Walaupun untuk menanak nasi hanya memerlukan tiga  komponen utama,
yaitu beras, air, dan api, namun banyak sekali option yang bisa dilakukan.
Sedangkan masing-masing aplikasinya mempunyai output yang khas. Baik dilihat
dari artistik, bentuk, maupun sifatnya.
          Taroklah ada tiga macam kederasan api, empat macam volume air, dan
tiga macam massa beras. Berarti ada 3 x 4 x 3 kemungkinan. Belum lagi kalau
ada improvisasi dengan bahan lain seperti kunyit, santan, dan bawang. Akan
semakin meriah lagi kalau wadahnya pun beragam. Mulai dari yang berbentuk
cetakan sampai yang berbentuk biasa.
     Nanti akan tampak, misalkan, lontong yang bulat sempurna seperti bola
pimpong, licin datar seperti puding susu, atau berjenjang seperti kueh
penganten.
     Bertitik-tolak dari keragaman itulah,  saya berpandangan bahwa menanak
nasi pun bisa dijadikan lahan bisnis. Ya, kenapa tidak? Apalagi popularitas
kegiatan tersebut menempati rangking pertama dalam dunia masak memasak.
     Bisa kita lihat,  bagaimana para ibu di pedesaan mempunyai semangat
tinggi untuk menanak nasi. Sebagiannya dari mulai menyabit padi, menumbuk,
sampai menjadi nasi.
     Apa salahnya etos kerja ini digerakkkan/diberdayakan dalam rangka
menambah penghasilan keluarganya masing-masing?


Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
Email Lain : [EMAIL PROTECTED] <untuk darurat saja>







______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke