , dengan nada sabar beliau berkata " yah mungkin sudah taqdir Allah, uang itu hilang, segala sesuatu yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah " katanya dengan nada filosofis. Tetapi ketika beberapa bulan kemudian terjadi kebakaran yang menghabiskan hampir seluruh hartanya, tampak air muka yang sangat berbeda dari yang pernah di tampakan beliau ketika mendapat musibah tempo lalu, bahkan ketika saya hampiri dan berkata " sabar pak segala yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah " , dia menatap dengan roman sedikit kesal " mudah bicara seperti itu nak " serunya dengan suara sangat dalam. Berkurban memang disunnahkan bagi yang mau dan mampu melaksanakan, dan ada saat dimana kemauan bisa memposisikan kita sebagai orang yang mampu, dan ada juga saat kemampuan kita terpinggirkan oleh kemauan. Semua merupakan proyeksi hati, cermin yang terus menerus memantul. Ke Ikhlasanlah cerita yang sebenarnya hendak di cuatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala karena jelas sangat berbeda antara memberikan seluruh yang tersisa dengan menyisakan sedikit dari yang ada walaupun cerita yang ditampilkan sama-sama wajah keikhlasan. "Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya." ( Surat An Nisa ayat 125 ) Salam David
