Dasar Kutu Buku !!!
  
  Dalam kereta dari Jakarta menuju Bogor, Indra bingung, resah dan  gelisah !! 
bukan karena kecopetan atau habis kena palak (karena kalau  kecopetan di kereta 
sudah biasa, ga’ bikin bingung lagi). Tapi karena  Indra baru sadar, dari 
puluhan bahkan ratusan kali Indra naik turun  bis, kereta, kapal laut, bahkan 
pesawat terbang dia baru menyadari dan  baru kepikiran kalau hampir seluruh 
pengguna angkutan umum dalam setiap  perjalanannya yang berjarak jauh dan macet 
tidak ada yang memanfaatkan  waktunya dengan membaca!!! (aneh khan si Indra ini 
??)
  
  Di usiannya yang sudah 20 tahunan Indra kembali mengenang saat-saat SD,  SMP, 
SMAnya, bagaimana dia dulu dijuluki si ”KUTUBUKU”. Sebuah predikat  yang 
sebenarnya sangat tidak dia sukai, dan seakan-akan julukan  ”KUTUBUKU” seperti 
HARAM hukumnya kalau dimakan dan Najis hukumnya  kalau terkena bagi 
kawan-kawannya saat sekolah dahulu, tapi julukan  tersebut menempel pada 
dirinya karena hobinya membaca buku.
  
  Padahal kalau dipikir-pikir, porsi baca bukunya Indra normal-normal  saja, 
tanpa mengganggu aktifitas belajar dan bermasyarakatnya. Saat SD,  ketika 
teman-temannya bermain galasin, benteng, kelereng dia ikutan  main bahkan 
prestasinya diatas rata-rata. Hanya saja mungkin ketika  teman-temannya sibuk 
ngerumpiin film kartun yang diputar di TV kemarin  sore atau ngerumpiin 
permainan nintendo, indra lebih asik dengan  bukunya. Bukan karena indra ga’ 
nonton film kartun atau ga’ main  nintendo (indra juga punya nintendo di rumah 
lhooo....). Jadi  kesimpulannya indra di cap sebagai KUTUBUKU karena di dalam 
tasnya  selalu ada buku-buku semisal Trio Detektifnya Sherlock Holmes, lima  
sekawan, buku-buku dongeng Enid Bylton, majalah Bobo dan BUKU PINTAR!!  (yang 
isinya ada gambar2 bendera, trus profil negara-negara, nama-nama  presiden 
sampe gubernur di Indonesia juga ada). Semua itu sebenarnya  Cuma hobi dan 
sebagai pemuas syahwat ingin tahunya saja. Suatu hari di  kelas 4 SD
 ketika indra lagi asik baca Lupus Kecil di bangku paling  depan sehabis jam 
istirahat dan teman-temannya buka “pasar kaget" di  kelas (asli, ribut banget), 
tiba-tiba terdengar suara cempreng yang  melengking, DIAAAAM....... Seluruh isi 
kelas mendadak sunyi senyap.  Mata sipemilik suara barusan tertuju ke buku yang 
berada di tangan  Indra. ”Apa ini ?!! tanya bu guru. Singkat cerita lupus 
Kecilnya Indra  tersebut nginep di laci bu guru yang terkunci sampai 
dikembalikan lewat  mamanya Indra pas bagi rapot. Alhasil sejak saat itu Indra 
langsung  paranoid. Kalau dia bawa buku cerita ke sekolah kayak bawa narkoba,  
ngumpet-ngumpet, dan baru dibaca di bis pas pulang sekolah. Padahal di  salah 
satu dinding di sudut sekolahan Indra tertulis : ”Perpustakaan  gudang ilmu, 
buku jendela dunia” Aneh ya ???
  
  Ketika duduk di bangku SMP dan SMA waktu indra banyak dihabiskan di depan 
  komputer. Browsing internet berjam-jam, terus download artikel-artikel. 
Sesekali, 
  semenit-dua menit menit dia chatting. Habis itu check email. Jarang ke  
perpustakaan sekolahnya, karena buku-buku di perpustakaan sekolah ga’  ada yang 
menarik minatnya, isinya semua buku pelajaran. Seringnya ke  toko buku Gra*ed*a 
di daerah Matraman. Indra juga punya beberapa teman  untuk diajak diskusi buku. 
Kalau teman-temannya sekelas ada acara  jalan-jalan ke mall kadang dia ngikut, 
terus pas teman-temannya pada  cuci mata, main ditempat permainan Ti*e Zon*, 
Indra milih asyik di toko  buku. Lucunya ketika  SMA guru Bahasa Indonesianya 
iseng ngasih  tugas “mengarang bebas” waktunya 90 menit, sebagian besar  
teman-temannya menulis karangan dengan judul 
  “BERLIBUR KE RUMAH NENEK DI DESA”
  
  Sekarang Indra sudah kuliah, minat bacanya masih seperti dulu, dan  tetap 
saja stempel ”kutu buku ” melekat pada dirinya. Stempel itu juga  tetap 
dianggap aneh oleh teman-temanya, lingkungannya bahkan  masyarakatnya. Budaya 
plagiat dalam menulis skripsi menjadi hal yang  biasa pada bangsanya.
  
  Indra sadar, minat baca masyarakat bangsanya lemah, selemah bangsanya  keluar 
dari berbagai macam krisis yang berkepanjangan. Semuanya hanya  bermasalah pada 
paradigma, minat dan pengetahuan akan pentingnya  membaca bagi masyarakat 
bangsanya. Padahal Tuhannya Indra (Allah SWT.  Red), yang juga Tuhannya hampir 
90% masyarakat bangsanya menyeru untuk  membaca pada kata pertama firmannya. 
Kalau membaca saja sulit, gimana  menulissss ? wallahu’alam bishawab.
  
  Hadin A. Miftah
  © 09-08-06
  hadinda.multiply.com
  
                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



KOPERASI MUSLIM INDONESIA
JL. Keuangan Raya no. 7, Cilandak Barat - Jakarta 12430 Indonesia
Phone: +62-21-75911251  Fax : +62-21-75911251
No. Rekening Bank Muamalat Indonesia ( Rp. ) : 301.00345.15

Contact Persons: Bayu Waspodo ([EMAIL PROTECTED]) homepage http://www.kmi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/tv-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke