Kelihatannya bukan cuma di Amerika kalau soal BANK serakah. BANK BNI yang menampung semua bayaran UNDIP mungkin juga masuk kategori itu. Nah coba saya hitung dengan kasar, berapa jumlah setiap tahun pendaftaran calon mahasiswa UNDIP, berapa yang diterima dan harus bayar setiap semester, nah yang ini jelas masuk kocek Pemerintah tetapi UNDIP masih punya program sapi perah seperti Extension yang SPI (uang gedung) nya Rp 2.000.000,- setiap mahasiswa, SPP Extension Rp 750.000,- setiap semester, lalu Program Magister, Program Notariat, dan semua dosen dan karyawan boleh pinjam sampai Rp 15 juta dengan bunga 18 % pertahun......lho kalau dipikir itu kan uang-uangnya sendiri....belum lagi uang nongkrong punya KOSUMA.....semua di BNI. Yang saya tahu hampir semua Universitas Negeri pakai BNI, jadi BNI bisa hidup kalau masih ada mahasiswa......tetapi apakah mahasiswa atau bahkan alumni pernah ditawari untuk menikmati sesuatu dari BNI ?
Nah gimana nih ada idee, usulan dan solusi ? Terutama kalau ada alumni yang di BNI. Saya yakin banyak sekali alumni yang juga pengusaha dan butuh kredit lunak.....nah tidak ada salahnya tho BNI berbalas budi dengan alumni ?
Salam.

Kirim email ke