Benar Mas Her, bahkan saya dapat informasi bahwa nantinya TELKON hanya
mempunyai sekitar 17.000 karyawan di seluruh Indonesia. Hal ini berkaitan
dengan persiapan mereka untuk memasuki dunia persaingan bisnis
telekomunikasi. Saya tahu sampai saat ini TELKOM memang tidak efisien karena
terlalu banyak karyawannya. Di Jateng - DIY ada sekitar 3000 lebih, kalau di
komparasi dengan jumlah penduduk Jateng - DIY yang sekitar 35 juta....ya
silahkan dianalisis sendiri, makanya hitungan output per tenaga-kerjanya
relatif sangat kecil.
Jenjang level pada karyawan TELKOM pada saat ini ada 25 level dan nantinya
tinggal 6 level saja, sementara range gaji tetap di TELKOM cukup jauh, pada
level 3 bisa dapat Rp 6,3 juta sebulan sedangkan di level 25 (paling bawah)
hanya dapat Rp 680.000,- kira-kira rangenya sekitar 10 kali lipat, suatu
range gaji yang kurang bagus bagi teori kompensasi. Sementara range gaji PNS
antara IVe dengan Ia sudah semakin dekat terutama selama ORBA.
Thanks. Yang jelas di TELKOM banyak PHK tetapi nggak ada lowongan baru.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf
Of Heri, Susyanto
Sent: 20 Nopember 2000 12:58
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [UNDIP] Telkom Akan Pensiun Dini Ribuan Karyawan
Importance: High
Jawa Pos, Senin, 20/11/2000 - 07:49 WIB
Telkom Akan Pensiun Dini Ribuan Karyawan
JAKARTA.
PT Telkom sedang mempertimbangkan untuk melakukan pensiun dini terhadap
5.000 hingga 7.000 karyawannya seperti yang dilakukan pada tahun 1995
melalui Keputusan Direksi No 57.
Kebijakan yang disebut "Milenium Goldenshake Hand" tersebut akan
diberlakukan terhadap karyawan dengan tingkatan 23-25 (setara golongan I di
kantor pemerintah), ujar sumber ANTARA di lingkungan PT Telekomunikasi
Indonesia (Telkom) Tbk di Jakarta, Minggu.
Meningat pensiun dini diberlakukan terhadap karyawan golongan rendah, maka
dana yang dibutuhkan untuk "goldenshake hand" ini tidak besar, ujarnya.
Sementara pensiun dini sebelumnya yang dilakukan berdasarkan Keputusan
Direksi No. 57 tahun 1995 memerlukan biaya besar yaitu sekitar Rp300 miliar
karena dikenakan terhadap karyawan ber"grade" 4-5.
Program pensiun dini tahun 1995 ditawarkan selama enam bulan sejak Juli 1995
hingga 31 Desember 1995. Besarnya pesangon yang diberikan kepada karaywan
yang memilih pensiun dini pada waktu itu dihitung berdasarkan faktor
tertentu seperti jenjang jabatan, masa kerja dan usia karyawan.
Menurut sumber itu, pertimbangan pensiun dini tersebut didasari pada
keinginan manajemen PT Telkom untuk melaksanakan efisiensi sebagai upaya
untuk meningkatkan nilai perusahaan.
Dengan efisiensi, ujarnya, manajemen menginginkan pada saat program
privatisasi, perusahaan mempunyai posisi tawar menawar yang tinggi terhadap
mitra asing, ujarnya.
PT Telkom saat ini memiliki lebih dari 38.000 karyawan yang tersebar di
tujuh divisi regional di seluruh Indonesia. (an/JP13)
> Heri Susyanto
> ) [EMAIL PROTECTED]
> HP 0818-992013
> & 62 (0) 254 571333 Ext : 1809
> % 62 (0)254 572468 (fax)
>
______________________________________________________________
>From "Heri, Susyanto" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
______________________________________________________________
>From "Riasto Widiatmono" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id