Title: HARIAN UMUM SUARA MERDEKA
---
logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 2 Nopember 2000 Berita Utama  
Line

Massa Gus Dur Hampir Bakar Kantor HMI

  • Warga Pasuruan Tuntut Amien-Akbar Mundur

SURABAYA-HMI Jakarta yang mendemo Gus Dur, HMI Surabaya yang kena getahnya. Itulah yang terjadi kemarin. Hampir saja Kantor HMI Surabaya di Jl Sumatra 36 dibakar massa pendukung Gus Dur yang berasal dari berbagai daerah di Surabaya.

Sekitar seratus orang itu sangat marah karena Gus Dur dilecehkan warga HMI Jakarta saat berdemo di depan Istana Negara, Selasa lalu. Karena tidak terima, mereka menumpahkan kemarahan dengan menyerbu Kantor HMI Surabaya. Tampaknya mereka menganggap sama saja menyerbu HMI Surabaya, yang penting HMI.

Begitu datang, mereka mendobrak kantor yang kosong. Mereka mengambil bendera HMI dan membakarnya di halaman. Mereka juga mencorat-coret dinding kantor, antara lain dengan tulisan ''HMI = Himpunan Mahasiswa Iblis'', ''Amien Rais Nyidam Jadi Presiden'', dan ''Arek Kenjeran Siap Mati untuk Gus Dur''.

Mereka hampir saja membakar kantor bercat putih itu, kalau tak segera dicegah pemimpin demo.

Dua anggota HMI yang datang berlari-lari ke kantor mereka tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya melongo menyaksikan kantor mereka diacak-acak.

Salah seorang pemimpin massa yang menamakan diri Forum Komunikasi Masyarakat Surabaya itu mengatakan, mereka melabrak HMI karena tidak terima Gus Dur dilecehkan secara fisik.

Saat demo, aktivis HMI Ciputat menggelar aksi Gus Dur bohong-bohongan di seberang Istana Negara. Gus Dur palsu itu bertingkah seperti Gus Dur asli. Tak lupa Gus Dur palsu didampingi Yenni palsu dan sejumlah pembisik. Gus Dur palsu berdemo dan mendapat sambutan tawa hangat peserta demo.

Pendukung Gus Dur menyaksikan demo ''lucu'' itu saat ditayangkan cukup lama dalam Liputan 6 Petang SCTV. Itulah yang memicu kemarahan umat NU.

''Jangan menyerang fisik, Rek. Kalau menyerang, ya kebijakannya. Kami tidak terima kalau fisik Gus Dur dibuat permainan. Itu pelecehan dan kami siap mati membela dia,'' seru mereka.

Kepada wartawan, Ketua Umum HMI Cabang Surabaya Susilo Raharjo menyatakan hanya bisa pasrah. Dia menandaskan, sikap pimpinannya sudah jelas, tidak setuju Sidang Istimewa MPR dan tidak setuju menurunkan Gus Dur di tengah jalan. ''Ini hanya limpahan demo mahasiswa HMI di Jakarta,'' kata Susilo, yang terlihat kuyu.

Di Pasuruan

Sementara itu warga Pasuruan yang dikenal sebagai pendukung fanatik Gus Dur. Mereka menamakan diri sebagai Masyarakat Peduli Keselamatan Bangsa dan Negara.

Kemarin sekitar 20.000 warga NU Pasuruan keluar rumah dan demo di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka menuntut Amien Rais dan Akbar Tanjung mengundurkan diri, karena menjadi biang permasalahan. Terutama berkaitan dengan tuntutan agar Presiden mengundurkan diri.

Tak sekadar berorasi, demo yang dipimpin pengasuh pondok pesantren ternama di Pasuruan seperti KH Mujib Imron (Ketua NU Pasuruan), KH Achmad Suaidi, KH Abu Bakar (pemimpin Pondok Pesantren Metal, yang santrinya pernah mendemo Amien saat reformasi bergulir), dan KH Mujib Imron, juga mengarak empat keranda.

Juga terlihat anggota FKB DPRD Pasuruan KH Baidlowi Suhaimi yang menantang Amien dan Akbar datang ke Pasuruan untuk beradu argumentasi. ''Datang saja ke Pasuruan, kami ingin tahu, apa sebenarnya keinginan Amien Rais.''

Setelah semula keranda diletakkan di tengah tempat orasi, mereka membakar empat keranda yang dibungkus kafan putih, ditulisi Akbar Tanjung, Amien Rais, Fuad Bawazier, dan Eros Djarot, yang dikecamnya sebagai kelompok yang menentang dan ingin menggulingkan Gus Dur.(an-50,60b)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Opini | Ekonomi | Fokus | English | Prakiraan Cuaca | Menu Utama
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA


Agus B Raharjo
Jakarta Pusat



Do You Yahoo!?
>From homework help to love advice, Yahoo! Experts has your answer.

Kirim email ke