"Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]>@pandawa.com on 10/31/2000
04:58:08 PM

Please respond to [EMAIL PROTECTED]

Sent by:  [EMAIL PROTECTED]


To:   <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject:  Re: [UNDIP] ##### Menjual Barang di Pinggir Jalan Tanpa Ditunggui


From: Menu Sadariyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, October 31, 2000 06:50
Subject: Re: [UNDIP] ##### Menjual Barang di Pinggir Jalan Tanpa Ditunggui



Hallo Mas Menu Sadariyo
Terima kasih atas komentarnya.
Sekarang saya menanyakan masalah resiko.
Misalkan modal satu bungkus air minum adalah Rp. 50

Kalau dijual di dalam supermarket, berapa resiko kerugiannya?
Kalau dijual di lobbi hotel, berapa resiko kerugiannya?
Kalau dijual di lapangan sepakbola, berapa resiko kerugiannya?
Kalau dijual di gedung DPR super, berapa resiko kerugiannya?
Kalau dijual di tempat pameran, berapa resiko kerugiannya?

Anggap saja status sosial barang itu adalah sama untuk di setiap tempat.

Salam,

Nasrullah Idris

FYI....
Dlm perhitungan, nilai resiko itu hanya bisa diprediksi/diasumsi, hal ini
sangat dipengaruhi oleh jenis investasi, lingkungan, waktu saat berinvest
(timing) dan yang jelas resiko kerugian jualan dijalan tanpa ditunggui itu
resiko kerugiannya lebih besar dr pd yg anda sebut diatas.


______________________________________________________________
>From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id



______________________________________________________________
>From "Menu Sadariyo" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke