Keunggulan Atheisme (2)
**********************

Jaman sekarang kaum atheist mengandalkan sains dan teknologi sebagai
tuntunan hidup. Penemuan-2 yang dihasilkan dari kemajuan sains dan
teknologi bagi mereka merupakan revelasi dari kehidupan ini. Merekapun
mengandalkan ratio dalam meraih kehidupan yang makmur materiil dan
penuh kenikmatan duniawi. Moral agama tidak lagi dijadikan basis dalam
kehidupan kemasyarakatan atau kenegaraan. Sekularisme yang berkembang
di negara barat memang tidak harus berarti atheisme namun merupakan
sistem kehidupan yang mengenyahkan moral agama. Sedemekian jauhnya
kehidupan sekular berkembang di barat sehingga terdapat larangan untuk
menghadirkan agama dalam public schools.

Memakai ratio, sains dan teknologi tidak bisa dikatakan eksklusif
ciri dari lifestyle kaum atheist, berbagai umat beragamapun banyak
yang hidup secara demikian. Namun institusi atau pimpinan agama
seperti Gereja menanggapi kemajuan sains dan teknologi secara dobel
moral alias dobel standard. Meskipun jelas-jelas mereka memetik
keuntungan keunggulan teknologi militer barat dalam penyebaran
agama yang penuh lumuran darah dan penindasan (dalam satu generasi
saja sebanyak 16 juta indian punah). Tetapi pada pertengahan abad
19 ketika revolusi industri membuka berbagai cakrawala kehidupan,
serta merta gereja katolik roma mendeklarasikan bahwa papacy adalah
infalible (tak bisa berbuat salah). Sikap gereja jaman sekarang
terhadap kemajuan sains dan teknologi tidak berubah yakni pada
prinsipnya hanya menerima kebenaran sains dan teknologi sejauh
sejalan dengan doktrin dan dogma-2 mereka.

Praktek agama banyak menampilkan ironi yang menyolok. Agama Kristen
yang seharusnya mengikuti cara hidup Yesus yang miskin tanpa kekuasaan
duniawi, justru membentuk suatu Gereja (Katolik) Roma yang sejak abad
awal haus akan power dan materiil. Sedemikian kaya rayanya gereja
sehingga paus Innocent III menyombong bahwa Petrus tak bisa lagi
berkata bahwa gereja adalah miskin tanpa emas maupun permata.
Benar! jawab Dominikus yang humble: namun gereja juga tidak lagi
bisa berkata bangkit dan berjalanlah! (mukzizat yang dilakukan oleh
Yesus). Berbisnis dan berpolitik tidaklah terjadi pada hanya masa
lampau gereja, melainkan masih terus berjalan sampai sekarang meskipun
secara tertutup dan rahasia. Berbagai sumber mengatakan bahwa gereja
aktif menanamkan uangnya diberbagai perusahaan bahkan diantaranya
perusahaan yang membuat senjata. Suatu dokumen mengungkapkan bahwa
sesudah perang dunia ke II Paus Pius merancang untuk mendirikan
negara gereja diantaranya terdiri dari Austria dan Polandia.

Problem utama dari agama adalah adanya penyimpangan-2 dalam prakteknya
bukan karena nilai-2 (moral) agama tidak sesuai dengan jaman sekarang.
Seandainya tidak ada penyimpangan-2 agama Kristen adalah agama yang
tidak berbahaya karena terdiri dari orang-2 yang mempraktekkan
hidup miskin dan menjauhkan diri dari urusan politik maupun kekuasaan.
Demikian pula seandainya agama Islam mengikuti secara benar hukum
al-Quran yang diturunkan oleh Allah yang Rahman dan Rahim maka
masyarakat akan menikmati pembebasan, persamaan hak, keadilan dan
kemakmuran.

Meskipun konteks sains, teknologi dan kultur terdapat perbedaan
yang besar antara semasa wahyu (agama monotheisme) diturunkan dengan
jaman sekarang, tidak terdapat perubahan mendasar mengenai martabat
kemanusiaan dan kebutuhan hidup mendasar dari umat manusia.
Manusia membutuhkan kebebasan untuk memilih, membutuhkan persaman hak
asasi tanpa memandang jenis ras ataupun gender, membutuhkan keadilan
yang riil dan konkrit dan taraf kemakmuran hidup yang manusiawi.
Disamping itu semua, satu hal yang merupakan kelebihan dari agama
adalah ia menawarkan suatu jawaban mengenai pertanyaan akan kemana
manusia sesudah kematian. Persis mengenai hal terakhir ini atheisme
tidak bisa menjawabnya.

(bersambung)  

Wassalam,
Eko Raharjo



______________________________________________________________
>From Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke