Nasehat Dari Anak-Anak Yang Tegar

Lama anak saya  memandang kearah wajah saya yang sedang menonton berita pagi di 
televisi. Dia tidak perduli dengan apa yang terjadi pada kotak ajaib tersebut. 
" Yah kok mata ayah berair , ayah nangis yah..?" tanyanya penuh selidik. Saya 
tidak berusaha menjawab, tapi memeluknya sambil mendudukannya di pangkuan. " 
Anak yang bernama Tegar itu harus tegar menghadapi dunia, menerima tanpa harus 
mengerti kebencian ayah tirinya yang menyebabkan kakinya terputus setelah di 
lindas oleh kereta api" kata pembawa acara di televisi. Sang ayah akhirnya di 
ganjar hukuman sepuluh tahun penjara sedangkan sang anak yang masih berumur 
empat tahun akan menanggung penderitaan tersebut seumur hidupnya.

Berbanding terbalik di Facebook saya mendapat kiriman berita lama yang di rekam 
lalu di sebar melalui media internet tentang seorang anak yang berusia enam 
tahun yang mengurusi semua keperluan ibunya mulai dari memasak, menyuapi , 
memandikan bahkan membuang kotoran ibunya karena sejak dua tahun yang lalu si 
ibu mengalami kelumpuhan karena terjatuh. Ayah sianak telah lama tidak pulang 
kerumah setelah beberapa tahun yang lalu pergi merantau ke Malaysia. Anak itu 
bernama Sinar dan hari itu, sinar sianak tersebut telah menyilaukan mata saya 
dengan amalnya, dengan cintanya dan dengan kasih sayang untuk ibunya.

Banyak para orang tua yang berharap bisa melahirkan seorang anak, tetapi tidak 
ada seorang anakpun yang meminta untuk dilahirkan, dia murni amanah dari Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengatakan bahwa 
Warisan bagi Allah 'Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya 
yang beribadah kepada Allah sesudahnya. hadist ini di riwayatkan oleh HR. 
Ath-Thahawi. Namun Rasulullah juga menasehati yang diriwayatkan oleh Ibu 
'Asakir bahwa anak bisa menyebabkan kedua orangtuanya menjadi kikir dan 
penakut. Pemenuhan masalah ekonomi memang menjadi salah satu penyebab 
kerenggangan didalam sebuah rumah tangga, baik itu dengan anak karena jarang 
berkomunikasi maupun dengan istri atau suami karena tuntutan-tuntutan yang 
diluar jangkauan.

Sesuatu yang memisahkan dan membedakan antara seorang anak dengan orang dewasa 
adalah waktu, sesuatu yang Allah pernah bersumpah atas namanya, bahwa kita 
berada dalam sebuah kondisi yang menyebabkan kita merugi kecuali orang yang 
beramal salih, al 'amilussholikhat. Kita adalah mantan anak-anak, sedangkan 
anak-anak adalah calon orang dewasa. Kesalahan sekecil apapun yang pernah kita 
lakukan pada masa kecil tidak layak kita wariskan kepada anak kita. Ukiran 
kebaikan orang tua yang tertanam didada kita harus kita buat lebih indah didada 
anak-anak kita. Melihat senyum tegar dengan kakinya buntung seperti ingin 
berteriak kepada saya " Tidak ada gunanya memberitahukan orang lain tentang 
kesulitan anda , sebagian dari mereka tidak perduli dan sebagian lagi justru 
senang mendengarkan keluhan anda tanpa mau berbuat apa-apa, tegarlah dan 
sandarkan hidup hanya kepada Allah"


Salam

David Sofyan

Kirim email ke