Gus Dur dan Menperindag Israel Lakukan Pertemuan Rahasia Sumber: Jerusalem Post detikcom - Jakarta, Hubungan dagang RI dengan Israel yang sempat dikritik banyak pihak, tampaknya akan berlangsung. Diam-diam misi dagang Israel telah melakukan pertemuan rahasia dengan Presiden Gus Dur. Bahkan Gus Dur dikabarkan telah menunjukkan dokumen penting. Hasil lawatan itu diungkap Dirjen Departemen Perdagangan dan Industri Israel Reuven Horesh dalam wawancaran dengan Jerusalem Post (25/01/2001), setelah pulang dari Indonesia. Lawatan Horesh ke Indonesia dilakukan pada awal Januari. Untuk menjalin hubungan dagang Israel-RI itu, Horesh menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah memberikan jaminan bahwa tidak akan ada pembatasan-pembatasan maupun ketentuan hukum bagi perusahaan Indonesia yang ingin membangun hubungan dagang dengan perusahaan Israel dan sebaliknya. Horesh yang saat ini menjabat sebagai menteri perdagangan de facto menggantikan Meretz MK Ran Cohen, mengaku bertemu secara pribadi dengan President Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. "Presiden Wahid menyajikan dokumen pemerintah yang isinya menegaskan kembali bahwa tidak ada pelarangan resmi untuk mengadakan hubungan dagang dengan Israel," kata Horesh. Ia menambahkan, Gus Dur menjamin akan menyelesaikan segala masalah menyangkut pengurusan visa bagi pengusaha Israel. Mengeni misi rahasianya ke Indonesia, Horesh menegaskan bahwa itu telah dilaporkan dan disetujui oleh PM Ehud Barak yang saat ini juga menjabat sebagai pejabat sementara Memperindag Israel. Untuk kunjungan ini juga koordinasi dengan Ehud Gonen, atase ekonomi Kedubes Israel di Singapura, untuk mempermudah pengurusan visa bagi pengusaha Israel yang ingin melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia. Meski pertemuan itu dilakukan di Indonesia, tapi tak dijelaskan secara pasti di mana pertemuan Horesh dan Gus Dur itu berlangsung. Setelah pertemuan, bahkan ada follow up pertemuan di Singapura antara pejabat RI dengan Israel. Kadin Israel Gembira Hasil dari pertemuan rahasia Israel-Indonesia, juga disambut hangat oleh Federasi Kadin Israel. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah menindaklanjuti pertemuan tersebut. "Saya berharap seiring dengan pencabutan pembatasan perdagangan, Indonesia akan segera mengumumkan pendirian perwakilan resmi untuk masalah-masalah ekonomi di Israel," kata presiden Federasi Kadin Israel Dan Gillerman dalam pernyataannya. Federasi Kadin Israel ini pernah menjadi tuan ruman bagi delegasi pengusaha Indonesia yang berkunjung ke Israel bulan Mei tahun lalu. Gillerman mengungkapan pihaknya sangat antusias dengan memulihnya hubungan dagang kedua negara. "Potensi perdagangan dengan Indonesia sangat luar biasa," ujar Gillerman antusias. "Volume perdagangan bisa mencapai USD 200 juta pada tahun pertama pencabutan seluruh pembatasan tersebut dan bakal meningkat hingga milyaran dollar dalam tiga tahun." Dibagian lain, Gillerman menekankan hubungan dagang bilateral antara kedua negara akan sangat menguntungkan bila Israel mengespor teknologi komunikasi dan pertanian. Sementara, Indonesia mengekspor bahan-bahan mentah terutama kayu ke Israel. Israel sendiri sudah melakukan hubungan dagangan terbatas dengan Indonesia. Pada tahun 2000, Israel mengekspor bahan-bahan kimia dan komponen elektronik bernilai USD 110 juta ke Indonesia. Sementara nilai impor Israel ke Indonesia mencapai USD 20 juta. Israel mengimpor karet dan furnitur dari Indonesia.(Fit) ===== Taufan __________________________________________________________ Get paid to search..... Just click and sign up http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices. http://auctions.yahoo.com/ ______________________________________________________________ >From Anak Jalanan <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
