Dua tahun yang lalu saya pernah mengajukan konsep tentang "Sarjana
Honoriscausa" dan "Master Honoriscausa" ke berbagai mailing list. Yaitu
pemberitan legitimasi ijasah
kepada mereka yang ilmunya untuk suatu bidang sudah dianggap satu level
dengan mereka yang memperoleh legitimasi ijasah untuk bidang yang sama
melalui jalur ritual akademik formal.

     Hari ini saya memperoleh email dari  [EMAIL PROTECTED] yang
isinya adalah sebagai berikut
====================
     Tahun depan mahasiswa perguruan tinggi, kalau mau, mungkin tidak perlu
lagi pergi menghadiri kuliah atau ceramah di sekolah masing-masing, tapi
cukup belajar dari rumah lewat jaringan internet.
    Textbook atau buku pelajaran yang interaktif akan memungkinkan mahasiswa
mencari sendiri bahan-bahan studi tambahan selain buku bacaan yang
diwajibkan oleh mahaguru masing-masing.
    Kata Peter Navarro, mahaguru ilmu ekonomi di Universitas California,
para mahasiswa yang belajar lewat komputer dan internet mendapat hasil yang
lebih baik atau setidaknya sama dengan mahasiswa yang datang ke sekolah tiap
hari.
====================
    Nah, bukankah esensinya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya maksud
melalui konsep "Sarjana Honoriscausa" maupun "Master Honoriscausa" ?

    Soalnya apa yang dikemukakan profesor itu akan  memperoleh sambutan bila
adanya ketentuan pemberian legitimasi kemampuan yang oleh saya
diintepretasikan, misalkan, sebagai Sarjana Honoriscausa dan Master
Honoriscausa.

Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu











______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke