Kadang kala muncul pertanyaan sekolah ke Jerman ...mungkin ini dapat
dijadikan bahan pertimbangan ..selamat menikmatinya ...


> On Tue, 15 May 2001, I Made Wiryana wrote:
> 
> > ================================DAAD MILIS=================================
> > I Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> salah satu anggota daad-milis 
>bersabda :
> > --------------------------------------------------------------------------
> > Prolog :
> > 
> > Tulisan ini jawaban atas salah satu pertanyaan di milis pau-mikro.  Siapa
> > tahu ada yang mau nambahin, membantah, ueberweissung ke konto gua, atau
> > lain-lainnya.  
> > 
> > Sorry buat rekan-rekan Goettingen "urusan koran-nya disinggung-singgung"
> > 
> > Viel Spass 
> > 
> > IMW
> > 
> > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > Menyambung pertanyaan salah satu anggota milis soal sekolah ke Jerman 
> > saya tuliskan singkat beberapa hal.  Beberapa informasi adalah informasi 
> > tak resmi, berdasarkan pengalaman sendiri dan pengalaman teman-teman.  
> > Jadi mungkin bisa berbeda dengan informasi resmi 8-).
> > 
> > SISTEM PERGURUAN TINGGI DI JERMAN 
> > ================================= 
> > 
> > Di Jerman ada 2 jenis pendidikan tinggi utama : Fachchochschule dan
> > Universitas (FH ini mirip semacam polyteknik, menekankan pada bidang
> > aplikasi).  Studi di FH tak dapat mencapai gelar doktor dan ditujukan
> > bagi mereka yang ingin ke industri langsung.  Jenis lainnya adalah
> > Musikhochschule (untuk musik) dan Pedagogische Hochschule (untuk
> > pendidikan)
> > 
> > Sistem Universitas di Jerman, berbeda dengan di Indonesia, tidak ada
> > "panduan"  ketat per semester, dan urutan mata kuliah A, B, C.  Artinya
> > mahasiswa harus menentukan sendiri, kuliah, latihan, seminar, ujian yang
> > akan diikutinya.  Ini memberikan "kebebasan yang sangat besar", tapi bisa
> > juga "menjerumuskan" mahasiswa ke kondisi kelewat santai (banyak beberapa
> > mahasiswa Indonesia yg terjebak ke situasi ini.. lho sudah 8 tahun tapi
> > belum ujian apa-apa, karena keasikan kerja atau kesibukan lainnya).
> > 
> > Mahasiswa benar-benar dituntut untuk mandiri menentukan apa yang ingin
> > dia pelajari, ujian yang dia ikuti, dan apa yang dia lakukan dan dia
> > maui.  Terkadang perkuliahan dilakukan dalam ruang auditorium besar
> > (sampai 600 siswa).  Sehingga kesiapan "mental" mahasiswa untuk belajar
> > mandiri perlu benar-benar dipertimbangkan bila memilih kuliah di
> > Universitas.  Kuliah rata-rata dilakukan dalam bahasa Jerman, walau di
> > beberapa Universitas (seperti Bielefeld tempat saya) ada juga beberapa
> > kuliah yang dilakukan dalam bahasa Inggris.
> > 
> > Model perkuliahan tersusun dari Vorlessung (perkuliahan), Seminar 
> > (semacam diskusi dalam ukuran kecil), dan Ubung (latihan).  Ujian 
> > dilakukan langsung dengan Profesor yang bersangkutan.  Rata-rata ujian 
> > bersifat lisan, ada juga sih yang tulisan. 
> > 
> > Sistem FH (nama internasionalnya sekarang sering disebut sebagai
> > University of Applied Science) lebih diatur secara ketat mirip dengan
> > sistem perkuliahan di Indonesia, misal urutan perkuliahan, praktek, dan
> > lain sebagainya.  Mana yang lebih baik ini bergantung dengan tujuan
> > sekolah.  FH rata-rata disukai oleh orang Jerman yang ingin langsung
> > bekerja di industri.  Sedangkan Universitas lebih disukai bagi mereka
> > yang ingin berkarir di riset dan pengembangan, atau di akademik.
