"poliarso ." wrote:
> At 02:47 30/10/01 -0800, you wrote: > Anda benar sekali, banyak orang kita memilih sikap > munafik dari pada ksatria. Mereka kira dengan berkoar > saja untuk anti Amerika atau westernisasi sudah cukup, > padahal begitu banyak orang munafik itu masih ingin > tinggal di negara yang mereka sebut sekuler, kafir > atau apa lagi nggak tahu deh.... Tinggal di negara Barat, Munafik? ************************** Eko Raharjo Kemarin koran lokal Calgary memunculkan tulisan dari Dr A. Khan yang berjudul "Muslim duty is to undo evil acts". Penulis memberikan analisis mengenai situasi Muslim sekarang ini, diantaranya menyebutkan bahwa perlakuan negara barat (eg USA) terhadap kaum Muslim jauh lebih baik ketimbang perlakuan negara Islam manapun. Tidak syak, memang demikianlah kenyataan yang ada!. Lalu mengapa masih ada Muslim yang mengkritik negara barat, sementara itu bahkan mereka ngendon dan menikmati sistem yang berlaku disana?! Kritik saya, pernyataan Dr Khan diatas adalah ibarat menilai kebodohan/kepinteran murid sekolah dengan satu kali ulangan (test) umum. Tanpa lebih lanjut membedah dan menganalisis sebab musabab keburukan yang ada di negara Islam, pernyataan tsb kurang banyak berarti bahkan bisa menyesatkan. Orang harus berani bertanya mengapa negara-2 islam memperlakukan kaum Muslim sendiri secara buruk! Kenyataan lain yang tidak diungkap adalah bahwa negara-2 barat punya andil besar dalam menciptakan diktator-2 di negara Islam seperti Syah Iran, Suharto, Sadam Husein yang memporak-porandakan peri kehidupan disana. Kaum Muslim yang tinggal di negara barat dan tetap vokal dan berpikiran kritis kebanyakan justru mereka yang menentang pemerintahan tyran di negaranya. Sebagai akibatnya mereka di persekusi dan tidak mendapat tempat di tanah air sendiri. Pertanyaan yang muncul mestinya mengapa di satu pihak negara barat menerima Muslim dissidents yang menentang korupsi dan ketidak adilan di negaranya, namun dipihak lain mereka mensponsori terjadinya korupsi dan kesewenang-wenangan dinegara Islam tsb!. Kontradiksi dan dobel moral yang dijalankan oleh pemerintahan baratlah yang umumnya menjadi sasaran kritik. Dengan tetap konsisten vokal dan kritis, bahkan berani mengkritik negara barat dimana kebanyakan dissidents tinggal, menunjukkan bahwa mereka adalah pejuang sejati. Bukan seperti ksatria golongan Kumbokarno yang bungkam karena mulutnya dijejal kemakmuran, atau lebih buruk lagi adalah kalau mereka sampai kehilangan akal kritis lalu senantiasa mendendangkan puja-puji kepada tuan baru mereka. Seperti yang menjadi issue saat ini, dimana presiden Bush tidak menggunakan hukum internasional ataupun hukum yang berlaku di USA melainkan memakai rethoric hitam-putih, good-evil sebagai justifikasi serangan terhadap Afganistan jelas merupakan hal yang patut dikecam habis-2an. Attitude negara barat seperti USA yang seenaknya mempergunakan standar sendiri lah yang justru telah menyulitkan posisi dari para dissidents Muslim yang bertujuan memperbaiki kebobrokan di negaranya masing-2. Sebab seperti peribahasa melayu berbunyi guru kencing berdiri, murid kencing berlari, maka kalau negara-2 barat dibawah pimpinan presiden Bush melanggar aturan dan hukum yang berlaku (dengan menyerang Afganistan), maka praktis sudah tidak ada lagi hal yang bisa dipakai untuk membenarkan atau menyalahkan tindakan seseorang. Keburukan Suharto, Syah Iran, Bin Laden, Sadam Husein maupun Taliban otomatis menjadi nisbi. Eko Raharjo Calgary > === > Salah satu contoh sederhana dan konkrit. Presiden > boleh tidak setuju dengan serangan amerika, wapres > boleh bilang go to hell US, menlu boleh bilang > hentikan serangan pada bulan puasa. Tetapi di gedung > kantor pusat Radio Republik Indonesia (jalan merdeka > barat) tertulis Voice of Indonesia. Bandingkan dengan > Voice of America. > > Memang kiblatnya masih terasa ke amerika > > slm. > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Make a great connection at Yahoo! Personals. > http://personals.yahoo.com > > [oe] negara adalah menenteramkan, membebaskan dan menyantuni. > http://groups.yahoo.com/group/soasiu > > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 150 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
