Ada!
 
Cuma yg selalu disorot adalah yg kesannya garang,
misalnya demo besar-besaran di Jakarta (padahal
tempat lain juga ada demo), atau berita "organisasi
Islam ...... menghancurkan tempat-tempat maksiat",
atau "organisasi Islam ...... mengancam melakukan
sweeping orang asing...." dll.
 
Di Bandung, ada pesantren bernama Daarut Tauhid
yg santrinya selalu sibuk menjaga kebersihan pesantrennya,
membenahi kampung kumuh sekitarnya, mengejar preman
& copet, membersihkan kupu-kupu malam yg bertebaran,
mengumpulkan dana utk pendidikan anak tidak mampu,
menyelenggarakan pendidikan murah, dan sesekali menyelenggarakan
layanan kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat.  Saya
yakin banyak sekali pesantren seperti ini, dan itu salah
satu bentuk kepedulian.  Nah, hal-hal seperti di atas, tidak
boleh dianggap khusus utk orang Bandung saja, dia juga
harus diberikan sejauh kemampuan kepada orang mana
saja dan agama apa saja, jadi, apalagi terhadap sesama
muslim dimanapun dia berada.  Tidak boleh kita bersikukuh,
pokoknya sebelum orang Bandung makmur yang lain
jangan dipedulikan. Umat Islam itu tubuh
yg satu, selama dia mengakui Allah satu-satunya Tuhan
semesta alam dan Muhammad adalah utusanNya, maka
cukuplah hal itu menjadi bukti bahwa dia saudara kita
yg harus dibantu sejauh kemampuan baik dgn pikiran,
harta ataupun nyawa.  Tidak perlu lagi dipersoalkan
bagaimana tingkah-laku dia selama dia tidak mengingkari
dasar agama Islam di atas.  Toh kita hanya bisa meraba-raba
hatinya, atau alasannya dibalik tingkah-lakunya.  Toh
Rasulullah pernah berhadapan dengan masyarakat Arab Badui
yang kasar, (menurut orang Arab kota) tidak tahu
sopan-santun, dan sering berkelahi antar mereka, dan Beliau
tetap memberi perhatian yg tidak kurang kepada mereka.
 
Lagipula, kalau umat Islam tidak mau mengurusi hal-hal yg
jauh, tak akan terjadi pengakuan kemerdekaan Indonesia
hanya dalam hitungan hari setelah diproklamasikan (ingat
pengakuan pemerintah Mesir).  Tidak akan terjadi, umat
Islam Aceh bisa memerangi Belanda selama 25 tahun dan
membuat Belanda menderita kerugian besar (ingat kiriman
meriam Turki plus perwira dan teknisi meriamnya ke Aceh
walau hanya dibayar satu poci teh)
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 15, 2001 11:26 AM
Subject: Re: [UNDIP] Re: [Mimbar_Bebas] TAK PERLU PENGADILAN UNTUK OSAMA+Taliban

Semua orang di Indonesia ribut soal afghanistan...

sibuk melakukan demo anti produk amerika

tapi kok gak ada yang peduli

anak yatim yang kekurangan dana buat sekolah

anak jalanan yang harus mengais uang buat makan

pedagang kaki lima diseputar DKI jakarta dan beberapa daerah lain yang dikejar-kejar kamtib sementara copet, rampoknya didiemin

gak ada yang peduli order produksi indonesia ke Jepang,Eropa dan US yang dibatalkan akibat keraguan akan keamanan Indonesia

gak ada yang peduli gelombang ancaman PHK akibat beberapa perusahaan US didemo dengan cara yang keterlaluan

gak ada yang peduli dengan peternak ayam yang kesulitan menjual ternaknya karena banyak franchise US  yang pelanggannya berkurang dan takut makan direstoran tersebut akibat demo yang kebablasan

gak ada yang peduli dolar naik akibat aksi demo anti amerika yang berlebihan

gak ada yang peduli dengan pengusaha angkutan umum yang hanya punya 1-2 armada dimana mereka tercekik dengan harga spare part yang menggila akibat dolar naik sementara pemerintah menekan  ongkos angkutan umum tanpa bantuan subsidi....

gak ada yang peduli dengan tekanan yang akan menimpa bangsa ini pada tahun 2004 nanti saat obligasi banyak yang jatuh tempo...

gak ada yang peduli kenaikan harga BBM dan Listrik yang naik tiap tahun melebihi kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat....

gak ada yang peduli para petani yang hasil buminya dijual dengan harga pas-pasan dan sering kali dijual dibawah harga produksi, sementara pupuknya dibeli dengan harga mahal karena ada komponen importnya(sehingga tergantung dollar) dan modal kerjanya harus dicicil dengan bunga tinggi.

gak ada yang peduli dengan kesehatan masyarakat yang makin buruk kualitasnya.... bayangkan seadainya seorang dengan pendapatan perbulan <Rp 1000.000,- tetapi menderita gagal ginjal.. berapa biaya yang harus dikeluarkan dia untuk cuci darah...?(bila dolar makin naik... biaya cuci darah akan makin naik)

gak ada yang peduli dengan harga minyak dunia yang jatuh ke US$17/barel sementara anggaran kita defisit

gak ada yang peduli kalo cadangan minyak bumi primer kita sudah hampir hampir hambis... 7-10 tahun lagi produksi minyak kita akan jatuh....

gak ada yang perduli tanda-tanda kehancuran bangsa ini sudah semakin jelas...

gak ada yang mau ngurusin bangsanya sendiri.....

semuanya sibuk ngurusin Afghanistan....

sementara disatu sisi, rakyat Afghanistan sendiri saling berebut kekuasaan... 

 

Kirim email ke