> > 
> > Secara "gengsi" memang masih ada anggapan di masyarakat Jerman bahwa Uni
> > lebih "bergengsi" dari FH, karena rata-rata Prof/Doktor kelas 1 yang ada
> > di Uni.  Tetapi anggapan ini mulai bergeser dengan makin majunya sistem
> > di FH (termasuk staff-nya yang makin berkualitas), dan makin digemarinya
> > FH oleh masyarakat (karena materinya yg lebih siap diterapkan untuk
> > bekerja), serta kerjasama Uni-FH yang ada untuk menyediakan pengajar dan 
> > fasilitas.
> > 
> > Seperti FH Bielefeld, dengan Uni Bielefeld relatif memiliki staff
> > pengajar, Prof yang sama, akses ke fasilitas (lab dan perpustakaan) juga
> > sama (he.he ini yang jarang di Indonesia).  Hanya yang berbeda mekanisme
> > pendidikan yang ditawarkan.  Bagi yang suka "kebebasan" silahkan masuk ke
> > Uni, bagi yang suka "tuntunan" silahkan masuk ke FH.
> > 
> > Beberapa FH sekarang sudah menawarkan "International Master" yang
> > menggunakan program berbahasa Inggris.  Tetapi saya sendiri belum tahu
> > pasti penyetaraan lulusan ini. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan
> > bagi mahasiswa dari Indonesia mungkin adalah PENYETARAAN ijazah di
> > Indonesia (bagi yang ingin kembali ke Indonesia).  Silahkan hubungi DIKTI 
> > bagian penyetaraan IJAZAH untuk hal ini.
> > 
> > Gelar tingkat pertama dari Universitas/FH di Jerman adalah Diplom (misal
> > Dipl Inf., Dipl Ing., dll). Gelar ini bisa setara dg Master, ada juga
> > yang menyetarakan dengan Bachelor 8-( tiap Universitas berbeda). Bidang
> > sosial memiliki gelar "Magister".  Sedangkan gelar berikutnya Dr (Dr Ing,
> > Dr rer nat, dll).  Beberapa Universitas di Jerman mulai melakukan 
> > "reformasi" dengan juga menyediakan gelar "Master". Kebetulan di 
> > Bielefeld juga telah melakukan hal ini.
> > 
> > URL sebagai informasi tambahan  bisa dibaca:
> > 
> > University Education in the US, UK and Germany: A Quick Comparison
> > http://www.rvs.uni-bielefeld.de/publications/Discussions/comp-ed.html
> > 
> > Karena sifatnya yang bebas di tiap Universitas, maka tidak ada patokan
> > yang sama di Universitas di Jerman. Relatif tak ada yang namanya
> > "kurikulum nasional" dan standarisasi mata kuliah (berbeda dg USA, UK,
> > atau Australia yang memiliki panduan untuk itu).  Bahkan suatu nama mata
> > kuliah bisa saja isinya sangat berbeda, antar universitas. Hal ini
> > mempengaruhi juga proses penyetaraan ijazah ketika kita melanjutkan studi
> > di universitas Jerman
> > 
> > Artinya bisa saja seorang lulusan S1 dari Indonesia, mendaftar di salah
> > satu Universitas akan "dihargai" VorDiplom (sebelum Diplom) misal
> > dihargai di semester 5.  Tetapi ketika dia mencoba melamar ke Universitas
> > lain bisa dihargai sudah lewat Dipl, dan berhak melanjutkan langsung ke
> > studi Doktor setelah melewati ujian persamaan (Annerkenung).  Dan ini
> > juga tak berkaitan dengan "kualitas"  Universitas/Profesor tersebut.  
> > <INI ADALAH INFORMASI TIDAK RESMI BERDASARKAN PENGALAMAN BEBERAPA REKAN,
> > JADI MUNGKIN AKAN BERBEDA DENGAN INFORMASI RESMI DARI KEDUBES JERMAN ..
> > he. he. he >
> > 
> > Jadi sebaiknya carilah informasi yang tepat, mengenai profesor, bidang
> > riset, working group, dan universitas, juga kota yang ingin dituju.  
