http://www.detikinet.com/berita/2001/10/30/20011030-122654.shtml
 
Solidaritas Banyumas Galang Dana Kemanusian di Internet
Reporter: Sigit Widodo

detikcom - Jakarta,Internet tampaknya menjadi media yang cukup efektif untuk menggalang dana kemanusiaan. Penggalangan dana di dunia maya ini tidak hanya dilakukan oleh warga Amerika Serikat pasca tragedi WTC. Solidaritas Banyumas melakukan hal yang sama untuk korban banjir di wilayah tersebut.

Hasil penggalangan dana ini rencananya akan disumbangkan pada korban bencana banjir yang melanda wilayah Kebumen, Banyumas dan Cilacap. Demikian diungkapkan koordinator Solidaritas Banyumas, Agus B Raharjo, kepada detikcom, Selasa (30/10/2001).

Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, sejak sepekan lalu bencana banjir melanda sebagian wilayah di bagian Selatan pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatera. Belasan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan beberapa orang tewas dalam bencana ini.

Dompet Solidaritas Banyumas ini dipelopori organisasi Kerukunan Keluarga Banyumas (KKB) yang beranggotakan orang-orang Banyumas di suluruh Indonesia dan di luar negeri. �Kami sangat prihatin dengan berita-berita di koran, televisi dan internet mengenai bencana yang menimpa saudara-saudara kita di eks-Karesidenan Banyumas dan Kebumen,� ujar Agus.

Menurut Agus, pihaknya memilih menggunakan internet sebagai media pengumpulan dana karena internet mempunyai cakupan yang luas, murah dan effektif. �Dengan menggunakan internet, berita akan lebih cepat sampai,� ujarnya.

Informasi Dompet Solidaritas Banyumas ini dapat dilihat di www.banyumascyber.com/solidaritas. Halaman sederhana yang diletakkan di situs Banyumas Cyber ini menyajikan beberapa berita yang diambil dari beberapa media lokal dan nasional. Selain itu diinformasikan pula pihak-pihak yang dapat dihubungi untuk menyalurkan berbagai sumbangan dalam bentuk barang maupun uang tunai.

Sejatinya, pengumpulan sumbangan melalui internet sudah dilakukan Solidaritas Banyumas sejak 2000 lalu. Pada Oktober 2000, bencana banjir dan tanah longsor dalam skala yang lebih kecil juga terjadi di wilayah eks-Karesidenan Banyumas. �Dana tahun lalu masih tersisa Rp 900 ribu,� ujar Agus.

Selain melalui situs internet, pengumpulan di sumbangan juga dilakukan melalui beberapa mailing list (milis) yang beranggotakan warga Banyumas.

Menurut Agus, saat ini pihaknya masih memfokuskan diri untuk membantu korban banjir di wilayah eks-Karesidenan Banyumas dan Kebumen. Kedua wilayah ini secara geografis dan budaya memang berdekatan. Dalam penggunaan bahasa, misalnya, wilayah bagian barat Propinsi Jawa Tengah ini menggunakan logat khas yang berbeda dengan warga Jawa Tengah lainnya di wilayah timur.

Namun Agus tidak menutup kemungkinan bantuan ini digunakan untuk membantu korban bencana banjir di daerah lainnya di Indonesia. �Jika memungkinkan, kenapa tidak. Saya juga menghimbau agar daerah-daerah lain, baik yang terkena bencana maupun tidak, mengumpulkan sumbangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana alam,� ujarnya. (sgt)



Agus B Raharjo
Jakarta Pusat

Kirim email ke