On Mon, 1 Oct 2001, [iso-8859-1] Agus B Raharjo wrote:
 
> Lah kalau pejabat publik bagaimana mas eko, apakah alamat, no. telp dan
> kekayaanya juga suatu hal yang rahasia..???
> 
> Agus B Raharjo

Menurut saya semua informasi mengenai pejabat yang ada
hubungannya dengan fungsi jabatannya mestinya accesible
untuk umum. Masyarakat berhak punya kemudahan untuk
berkomunikasi dengan pejabat terutama mereka yang
memegang posisi penting seperti menteri, walikota, anggota
DPR dst. Oleh karena itu pejabat HARUS menyediakan alamat,
apakah itu alamat surat, nomer telepon atau email address
yang bisa dikontak. Disini dengan mudah orang bisa menulis
surat baik itu ke major, menteri ataupun perdana mentri.
Bahkan terhadap wakil rakyat (MP, alderman) warga negara
disini practically bisa setiap saat menelepon untuk
menyampaikan segala macam concernnya. Sesungguhnya justru
pejabat sendiri butuh berkomunikasi dengan masyarakat.
Kalau tidak bagaimana mungkin pejabat (abdi masyarakat)
bisa melakukan pelayanan, program yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakatnya??? 
  
Apakah alamat rumah pejabat perlu dipublikasi? Yes and
No. Yes, kalau memang rumahnya adalah rumah dinas. No
(not necessary) kalau rumahnya adalah rumah pribadi.
Namun tentunya kekayaan, bisnis dan asset milik pejabat
dan familinya mesti diketahui umum dimana hal ini sangat
penting di Indonesia. Tidak lain karena telah begitu
membudayanya suap, korupsi dan bentuk-2 penyalah-gunaan
wewenang lainnya. Di negara maju seperti di Kanada
publik (media) dengan mudah memonitor kekayaan atau
usaha bisnis (kalau ada) dari pejabat, family atau teman
dekat. Sehingga dengan cepat bisa memberi alarm kepada
masyarakat bila ada tanda-2 collusion or conflict of
interest. Tertib dan TEGAS nya pelaksanaan perpajakan
disini menyebabkan otomatis kekayaan setiap warga-negara
menjadi terdata. Jadi tidak perlu lagi repot-2 untuk
mengumpulkan informasi kekayaan si anu kalau kemudian
istrinya ternyata diangkat jadi presiden. Tinggal saja
dirubah klasifikasi informasi tsb dari confidential
(untuk warga biasa) menjadi public (untuk pejabat).
 
Apakah berarti pejabat tidak punya privacy sama sekali? 
Tentu saja pejabatpun berhak punya kehidupan pribadi
seperti setiap orang. Misalnya saja mereka juga punya
waktu libur yang bisa dipakai sekemauan mereka, asalkan
tidak meminta suatu perusahaan untuk membiayai vakansinya.
Seorang Landespresiden di Baden-wuertemberg, Jerman
megundurkan diri karena kedapetan vakansinya dibiayai oleh
perusahaan farmasi Hoechst. Clinton boleh saja 'madon'
sesuka-sukanya sebab sebagai presiden US dia tidak pernah
disumpah untuk celibacy (tidak sebagai persyaratan) 
ataupun setia kepada istri; yang menjadi perkara adalah
dia melakukannya di oval office dan terhadap seorang intern
(bawahannya). Oleh karena itu menurut saya mestinya Clinton 
jatuh (impeached). Tetapi karena masyarakat US lebih
mementingkan stabilitas ekonomi dan politik (termasuk
program nggebuki Irak) so who cares!.   

Eko Raharjo
Calgary


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 63
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke