Yang Tersentuh

Sentuhan seorang ibu memang bisa membuat ketenangan pada diri anak. Getaran 
cinta ibu mampu mengalir pada pori-pori kulit anak dan menembus hatinya, diam , 
damai tak terperi. Sebuah sentuhan bisa menggambarkan isi hati orang yang 
menyentuh, lihatlah bagaimana seorang pawang menjinakan seekor ular hanya dari 
sentuhan, begitu juga dengan binatang lainnya karena hanya bahasa tubuh itulah 
yang bisa melintasi berbagai mahluk seperti florist dengan bunga, seperti 
petani dengan padi dan nelayan dengan ikan yang di budidayakannya.

Jarak antara tempat kerja saya  dan masjid cukup jauh, sehingga untuk sholat 
dzuhur sewaktu jam istirahat dan makan siang lebih cepat menggunakan sepeda 
motor yang menjadi alat transportasi harian. Kebetulan warung makanan berjejer 
di depan masjid  sehingga sekali melangkah dua kepentingan terlampaui begitulah 
kira-kira kalo kita mau cocokan dengan peri bahasa.

Memang tidak pernah ada tarif parkir resmi didepan masjid tetapi biasanya orang 
memberi sebanyak seribu rupiah untuk sekali parkir (tidak ada hitungan waktu ). 
Saya sebenarnya jarang berbicara lama dengan tukang parkir tersebut, sebut saja 
namanya Saimin,  tetapi setiap bertemu,  saya sempatkan menjabat tangan atau 
paling tidak menyentuh pundaknya sambil menanyakan khabar, itu saja tidak 
lebih. Tetapi tindakan sederhana yang berasal dari sunnah Rasulullah tersebut 
cukup membekas di hatinya. Jika belum ada orang keluar atau masuk parkiran 
biasanya Saimin selalu duduk di sepeda motor saya. 

Suatu hari sewaktu Saimin hendak memandu truk yang lewat depan masjid, ada yang 
coba mencuri motor saya, tetapi Saimin berhasil mengagalkan walau sang pencuri 
tidak berhasil di tangkap dan bodi motor saya sedikit retak karena sewaktu 
ketahuan,  motor dibanting ke tanah lalu pencuri tersebut melarikan diri dengan 
rekannya yang mengendarai sepeda motor lain . Saimin minta maaf karena tidak 
bisa menjaga sepeda motor saya. Sambil menjabat tangannya, saya mengatakan 
bahwa sayalah yang mesti berterimakasih karena telah berhasil menggagalkan 
pencurian tersebut. Saimin hanya tersenyum sambil menyentuh pundak saya, itulah 
pertamakali dia yang menyentuh saya dan bisa saya rasakan sebuah rasa 
persahabatan.

Ada bahasa verbal yang ketika di ungkapkan bisa dimengerti setiap mahluk yang 
memiliki telinga, ada bahasa gerak ( Gesture ) atau mimik yang ketika di 
ungkapkan mungkin bisa di mengerti oleh semua mahluk yang memilki mata dan ada 
juga bahasa tubuh yaitu sentuhan yang ketika di ungkapkan bisa dirasakan oleh 
mahluk yang tidak memiliki telinga dan mata sekalipun tetapi bisa dirasakan 
oleh hati

Anas Ra berkata,"Kami bertanya kepada Rasulullah Saw, "Bila berjumpa sahabat 
(saudara seiman) apakah kita saling membungkuk?" Nabi Saw menjawab, "Tidak 
usah." Kami bertanya lagi, "Apakah berpelukan satu sama lain?" Nabi menjawab, 
"Tidak, tetapi cukup dengan saling bersalaman ." (HR. Ibnu Majah)

Salam

David

Kirim email ke