Sisi Lain Dari Akal

Dalam beberapa sisi kita sering bertarung dengan nalar kita sendiri. Asas 
kepantasan dalam situasi tertentu bisa menjadi pertanyaan terhadap asas 
kewajaran. Kewajaran bagi orang papua tidak mengenakan pakaian didepan umum 
merupakan ketidakpantasan bagi daerah lain melakukannya. Bagaimana jika ada 
yang berlagak menggunakan logika dengan mengatakan " mengapa ada yang 
mempermasalahkan cara berpakaian seseorang, jika suku badui, papua atau atau 
yanglainnya merasa biasa saja, mengapa kita tidak " katanya sambil berlenggak 
lenggok mempertontonkan sebagian auratnya dengan alasan "fesyen".

Jika kita buat hukum universal apakah semua suku yang masih agak terbelakang 
bisa dikenakan sangsi keharaman karena telah mempertontonkan aurat secara 
terbuka didepan umum ? jika tidak bagaimana jika ada yang bersembunyi di balik 
alasan yang telah disebutkan diatas ? lalu apa sebenarnya yang membedakan 
setiap generasi ? tidak lain adalah pengetahuan dan kemampuan menggunakan 
akalnya. Tidak masuk akal jika ada orang hidup pada masa sekarang bersembunyi 
di balik pengetahuan seseorang yang hidup dimasa lalu sebagai contoh professor 
di bidang robot mekanik pada tahun tujuh puluhan bisa jadi pengetahuannya  
tidak bisa disamakan mahasiswa pada bidang yang sama pada saat sekarang.

Dalam sebuah obrolan santai dengan seorang teman yang perokok berat, yang 
merupakan alumni dari sebuah pondok pesantren mengatakan bahwa para kiayinya 
baik yang dulu mapun yang sekarang semuanya perokok berat sehingga dia sempat 
mempertanyakan kredibilitas ulama sekarang dengan para mendiang kiayinya. Saya 
teringat nasehat Ustad Najib dalam pelajaran ahlakulkarimah, bahwa manusia itu 
di hijab oleh dua hal yaitu oleh ego atau hawa nafsu dan yang kedua oleh 
pengetahuan atau akalnya.

........... Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan 
orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang 
dapat menerima pelajaran. ( Az Zumar ayat 9 )

Salam

David

Jika berkenan memberikan masukan silahkan kunjungi
www.sebuahtitik.blogspot.com

Kirim email ke