> > Saran saya, jangan terpaku pada kota besar, atau universitas yang
> > memiliki nama besar. Juga dalam mengajukan lamaran ke universitas,
> > sebaiknya lengkapi dengan informasi yang ditail mengenai studi (termasuk
> > keterangan tentang tiap mata kuliah yang pernah diambil), atau pekerjaan
> > yang pernah dilakukan. Mencari informasi itu penting, karena seperti
> > ungkapan yang dikenal di Jerman
> > 
> >    "Studieren ist wie Sex, Ja mehr du weisst, dessto besser wird es".  
> > 
> > Kuliah itu seperti sex, makin anda memahaminya, maka akan makin baik 8-)
> > 
> > Bahasa Jerman memang penting untuk hidup sehari-hari, belanja, ngobrol
> > diskusi, ikut party, membaca beberapa buku, majalah, nonton TV dan
> > kuliah.  Syarat untuk bahasa untuk kuliah di Jerman secara resmi, adalah
> > harus memiliki ijazah DSH (atau dulu namanya PNDS).  Ujian ini bisa
> > diambil di Indonesia, ataupun di Jerman.  Ijazah yang di bawah level ini
> > adalah yang namanya ZDaF.
> > 
> > Beberapa Universitas mensyaratkan ijazah ini sebagai "WAJIB", jadi kita
> > harus memilikinya sebelum bisa kuliah di tempat tersebut.  Sedangkan
> > beberapa Uni tidak begitu mensyaratkan (dan hanya bergantung pada
> > profesor pembimbing kita).  Misal di Bielefeld, Paderborn, ijazah DSH ini
> > tak wajib, tapi bergantung profesor, biasanya ZDaF sudah cukup untuk
> > memulai perkuliahan.  Pada umumnya kalau kita menulis thesis pakai bahasa
> > Inggris, kita tak perlu memiliki ijazah DSH ini.  Sedangkan di Uni lain
> > masalah DSH ini bisa jadi sandungan.. kalau nggak punya ijazah DSH nggak
> > bisa kuliah.
> > 
> > Berikut ini pengelompokkan universitas berdasarkan pendekatan yang 
> > digunakannya (nyontek dari majalah STERN)
> > 
> > Jenis I : Misal untuk universitas yang memiliki bimbingan yang baik bagi
> > mahasiswa, masa kuliah yang relatif lebih cepat.
> > 
> > Jenis II : Universitas/fh jenis ini biasanya kuat di bidang penelitian.
> > 
> > Jenis III : Jenis ini adalah universitas/fh yang memiliki kontak dengan
> > lapangan pekerjaan sangat erat.  Sehingga pengetahuan praktis sangat
> > banyak diberikan.
> > 
> >             Jenis I         Jenis II        Jenis III
> > -----------------------------------------------------------------------
> > 
> > Anglistik   Uni Bamberg     FU Berlin
> >             Uni Eichstaert  Uni Freiburg
> >             Uni Giessen     Uni Giessen
> >             Uni Regensburg  Uni Muenchen
> >                             Uni Tuebingen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Arsitektur  HdK Berlin      ->tak ada <-    HS Anhalt
> >             BTU Cottbus                     FH Biberach
> >             AdbK Stutrgart                  FH Heildelberg
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Sipil               TU Braunsweig   RWTH Aachen     RWTH Berlin
> >             BTU Cottbus     TU Muenchen     FH Biberach
> >             Uni Rostock
> >             Uni Weimar
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Bisnis              EAP Berlin      Uni Mannheim    HS Anhalt
> >             TU Chemnitz     Uni Muenchen    FH Biberach
> >             Uni Eichstaett  Uni Muenster    ISM Dortmund
> >             TU Bergakademie                 FH Erfuert
> >                Freiberg                     
> >             WHU Koblenz                     FH Hildesheim
> >             EBS Oestrich-                   FH Konstantz
> >                 Winkel      
> >             Uni Potsdam                     FH Lausitz
> >                                             FH Merseburg
> >                                             FH Nuertingen
> >                                             FH Reutlingen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Kimia               Uni Jena        Uni Marburg
> >             Uni Leipzig     TU Muenchen
> >             Uni Marburg
> >             TU Muenchen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Elektroteknik       TU Chemnitz     TU Bransweig    FH Ausburg
> >             TU Dresden      Uni Stuttgart   FH Landshut
> >             TU Ilmenau                      FH Telekom Leipzig
> >             Uni Kiel                        FH Ulm
