Petaka Tanggul Situ Gintung, Percepatan Bantuan Kemanusiaan
JAKARTA – Sedikitnya 100 warga meninggal, ratusan luka-luka akibat jebolnya
tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tanggerang Jumat (27/03) pagi. Sedangkan
ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Dampak dari bencana ini,
menyebabkan anak-anak trauma dan duka para orang tua yang kehilangan anak,
keluaraga, dan harta benda.
Untuk mempercepat bantuan kemanusiaan, Dompet Dhuafa Republika (DD) mengerahkan
seluruh relawan kemanusiaan untuk membantu korban di lapangan. Pada
tahap cemergency, DD menyiapkan tenda pengungsian, logistik makanan, dan medis.
Pada hari kedua, DD segera memutuskan pembangunan Hunian Sementara (Hunatara).
Huntara, terbuat dari kayu dan triplek, serta beratapkan asbes. Rumah berukuran
2,5 x 4 meter ini dinilai warga lebih layak ketimbang harus tinggal di
tenda-tenda darurat.
Menurut Direktur Program DD, M Arifin Purwakananta, percepatan ini suadah biasa
dilakukan DD di lokasi-lokasi bencana. DD menurut Arifin, melakukan penanganan
bencana secara terpadu. Tahap emergency bahkan bisa bebarengan
dengan recovery, seperti penyiapan tempat tinggal yang layak.
“Kami selalu melakukan percepatan di setiap bencana. Di Bengkulu, Padang, Jogja
dan tempat-tempat lain biasa kami bangun fasilitas tempat tinggal dan publik
secara cepat”, tandas Arifin di lokasi bencana, Situ Gintung.
Huntara yang sudah siap ditempati ini, menjadi kawasan terpadu yang terdiri
dari Huntara, MCK, Pelayanan Kesehatan, dan Zona Bermain Anak. Bahkan warga
korban juga terlibat dalam pembangunannya.
Dijelaskan Arifin, pihaknya berkonsentrasi pada upaya pemulihan pasca darurat.
Sebuah fase paling panjang, yang pada prakteknya sering terlupakan dalam suatu
bencana. Contohnya mengenai tempat tinggal.
“Sering kali kita melupakan bahwa kebutuhan yang paling mendesak bagi para
korban saat ini adalah kebutuhan akan tempat tinggal. Tidak selamanya korban
dapat menumpang di rumah orang lain atau di tenda-tenda darurat,” tandas
Arifin.
Oleh karena itu, Arifin berharap, pembangunan Huntara ini bisa mendapatkan
banyak dukungan dari banyak pihak, khususnya donatur dan pemerintah setempat.
Minimal dengan menjadikan Huntara ini sebagai percontohan pembangunan rumah
darurat di wilayah lain sebagai solusi paska darurat.
Sekolah Ceria
Selain hunian, DD juga membuat program pendampingan anak dengan Sekolah Ceria.
Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Seto Mulyadi, atau yang akrab di
panggil Kak Seto, anak-anak korban bencana harus mendapat perhatian khusus.
Mereka harus dikembalikan dari suasana duka kedalam dunia anak-anak yang penuh
dengan keceriaan dan kegembiraan. Hal ini tak lain agar mereka bisa lepas dari
trauma yang bisa menghantui mereka setiap saat.
“Bisa jadi saat bersama teman-temannya, luka duka mereka bisa hilang. Tapi saat
sore atau sudah sepi, biasanya suasana duka bisa kembali datang.” ujar Kak Seto
saat mengunjungi Sekolah Ceria di Posko DD, Senin (30/03).
Koordinator Sekolah Ceria, Iman Surahman, menjelaskan bahwa program ini menitik
beratkan pada proses pemulihan trauma, sekaligus menjauhkan anak-anak dari
persepsi mistis yang sering beredar dalam masyarakat korban bencana.
“Sekolah Ceria itu kan kepanjangan dari Sekolah Cerdas, Riang, dan Agamis.
Prinsip itulah yang kami berikan dalam Sekolah Ceria,” jelas Iman yang juga
sebagi Kordinator Lapangan DD untuk setiap akti bencana.
Terapi untuk Orang Dewasa
Sementara itu, untuk membantu korban dewasa, DD menggelar terapi dengan metode
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) oleh LoGOS Institute, untuk
menghilangkan trauma dan keluhan fisik lainnya. Menurut Ketua tim LoGOS
Institute, Eko Nugroho, SEFT merupakan penggabungan antara spiritualitas
(melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini
telah terbukti secara ilmiah dan bebas dari unsur supranatural atau klenik.
“Prinsipnya kita menekankan kepada pasien untuk menerima secara ikhlas cobaan
yang diberikan, kemudian melancarkan kembali aliran energi yang tersumbat,
melalui titik akupuntur.” terang Eko sambil menerangkan titik-titik akupuntur
yang biasa dipakai.
Program penanganan secara terpadu korban tanggul Situ Gintung ini, mendapat
perhatian serius dari masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait.
hikmat/azmiah
Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan
Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox