Cangkir Yang Tidak Pernah Penuh

Ibarat air laut bangsa ini terus beriak,  gelombang air  atau arus pasang surut 
selalu membuat air tidak pernah tenang. Kapal-kapal yang semestinya dinaungi, 
suatu saat dihempaskan. Teriakan minta tolong dari awak kapal dikalahkan dengan 
deru ombak, yang menggulung dan meluluh lantakkan semua armada. Bangsa ini 
bangsa besar, harus pula dinaungi oleh orang-orang berjiwa besar, jika tidak 
amarah langit akan menenggelamkan bangsa ini.

Sore itu Pak Kusnadi yang telah lama pindah singgah di pos RW sewaktu akan 
diadakan rapat pembentukan panitia sunatan massal. Selain dari karang taruna 
dan dari RT sunatan massal tersebut juga melibatkan dari remaja masjid. Pada 
pos RW tersebut terdapat televisi berukuran duapuluh sembilan inchi yang 
menyiarkan berita sore. "Sudah hampir empat tahun  sejak pindah ternyata 
kemajuan Pak Kusnadi lumayan pesat nih" kata ketua RT sembilan Pak Hartono 
tempat dahulu Pak Kusnadi bermukim. " Ya ada saat-saa dibawah ada saat diatas, 
hidup ini selalu berputar, benarkan pak " jawab Pak Kusnadi. Berita sore itu 
menayangkan penangkapan pejabat yang terkena  kasus pidana korupsi. " Tapi roda 
berputar saya masih dibawah roda koruptor itu pak " kata Pak Kusnadi meneruskan 
jawabannya " artinya seterpuruk apapun dia simpanannya jauh lebih banyak dari 
saya yang saat-saat ini diatas menurut ukuran kita". Yang lain hanya 
mangut-mangut " ya jangan disamakanlah roda traktor dengan roda pedati " kata 
Pak RW bercanda.

Istilah roda selalu berputar sering gunakan orang untuk menggambarkan ritme 
kehidupan yang selalu berubah, walaupun variasi roda bisa berbeda baik ukuran 
maupun lokasi, seperti perbedaan berputarnya roda atas dan roda bawah, artinya 
posisi terbawah dari roda atas adalah posisi teratas dari roda bawah. Allah 
memang menciptakan tatanan kehidupan demikian rapi seperti tautan gir dalam 
mesin yang saling berputar satu sama lain untuk bisa menghidupkan mesin.

Seorang teman dalam rapat tersebut  tidak setuju dengan pengistilahan roda ini 
karena menurut dia jika kita mau berusa sekuat tenaga maka kita bisa mencapai 
sama seperti yang telah dicapai oleh orang lain, termasuk sama seperti para 
konglomerat yang ada di negara ini. Pak RW yang paling senior,  paling tidak 
dalam jabatan mulai ikut memberikan pendapat. " Setiap manusia itu telah di 
berikan jatah rezeki oleh Allah , ibarat cangkir, ukuran cangkir setiap orang 
berbeda satu sama lain. Usaha manusia adalah untuk mengisi cangkir itu dan 
bukan menggantinya, karena tidak ada yang tahu ukuran cangkir masing-masing 
selain Allah Subhanahu wata'ala. Ada cangkir yang tidak pernah penuh karena dia 
tidak mau berusaha, tetapi ada juga cangkir yang luber, artinya dia 
membagi-bagikan hartanya kebawah walaupun bisa jadi bagi orang tertentu ukuran 
cangkirnya tidak begitu besar. Ada juga yang ukuran cangkirnya begitu besar 
sampai-sampai dia menghabiskan hidupnya hanya untuk mengisi cangkir tersebut 
tanpa pernah sempat membagi-bagikan kepada yg lain.

Salam

David
www.sebuahtitik.blogspot.com

Kirim email ke