> >             Uni Rostock                     HS Wismar
> >             Uni GH-Siegen
> >             Uni Ulm
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Pedagogik   Uni Bamberg     Uni Bielefeld
> >             TU Chemnitz     Uni Muenchen
> >             Uni Eichstaett
> >             Uni Tuebingen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Germanistik Uni Bamberg     FU Berlin
> >             TU Chemnitz     Uni Freiburg
> >             Uni Greifswald  Uni Muenchen
> >             Uni Jena        Uni Tuebingen
> >             Uni GH-Siegen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Sejarah             RWTH Aachen     Uni Bielefeld
> >             Uni Bamberg     Uni Freiburg
> >             Uni Bayreuth    Uni Muenchen
> >                             Uni Muenster
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Informatik  TU Chemnitz     Uni Karlsruhe   FH Furwangen
> >             Uni Halle-      TU Muenchen     HTWK Leipzig
> >                 Wittenberg
> >             TU Ilmenau      Uni GH-Paderborn
> >             Uni Jena        Uni Saarbrucken HTW Mittweida
> >             Uni Magdeburg                   FH Schmalkalden
> >             Uni Rostcok                     HTW Zittau
> >                                             FH Zwickau
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Hukum               Uni Bayreuth    --tak ada---
> >             Uni Dusseldorf
> >             Eropa Uni Frankfurt
> >                 am Oder
> >             Uni Halle-Wittenberg
> >             Uni Jena
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Mesin/proses    Uni Bremen  RWTH Aachen     FHTW Berlin
> >             TU Chemnitz     TU Muenchen     FH Erfurt
> >             TU Clausthal    Uni Stuttgart   FH Lautsitz
> >             TU Dresden                      FH Offenburg
> >             TU Bergakademie                 FH Zwickau
> >                Freiberg
> >             TU Ilmenau
> >             Uni Kaiserlautern
> >             Uni Rostock
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Matematik   TU Chemnitz     Uni Bielefeld
> >             TU Clausthal    Uni Heidelberg
> >             TU Dresden      Uni Muenster
> >             TU Bergakademie
> >                Freiberg
> >             Uni Halle-
> >                 Wittenberg
> >             TU Ilmenau
> >             TU Muenchen
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Fisika              Uni Ausburg     Uni Heidelberg
> >             Uni Bayreuth    Uni Karlsruhe
> >             Uni Chemnitz    Uni Konstanz
> >             TU Dresden      TU Muenchen
> >             Uni GH-Essen    Uni Wurzburg
> >             Uni Jena
> >             Uni GH-Kassel
> >             Uni Leipzig
> >             Uni Roestock
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Psikologi   Uni Bamberg     Uni Freiburg
> >             TU Braunsweig   Uni Konstanz
> >             Uni Graifswald  
> >             Uni Jena
> >             Uni Potsdam
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Ekonomi     Uni Leipzig     Uni Kiel
> > kerakyatan  Uni Regensburg
> > -----------------------------------------------------------------------
> > 
> > 
> > BIAYA PENDIDIKAN
> > ================
> > 
> > Biaya kuliah di Jerman relatif rendah (alias tak perlu bayar SPP), baik
> > untuk warga negara Jerman, ataupun bukan.  Biasanya mahasiswa hanya perlu
> > membayar uang yang namanya "Sozialgebuhren". Ini untuk mendapatkan
> > beberapa fasilitas bagi mahasiswa, misal agar bisa makan di MENSA dengan
> > harga mahasiswa, di beberapa negara bagian, ticket kereta/bus/trem tak
> > perlu bayar. Sozailgebuhren ini sekitar 200 DM/semester.
> > 
> > Bagi yang ingin meneruskan pendidikan tinggi ke Jerman biaya yang
> > terbesar adalah di tahun pertama (ketika belum tahu apa-apa, harus kursus
> > bahasa, dan belum bisa kerja sampingan).  Biaya itu meliputi :
> > 
> > 1. Uang kursus bahasa Jerman. Bila kita ingin mencapai ijazah DSH, rata-
> >    rata dibutuhkan kursus bahasa sekitar 1 tahun (ini dari nol 
> >    pengetahuan bahasa Jerman). Biaya sekitar 700 DM/triwulan - ini
> >    biaya di Paderborn/Bielefeld. 
