Any comment? ;) Kalo bener, kok nggilani ya? :(
-- Forwarded Message --
Sumber : http://www.eramuslim.com/article/view/6295/
4000 Pegawai Israel di WTC Absen Pada Hari Meletusnya Tragedi
Tgl. publikasi: 19/9/2001 17:07 WIB
eramuslim, Washington - Jika analisa ini benar, maka kemungkinan besar,
orang-orang Yahudi-lah sebagai pelaku penghancuran gedung WTC dan
Pentagon, namun mengalihkan pelaku penghancuran itu pada orang-orang
Arab.
Setelah mencermati semua kejadian yang berlangsung, ada sejumlah hal-hal
menarik, antara lain;
1. Tersangka utama Adnan dan Amir Bukhari sebagaimana yang resmi
diumumkan pemerintah AS, terbukti kemudian tidak benar. Amir Bukhari
elah tewas setahun lalu dalam suatu kecelakaan pesawat terbang.
2. Pembajak yang yang disebutkan FBI mati dalam kasus penabrakan pesawat
ke gedung WTC, ternyata ditemukan masih hidup di Arabia. Ia tidak
terlibat, dan KTP-nya dicuri saat ia berada di USA. Mossad kemungkinan
besar dapat mencuri KTP tersebut.
3. Barbara Olson salah satu saksi mata, tak pernah menyebut-nyebut
satupun nama-nama orang Arab dalam peristiwa berdarah tersebut.
Selanjutnya, dalam suatu laporan di InformationTimes.com, disebutkan
4000 pegawai WTC keturunan Israel absen pada hari terjadinya serangan
berdarah di New York. Laporan di situs itu memaparkan kejadiannya
sebagai berikut.
Dengan diumumkannya serangan pada WTC New York, seluruh media
internasional, khususnya media Israel, bergegas mengambil keuntungan
dari insiden tersebut. Media massa Israel semula menuliskan suasana
berkabung atas matinya 4000 pegawai Israel yang bekerja pada dua menara
itu. Tapi tiba-tiba, tak satupun dari 4000 orang itu disebutkan termasuk
dalam daftar korban tragedi WTC New York.
Kemudian teka-teki itu menjadi clear, saat diketahui bahwa ternyata
mereka telah diingatkan untuk tidak masuk kantor pada hari insiden itu
terjadi.
Tak satupun disebutkan adanya orang Israel yang tewas atau luka dalam
tragedi serangan berdarah itu. Sumber-sumber diplomatik Arab
mengungkapkan pada harian al-Watan, Jordania, bahwa orang-orang Israel
yang absen pada hari itu, atas peringatan dari Aparat Keamanan Israel,
Shabak.
Fakta inilah yang menimbulkan kecurigaan para pejabat Amerika yang ingin
mengetahui, bagaimana bisa pemerintah Israel mempelajari insiden
tersebut sebelum terjadi. Atas dasar alasan tersebut, fakta yang
sesungguhnya itu tidak pernah diinformasikan penguasa AS. Jadi daftar
tersangka kasus penghancuran WTC dan Pentagon yang keburu beredar itu
adalah keliru belaka.
Kecurigaan kian mengembang setelah harian Israel Yadiot Ahranot
mengungkap bahwa Shabak telah mencegah PM Ariel Sharon agar tidak
melakukan perjalanan ke New York, khususnya ke kota pantai sebelah timur
untuk berpartisipasi dalam sebuah festival yang diorganisasi oleh
organisasi-organisasi Zionis yang mendukung Israel.
Aharon Bernie, komentator pada harian itu mengangkat isu tersebut dan
menyimpulkannya secara negatif. Bernie tidak memberi kesimpulan tentang
kejadian itu. Ia memang mengakui adanya peran Shabak di balik urungnya
Sharon berpartisipasi dalam acara festival di New York. Tapi lagi-lagi
ia tak memberi komentar apapun.
Bernie menambahkan bahwa Sharon, memang gembira ketika diminta untuk
memberikan pidatonya pada puncak festival. Tapi kemudian Sharon meminta
pimpinan organisasi untuk menghubungkan Shabak, agar merubah posisinya.
Hari berikutnya setelah sekretaris Sharon secara resmi mengumumkan,
ternyata terbukti Sharon tidak jadi berpartisipasi pada hari terjadinya
insiden.
Terkait dengan itu, harian Israel Ha'aretz mengungkapkan bahwa FBI
menangkap 5 orang Israel 4 jam setelah terjadinya serangan pada Menara
Kembar WTC. Kelima orang itu ditangkap saat sedang memfilmkan peristiwa
terbakarnya gedung pencakar langit itu dari atap kantor mereka.
FBI menangkap kelima orang tersebut karena gelagatnya mencurigakan.
Mereka dikatakan telah mengambil gambar saat terjadinya tragedi itu
dengan video, yang diinterpretasikan sebagai bentuk sorak-sorai dan
kepuasan orang-orang Yahudi. (stn)
-- end messages --
---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.281 / Virus Database: 149 - Release Date: 18/09/01
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 50
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id