Betul sekali... Saya baru sadar hal ini, memang bisa dikatakan pencipta ESQ ini nampaknya men-sari-kan nilai tassawuf agar dapat diserap dengan mudah oleh kalangan yg tipis imannya sekalipun. Nampak usaha yg sulit...merangkum usaha bertahun2 orang salik ke dalam pelatihan 3 hari.. Sekalipun sy murid abah juga, tapi saya tertarik ingin mencoba metode pak wahfi. Namanya jg tarekat, jalan, buat si A efektif blm tentu buat si B jg efektif. ---------Mang Sholeh----------
-----Original Message----- From: "David Sofyan" <[email protected]> Date: Tue, 29 Sep 2009 15:00:18 To: <[email protected]> Subject: : Bls: [tqn] PENCARIAN SPIRITUALITAS Banyak yang menyamakan spritualitas yang lagi booming sekarang dengan dunia tassawuf, padahal sangat jauh perbedaannya. Laku spritual yang di lakukan para sufi dengan wirid yang bertahun-tahun tidak bisa disamakan dengan olah panca indera dengan mengharukan biru peserta mengenai keagungan Sang pencipta melalui sebuah tehnologi. Mereka merekayasa panca indera , padahal Allah bisa berada di hati orang buta dan tuli sekalipun . Program SQ tidak berlaku pada orang cacat ( buta dan tuli ) karena efek sub woofer dan layar lebar tidak bisa dinikmati oleh mereka. Keimanan tidak bisa datang secara instan seperti itu. Jika tidak percaya tanyalah bagaimana hasilnya saat baru mengikuti dengan yang telah mengikuti lebih dari 5 kali, efeknya berkurang drastis. Berbeda dengan dzikir kepada Allah , efeknya terus menerus karena yang beruhubungan adalah hati bukan panca indera. Manipulasi seperti ini memang dilakukan dunia barat untuk mencari ketenangan pada titik alfa. Pada titik ini mereka mengira bisa berbicara dengan Tuhan atau telah bertemu Tuhan, sebuah fatamorgana beragama. Ustadz Wahfiudin adalah salah satu dari beberapa pemegang otoritas TQN, tidak sembarang orang yang dipilih untuk memegang otoritas tersebut. Abah Anom sebagai syaikh Mursyid melihat kepada kalangan mana saja TQN akan dimasuki dan tanggung jawab Ustadz Wahfiudin adalah memasuki kalangan menengah keatas dan itu bukan kemauan beliau walaupun tidak ada larangan untuk masuk kekalangan bawah , tapi setiap orang mempunyai kapling masing-masing....mungkin bisa dimengerti Mudah-mudahan usaha-usaha beliau mendapat ridho Allah dan Allah akan menampakkan mana hambanya yang benar-benar berjuang dijalanNya dan mana yang menjadikan agama sebagai sebuah komoditas. Insya Allah ----- Original Message ----- From: Faisal To: [email protected] Sent: Tuesday, September 29, 2009 10:36 AM Subject: Re: Bls: [tqn] PENCARIAN SPIRITUALITAS Atau bahkan terjebak dalam pemahaman islam yg hanya superficial, hanya sebatas kulit kacangnya saja... Yang bertemu Allah hanya d surga, tidak d dunia juga... ---------Mang Sholeh---------- -------------------------------------------------------------------------------- From: nanung Arifin <[email protected]> Date: Tue, 29 Sep 2009 08:50:26 +0800 (SGT) To: <[email protected]> Subject: Bls: [tqn] PENCARIAN SPIRITUALITAS Masalahnya sekarang bgaimana sahabat yang kurang beruntung penghasilan tidak mencapai 1 juta,pakah juga kurang beruntung untuk menikmati indahnya tasawuf .....atau kita biarkan mencari kebahagiaan lewat pemahaman islam yang kurang tepat...dan di iming2 dengan surga....jadilah teroris..........bunh diri dengan dalih mencari surga atau kebahagian atau apa namanya........?????... mari mencari inspirasi untuk menjadikan tasawuf yang punya peran dan nilai tinggi dalam kehidupan dunia akhirat ini tidak mahal ????.......dan mari sama2 berdo'a............semoga nilai nilai tinggi dalam agamaMU tidak jadi mahal dan terjangkau seluruh umat...amin --- Pada Sen, 28/9/09, nugraha romadhan <[email protected]> menulis: Dari: nugraha romadhan <[email protected]> Judul: [tqn] PENCARIAN SPIRITUALITAS Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Senin, 28 September, 2009, 5:23 PM PENCARIAN SPIRITUALITAS Perkembangan teknologi membawa dampak langsung terhadap perilaku manusia baik di bidang ekonomi, politik maupun kebudayaan. Agama adalah 'petunjuk langit' bagi manusia untuk menjalani perannya di muka bumi. Betapa spiritualitas, atau tasawuf, semkin mendapat perhatian dan dicari orang. Pelatihan-pelatihan ESQ-nya Ary Ginanjar, kelas eksekutifnya saja memerlukan biaya Rp 3 juta/orang, sudah mencapai angkatan ke-60, dengan rata-rata 500 peserta per angkatan. Setiap hari ada lebih 20 pelatihan ESQ digelar di seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga. Total alumni sudah mencapai 40.000 orang lebih. "Tentunya kita tahu peserta dari kelas sosial mana yang mampu membayar training Rp. 1-3 juta lebih. Ini menunjukkan orang bersedia membayar mahal untuk belajar tasawuf," ujar Ustadz Wahfiudin, Direktur Radix Training Center. Lengkapnya: http://www.qalbu. net/depan/ internal/ 166-pencarian- spiritualitas. html Wassalam, Idhan -------------------------------------------------------------------------------- Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
