Sependapat dengan mas Aswin.
1. Memang ada individu-individu yang menyukai literatur dan istilah asing,
namun tidak semuanya demikian.
2. Banyak istilah kedokteran yang dicarikan bahasa Indonesianya, dan
diupayakan menggunakan istilah Indonesia untuk istilah-istilah yang asing.
3. Bergantung isi tulisan, jika memang bahan yang diperlukan itu ada dalam
literatur asing, tentunya wajib dituliskan. Harus diakui, jumlah literatur
dalam negeri tentunya terbatas dibandingkan literatur dari luar.
4. Suatu tulisan tentunya juga dimaksudkan sebagai sumber informasi ilmiah.
Jika bisa memperoleh informasi dari luar, dan diolah dalam bahasa Indonesia,
maka tentunya informasi tersebut akan dapat menjadi referensi dalam bahasa
Indonesia untuk tulisan-tulisan dimasa mendatang.
5. Masyarakat ilmuwan tentunya dapat menilai sendiri, apakah tulisan yang
disampaikan berbobot atau tidak. Jika sekiranya tidak bernilai, maka dengan
sendirinya tulisan itu hanya akan menjadi bahan tertawaan dan hilang dengan
sendirinya.
> ----------
> From: Aswin G. Sukahar[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, March 25, 2001 2:15 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [UNDIP] Dokter yang Berpikiran Modis
>
> salam pak Nasrullah Idris,
>
> perkenalkan dulu saya alumni ft. undip, baru lulus.
> saya bukan dokter, apalagi doktor,...hanya saja tergelitik dengan email
> bapak ini. sekaligus juga ada beberapa pertanyaan yg mungkin (semoga)masih
>
> ada kaitannya dg tulisan bapak.
> bukankah kalau kita (mahasiswa) dalam menulis tulisan ilmiah dianjurkan
> untuk mencantumkan referensi2 dari tulisan2 ilmiah/ jurnal/ literatur/
> apapun sehubungan dg penemuan seseorang sesuai dg masalah yg kita angkat.
> semakin banyak masalah dan statement yg dicantumkan dg sendirinya akan
> dituntut argumen/ statement yg semakin banyak untk mendukung pemikiran
> kita
> dalam tulisan tsb.
>
> masalah literatur dari barat, bukankah jumlahnya memang sedemikian banyak
> dibanding dg sumber2 dari ngr lain?, karena mereka telah lama
> mengembangkan
> berbagai macam teknologi termasuk kedokteran jauh2 hari, shg apa yg akan
> kita kembangkan saat ini sudah ada precedents-nya di dunia barat? kemudian
>
> tinggal inovasi/ adjustment/ justifikasi, dll. dr. kita bila akan
> diterapkan
> di dalam konteks wilayah tanah air.
>
> teknologi barat yg sudah mengglobal kemudian berdampak bhw, apapun teori
> yg
> kita angkat atau kembangkan tidak bisa mengabaikan teori dari ngr2 barat,
> apalagi untuk masalah2 yg berkaitan erat dg teknologi, sperti kedokteran
> misalnya, yg menciptakan alat2nya siapa? karena teknologi misal, kita
> sudah
> sama/ mirip/ menyusul, berarti teori barat lebih punya adaptability yg
> tinggi? tentunya utk kasus2 yg bisa mengambil precedent dr.
> mereka,...belum
> lagi orientasi sistem pendidikan kita? apakah juga mempengaruhi dalam
> melihat/ mensikapi masalah?
>
> komentar dari bapak akan sangat bermanfaat bagi kami. terima kasih.
>
> salam,
> aswin g. sukahar
>
>
>
> > Pernahkah kita mengamati dokter yang terkadang mengaku sebagai
> >ilmuwan,
> >tetapi sebenarnya masih berpikiran modis. Mereka terjebak oleh image yang
> >seolah-olah sebuah pemikiran kedokteran mempunyai legitimasi keilmuan
> bila
> >datangnya dari Barat. Karya ilmiah pun, mereka anggap bermutu bila
> >menyertakan catatan perpustakaan yang panjang, terutama buku hasil
> >terjemahan dari Inggeris atau Latin. Kalau tidak bisa-bisa dituduh
> >mengada-ada, nyeleneh, atau melanggar kaidah-kaidah keilmuan yang sudah
> >disepakati.
> > Lihat saja gayanya saat berbicara ketika membacakan makalah atau
> >memberi ceramah. Bangga sekali mereka mengungkapkan argumentasi peneliti
> >maupun pengajar dari perguruan tinggi selevel Harvard of University.
> >Sementara para pendengar yang terkesimak mengangguk-anggukan kepalanya
> >setiap sebentar.
> >
> >
> >Salam,
> >
> >Nasrullah Idris
> >
> >
> >______________________________________________________________
> > >From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
> >Milis Archive: http://messages.to/archives or
> http://messages.to/archives2
> >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>
> _________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
>
> ______________________________________________________________
> >From "Aswin G. Sukahar" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>
______________________________________________________________
>From "Alphons Quendangen (drg)" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id