> > 
> > 2. Asuransi (untuk mahasiswa usia di bawah 30 tahun sekitar 100 
> >    DM/bulan). Bila usia makin tua, asuransi akan semakin mahal.
> > 
> > 3. Dana untuk membayar Sozialgebuhren 200 DM/semester.
> > 
> > 3. Biaya hidup (karena relatif belum bisa bekerja).  Ini bisa sekitar
> >    700-1000 DM, tergantung gaya hidup...   Untuk kontrak Studenten-
> >    wohnheim (asrama mahasiswa) sekitar 250-350 DM/bulan.  Akan lebih
> >    murah kalau pas bisa dapat orang yang mengontrakkan murah (misal
> >    nenek-nenek butuh teman jaga rumah kosong..).  Biaya hidup ini akan
> >    disertakan dalam "dana jaminan". Setiap orang minimal memiliki tempat 
> >    tinggal seluas 14 m2
> > 
> > 4. Dana jaminan untuk visa (sekitar 120 juta). 60 juta dari dana ini
> >    harus ada di account orang tua (wali) di Indonesia. 60 diblokir dan
> >    dipastikan dalam 1 tahun dikirim perbulan sekitar 1000 DM ke salah
> >    satu account bank di Jerman (milik si anak yang sedang studi). Serta 
> >    ada orang tua yang memiliki penghasilan tetap.
> > 
> > Bagi mereka yang baru lulus dari SMA, biasanya harus menempuh "StudCol"  
> > (Student College) semacam "Foundation" kalau di Australia.  Yaitu tahun
> > penyetaraan antara lulusan SMA di luar Jerman degnan di Jerman.  Di
> > samping itu semasa StudCol juga siswa mengikuti kursus bahasa Jerman. 
> > StudCol ini tidak di tiap kota ada, beberapa kota yang memiliki StudCol 
> > adalah Aachen, Muenster, Muenchen, Tubingen, dll...  Biaya StudCol ini 
> > saya sendiri kurang tahu... 8-) bisa langsung ditanyakan ke StudCol yang 
> > bersangkutan.
> > 
> > Penduduk Jerman sendiri dapat memperoleh biaya pendidikan melalui program
> > yang namanya Bafoeg (Bundesausbildungsfoerderungsgesetz)  
> > [http://www.bafoeg.bmbf.de].  Dengan dana ini setiap mahasiswa memperoleh
> > dana sekitar 1140 DM/bulan dari negara. Dapat/tidaknya dana ini
> > ditentukan oleh pendapatan orang tua, jumlah anak dalam keluarga dan
> > beberap hal.  Jadi relatif Bafoeg bukan untuk mahasiswa asing 8-)
> > 
> > Bagi mereka yang tak memperoleh Bafoeg ini biasanya mereka mencoba dana
> > dari yayasan semacam Konrad-Adenauer-Stifftung (yayasannya partai CDU),
> > atau dari Friedrich-Ebert-Stifrung (yayasannya partai SPD).  Untuk
> > informasi mengenai yayasan dapat dibaca di [http://www.stiftverband.de].  
> > Yayasan tersebut juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing. Salah
> > satu sumber lainnya adalah Deutsche Akademsiche Austauschdiesnt (DAAD)  
> > [http://www.daad.de].  Dan juga Katolische Akademische Austauschdienst
> > (KAAD).  KAAD walaupun lembaga katolik tapi menyediakan beasiswa terbuka.
> > 
> > Biasanya para mahasiswa mencari pekerjaan sampingan (istilahnya Jobben).  
> > ntuk itu bisa ditemukan informasi di tiap Universitas di bagian yang
> > namanya "Studententewerk". Aturannya bagi yang memperoleh penghasilan
> > sampingan lebih dari 630 DM maka harus membayar Rentenkasse (tunjangan
> > pensiun). Begitu juga bagi yang bekerja lebih dari 15 jam/minggu. Batas
> > bekerja sampingan sebagai mahasiswa dalam 20 jam seminggu dan 26 minggu
> > per tahun.  Bila lebih dari itu, maka dianggap mahasiswa part time, dan
> > pekerja tetap.
