HERI HERWANGGONO wrote:

> Ada game yang asyik nih buat Pak Riasto & Pak Eko
> Main aja Caesar III disitu ada perang-perangan-nya,
> ada bangung ekonominya, sosial & budayanya...

Tampaknya Caesar III betul-2 menarik. Kalau ada yang
minjami tentu saya akan serta merta bikin plot untuk
menggulingkan sang Caesar nyang semakin mengarah ke
diktator. Agar sukses, tidak saja saya akan melibatkan para
legiuner melainkan pula para senator. Just kidding :)

Dalam mengatasi stress saya cukup konservatif bung Hery.
Saya lebih mengandalken berolahraga, berkesenian dan
menikmati panorama alam. Ini merupakan resep keluarga.
Bahkan anak sayapun (9 th) hanya menyentuh Play Station
atau computer gamenya pada akhir pekan. Hobi utamanya
adalah bergymnastic ria, baik rutin floor, rings, highbar,
paralel bars, vault maupun pomel horse (kuda dingklik).
Dia adalah pemenang gold medal tingkat propinsi (Alberta)
untik kategori boys kelas I.

Tentu saja saya tidak ikut-2an anak saya. Sebab untuk
mengikuti pemanasannya saja saya tidak sanggup. Namun
disini di University of Calgary tak terhitung tawaran
berolah raga ria, out door maupun in door. Misalnya
Kendo, dimana orang bisa berteriak keras-2 sambil
mengayun-ayunkan pedang kayu (tanpa dituduh sebagai
provokator). Atau ber hatha yoga. Tenang, relaks
dalam posisi sirshasana. Hal-2 tsb menurut saya cukup
ampuh dalam mengatasi segala macam stress.

Saya bukan seniman, cuma penggemar serta penggumbira
seni. Anak sayalah penabuh piano. Dalam hal inipun ia
memenangkan festival piano di Calgary untuk kategori
kelas I dan II. Maka itu di rumah saya sering terdengar
alunan komposisi mulai dari Brahms sampai Tchaikovsky.
(Meskipun diam-2 saya lebih mengandrungi nomor latino
dari Ricky Marten ataupun country dari Shania Twain).
Bulan April nanti ia akan ikut dalam festival besar. Untuk
itu ia akan mempersiapkan komposisi dari Haydn.

Adalah suatu berkah Allah bahwa saya bisa bermukim
di Calgary dimana kurang dari 1 jam drive sudah mencapai
pegunungan Rocky Mountains (Kananaskis). Berada
dalam panorama alam yang magnificent and majestic seperti
the Rockies membuat orang lebih mudah untuk berserah
kepada sang Pencipta Agung (jadi tidak akan takut dengan
gertakan para penguasa dan pejabat yang munafik dan
korup).

Anyways, konteks pembicaraan stress yang lalu bukanlah
mengenai perkara individual (pak Riasto, saya atau yang lainnya)
melainkan perkara kemasyarakatan. Seserius apapun pengakuan
pak Riasto mengenai stress yang dialami, dibalik itu kita tahu
bahwa beliau sesungguhnya orang yang berkeluwihan.
Apa lagi saya yang berada dalam sistem dimana sospolekum
dijalankan secara adil dan konsekuen. Disini banyak orang
membutuhkan keahlian saya, dan honornyapun sangat nganteng.
Jadi sesungguhnyalah tak ada alasan untuk ber setress-2 an

Kenapa saya ikut stress dengan situasi di Indonesia yang tambah
amburadul ? Simple saja, karena saya PEDULI!

Wassalam,
Eko Raharjo

______________________________________________________________
>From Eko W Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke