Gus Dur, terimakasih
Gus Dur menunjukkan pada kita, "what is possible". Kalau pun sementara kita
gagal, itu karena kita tidak mengimbangi secara cerdas. Gus Dur membuka
pintu pada dunia yang belum pernah ada di Indonesia. Kita yang ragu-ragu
untuk melangkah masuk.
Gus Dur adalah nafas kebebasan, keragaman, kemanusiaan. Untuk beberapa saat,
Gus Dur memberikan pada kita pemerintahan yang terang dan tegas melawan
korupsi dan kekerasan. Kita pernah mendapat "prague spring", jendela
kesegaran di antara 2 orde munafik dan serakah.
Andaikata minggu lalu tidak terjadi kejatuhan moral etika politik, hari-hari
ini kita bakal menyaksikan proses penyidikan dan peradilan pada koruptor
besar. Kini mereka bernafas lega. Pelanggar HAM masih bisa membangun benteng
politik. Andaikata tidak dikhianati, hari-hari ini kita masih punya
kemewahan, memiliki soerang manusia besar sebagai presiden.
Gus Dur memberikan pada kita percaya diri, pembersihan moral, dimensi
kemanusiaan, yang belum pernah kita rasakan sebagai bangsa. Kegagalan
politik mengingatkan pada kita bahwa kita tidak boleh picik dalam mendukung
seorang besar. Akhirnya kita belajar bahwa kita harus mendukung sorang
presiden yang manusiawi, bukan bertanding ego.
Kita sadar bahwa kita tidak boleh netral dalam menghadapi suatu kejahatan
kolektif suatu orde politik. Konspirasi politik para perusak negara tidak
bisa dilawan oleh kegenitan intelektual.
Kepada saya pribadi, Gus Dur menunjukkan bahwa ternyata ada juga tokoh
publik yang bisa saya kagumi dan percayai. Orang yang bisa saya cintai
dengan sepenuh hati. Gus Dur adalah ayah saya, guru saya, dan kawan guyon
paling akrab. Gus Dur menujukkan bahwa kita boleh bernegara dengan
kelembutan, keceriaan dan kepolosan
______________________________________________________________
>From "Akbar Ibrahim" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id