> > 
> > Rata-rata para mahasiswa setelah selesai masa "orientasi" (maksudnya
> > pengenalan medan, punya teman dan kenalan, bisa sedikit bahasa Jerman).  
> > Mereka dapat mencari pekerjaan sampingan.  Misal MacDonnald, pengantar
> > koran, inventory gudang, menjaga parkir dll. Dan rata-rata bisa
> > memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang diusahakan sekitar 600-700 DM
> > (sebetulnya kesempatan untuk mencapai pendapatan lebih dari itu selalu
> > terbuka, tetapi batasan pajak yang sering membuat mereka menahan diri
> > untuk tak melebihi batas itu).
> > 
> > Ketika masa liburan, banyak mahasiswa yang pergi ke kota yang banyak
> > menyediakan pekerjaan.  Saat itu dimanfaatkan utnuk mengumpulkan biaya,
> > yang akan digunakan dalam tahun mendatang. Beberapa kota seperti
> > Wolfsburg (pabrik VW), Hannover (banyak pekerjaan saat pameran),
> > Muenchen, Berlin, Aachen, Stuttgart, menjadi sasaran untuk mencari
> > pendapatan di masa liburan.  Kota yang khas seperti "Goettingen" memiliki
> > sumber Jobben yang lumayan dan tetap bagi mahasiswa Indonesia yaitu
> > "pengantar koran" 8-)  karena banyaknya mahasiswa Indonesia di kota ini
> > melakukan pekerjaan sampingan mengantar koran sembari berolah raga pagi.
> > 
> > Universitas juga menyediakan kesempatan bekerja (istilahnya jadi Hiwi -
> > alias tenaga bantu-bantu Prof/Doktor).  Salah satu hal yang enak kalau
> > Hiwi di Uni adalah bisa dekat dengan Profesor, dan dapat pengalamam
> > magang di Unversitas.
> > 
> > URL :
> > Research Careers in German Universities
> > http://www.rvs.uni-bielefeld.de/publications/Discussions/german-research.html
> > 
> > Perbandingan Universitas di Jerman
> > http://www.stern.de/studienfuehrer
> > 
> > Berikut ini ringkasan biaya yang dibutuhkan sampai selesai untuk tiap
> > bidang studi (sumber dari majalah STERN)
> > 
> >             Jerman barat     eks Jerman Timur
> > Seni                122.200                 88.300
> > Filosofi    118.400                 86.400
> > Psikologi   116.100                 84.700
> > Sejarah             114.700                 83.900
> > Kedokteran  111.200                 81.700
> > Sosiologi   109.800                 80.900
> > Arsitektur  109.100                 80.400
> > Informatik  107.000                 79.200
> > Mesin               105.600                 78.300
> > Elektronik  104.100                 77.300
> > Sipil                98.300                 73.400
> > Kimia                97.600                 72.900
> > Bisnis/ekonomi       95.400                 71.500
> > Farmasi              88.900                 67.000
> > Hukum                86.600                 65.500
> > 
> > Biaya tersebut adalah biaya yang dikeluarkan hingga tamat Dipl termasuk
> > biaya : sewa rumah, buku, transport/perjalanan, biaya makan/minum (dengan
> > ukuran orang Jerman).  Biasanya kalau diikutin "kata hati", makanan asia
> > itu jatuhnya lebih mahal daripada cara makan ala Jerman. Untuk berbelanja
> > tersedia berbagai "jenis supermarket" dengan jenis harga.  Misal
> > supermarket ALDI, PennyMarkt memberikan harga yang cukup murah, tetapi
> > dengan pilihan yang terbatas.
> > 
> > Rata-rata memang biaya di bekas negara Jerman Timur lebih rendah daripada
> > Jerman Barat.  Tetapi perlu juga diperhatiakn faktor non teknis, misal
> > kadang masih adanya gangguan keamanan dari anggota "neo Nazi" pada
> > beberapa kota eks Jerman Timur (untuk cerita soal ini mending japri aja..
> > he. he.) Memang jumlah ini sekarang makin minim, jadi sudah tidak begitu
> > sifnifikan lagi.  Hanya perlu waspada saja.
> > 
> > Di majalah STERN ada daftar perkiraan perbadingan biaya hidup tiap kota 
> > di Jerman.  Sebagai contoh :
> > 
> > Aachen :
> >     Penduduk 243.825 mahasiswa 15%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 236,55 DM/bulan
> >             Privat : 15,30 Dm/m2
> >     Biaya semester : 206 DM (RWTH) 85 DM (FH).
> > 
> > Bayreuth :
> >     Penduduk 73.967 mahasiswa 9%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 279, 05 DM/bulan
> >             Privat : 12,99 Dm/m2
> >     Biaya semester : 86 DM (TU Bayreuth)
> > 
> > Berlin :
> >     Penduduk 3.386.667 mahasiswa 4%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 287,40 DM/bulan
> >             Privat : 13,19 Dm/m2
> >     Biaya semester : 153 DM (Freie Uni),
> >                       150 DM (Humboldt)
> >                       153 DM (TU Berlin)
> > 
> > Bielefeld :                   
> >     Penduduk 321.125 mahasiswa 8%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 261,50 DM/bulan
> >             Privat : 13,45 DM/m2
> >     Biaya semester : 186 DM 
> > 
> > Braunsweig :
> >     Penduduk 246.322 mahasiswa 6%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 267,08 DM/bulan
> >             Privat : 14,15 DM/m2
> >     Biaya semester : 232 DM 
> > 
> > Bremen :
> >     Penduduk 540.330 mahasiswa 5%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 302 DM/bulan
> >             Privat : 14,87 Dm/m2
> >     Biaya semester : 165 DM 
> > 
> > Chemnitz :
> >     Penduduk 263.222 mahasiswa 2%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 241,88 DM/bulan
> >             Privat : 13,55 Dm/m2
> >     Semester ticket : 123 DM
> > 
> > Clausthal:
> >     Penduduk 15.501 mahasiswa 16%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 280,36 DM/bulan
> >             Privat : 13,33 Dm/m2
> >     Biaya semester : 167 DM 
> > 
> > Dortmund :
> >     Penduduk 590.213 mahasiswa 6%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 295,43 DM/bulan
> >             Privat : 14,21 Dm/m2
> >     Biaya semester : 201 DM
> > 
> > Dresden :
> >     Penduduk 476.668  mahasiswa 1%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 206 DM/bulan
> >             Privat : 12,16 Dm/m2
> >     Biaya semester : 195 DM
> > 
> > Dusseldorf :
> >     Penduduk 568.855 mahasiswa 6%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 305,26 DM/bulan
> >             Privat : 16,45 Dm/m2
> >     Biaya semester : 201 DM
> > 
> > Goettingen :
> >     Penduduk 124.775 mahasiswa 19%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 229,40 DM/bulan
> >             Privat : 15,72 Dm/m2
> >     Biaya semester : 171 DM
> > 
> > Hamburg :
> >     Penduduk 1.704.735 mahasiswa 4%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 303 DM/bulan
> >             Privat : 17,73 Dm/m2
> >     Biaya semester : 300 DM (TU Hamburg)
> >                       304 DM (Uni Hamburg)
> > 
> > Muenchen :
> >     Penduduk 1.194.560 mahasiswa 6%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 332,06 DM/bulan
> >             Privat : 21,20 Dm/m2
> >     Biaya semester : 55 DM (TU Muenchen)
> >                        55 DM (Ludwig Maximilian)
> > 
> > Stuttgart :
> >     Penduduk 582.443 mahasiswa 4%
> >     Biaya tempat tinggal
> >             asrama : 337,60 DM/bulan
> >             Privat : 17,51 Dm/m2
> >     Biaya semester : 210 DM (Uni Stuttgart)
> >                       98 DM (Uni Hohenheim)
> > 
> > Segitu dulu, sekilasi pandang sekolah di Jerman
> > 
> > IMW dan Anthi
> > 
> > 
> > ================================DAAD MILIS=================================
> > subscribe : [EMAIL PROTECTED]
> > Milis ini wadah ngobrol, ngegosip, ngilangin stress..... bitte 1 Mark

Jlitheng
---------------------------------------------
+++      Email dikirim dng PINE 4.21     ++++
+++       Cantrik Padepokan Nakula       ++++
--------------------------------------------- 

______________________________________________________________
>From Jlitheng <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke