Pak Hidayat yth,
Saya kira perlu dibedakan antara rakyat Amerika (atau Kanada) dan
pemerintahnya. Seperti yang anda tulis tempo lalu saya setuju bahwa
benarlah bahwa masyarakat North America tidak anti Islam. Meskipun
ada sementara orang yang menjadikan umat Islam di North America
sebagai pelampiasan dendam atas aksi teror 11 September yl. namun
mereka tidaklah mewakili seluruh masyarakat disini. Lepas dari emosi
bela-sungkawa terhadap musibah yang dialami oleh rakyat Amerika,
orang hendaknya tetap berpikir kritis atas kebijakan pemerintah disana.
Kekritisan berpikir terhadap pemerintah justru merupakan kunci
keberhasilan dari sistem demokrasi yang dianut di negara barat.

Menurut saya kebijaksanaan politik luar negeri pemerintah Amerika
telah menjadikan rakyatnya menanggung resiko besar terhadap serangan
teror. Dukungan US kepada Israel yang tanpa reserve dalam konflik di
Palestina merupakan sumber kebencian dan dendam dari banyak pihak.
Infact, Al-Qaeda telah lama mendeklarasikan perang terhadap USA
bahkan mengancam untuk menyerang direct ke jantung Amerika
(Washington, New York). Dengan dasar inilah US menuduh Al-Qaeda
sebagai pelaku teror tsb. Adalah patut disesalkan bahwa pemerintah
super power seperti US dengan anggaran defence and inteligence service
demikian besar tidak mampu melindungi rakyatnya dari tragedi tsb.

Konflik di Palestina adalah konflik kotor yang mencoreng western
civilization dan menodai justifikasi perang dunia ke II. Pendirian negara
Israel merupakan solusi dari pemerintah negara-2 barat setelah konon
6 juta Yahudi dibantai oleh Jerman dan koleberatornya dibawah rezim
Nazi. Tetapi anehnya memakai ongkos rakyat Palestina!. Tentu saja
rakyat Palestina tidak bisa menerimanya. Jadi perang Palestina adalah
perang ARTIFICIAL ciptaan negara barat dimana US dan sekutunya
terus-menerus berada dibelakang Israel. Contoh paling nyata adalah
negara-2 barat membiarkan Israel melanggar resolusi yang dikeluarkan
oleh PBB. Tidak heranlah situasi disana menjadi semakin kacau dan
tak terkontrol. Kedua belah pihak, baik Palestina maupun Israel
menjalankan taktik TEROR.

Pak Hidayat tidak perlu menelan omongan Yasser Arafat yang
mengatakan bahwa perjuangan Palestina tidak mau dicemari dengan
aksi teror. Ia sendiri dinegara barat dikenal sebagai biang teror.
Bagaimana jadinya rakyat Palestina seandainya tidak ada group-2
islam radikal seprti HAMAS dan HISBULAH (dan Al-Qaeda) yang
mampu mengimbangi aksi teror dari pihak Israel. Palestina pasti
sudah lama digulung habis oleh Israel. Ingat tragedi di camp SHABRA
dan SHATILA! Ingat pula bahwa sampai sekarang jutaan pengungsi
Palestina masih terlunta-lunta.

Saya setuju bahwa pemerintah Amerika punya hak untuk mengusut
menangkap dan mengadili pelaku dari teror 11 september. Kritik saya
adalah negara sebesar USA hendaknya memiliki kemampuan untuk
secara jelas memisahkan siapa bersalah siapa tidak! Tidak sekedar
hantam kromo main kroyok membasmi semua Islam radikal dimuka
bumi ini. Bahkan kelompok teroris pun ada berbagai- macam dengan
bermacam-macam background, motivasi dan perjuangannya. Israel
dan Palestina sama-2 mempunyai kelompok teroris dus sama-sama
harbouring terrorists. Ada pula kelompok teroris Katolik di Irlandia utara.
Ada kelompok anti aborsi (fundamentalis Katolik) yang melakukan
aksi teror terhadap praktek aborsi. Demikian pula ada kelompok pembela
lingkungan alam, animal rights, anti globalisasi ekonomi yang semakin
cenderung menggunakan cara-2 teror. Apakah US dan Inggris akan
membasmi mereka semua atau hanya kelompok radikal dengan embel-2
Islam?!

Apakah konflik ini akan meluas menjadi clash of civilization, antara
western civilization dan Islam, seperti yang diramalkan oleh Samuel
Huntington, tergantung bagaimana US dan sekutunya menanganinya.
Unfortunately Presiden US Bush dengan retorik-2nya yang dibeo
begitu saja oleh Perdana Mentri Inggris Tony Blair,  seperti
NO NETRALITY telah mempersulit posisi dari banyak pihak.
Kritik dari thesis Huntington adalah bahwa didunia ini tidak ada hal
yang sungguh murni baik itu kultur western, Islam ataupun Kristen.
Pada kenyataanya budaya, ideologi dan agama adalah saling berkait
satu sama lain. Sehingga DIKOTOMI seperti kalau kamu tidak
berpihak pada barat (USA) kamu adalah teroris adalah big nonsense.
Barat sejak jaman kolonialis sedikit ataupun banyak selalu membawa
unsur-2 terror. Oleh karena itu Prof. Thobani dari UBC menyatakan
bahwa pemerintah US lebih berbahaya dari kelompok teroris
(seperti Al-Qaeda) karena pemerintah US telah menebar teror mulai
dari negara-2 di Amerika Latin sampai di Middle-East. Kita tahu
sekarang bahwa CIA adalah pemain utama dalam drama G30S
PKI di tahun 1965 yang konon memakan korban setengah juta jiwa.

Amat disesalkan sekarang bahwa banyak rakyat Amerika dan juga
Kanada terpesona dan tenggelam dalam retorik Bush. Jika rakyat
North America bisa disetir oleh tag team BUSH & BLAIR (seperti
WWF/ WCW mempesona fansnya), saya yakin rakyat Eropa tidak
akan mau dibutakan begitu saja. Demonstrasi yang marak di London,
Berlin dan berbagai tempat di Eropa menentang perang di Afganistan
menunjukkan bahwa mereka tidak mau lagi mengulangi kesalahan
sejarah masa lalu yakni jaman PERANG SALIB dan jaman
KOLONIALISASI dimana rakyat di Asia, Afrika dan native Amerika
hidup dibawah teror.

Eko Raharjo
Calgary.


Hidajat Sjarif wrote:

> Saya sangat setuju dengan prinsip bahwa setiap orang berhak untuk
> mempunyai opini masing masing.Didalam kasus terrorisme ini,menurut
> pendapat saya pribadi tidak ada netrality ,either you are with civilized
> world or you are against civilization.America berhak untuk meluncurkan
> serangan balasan dengan tujuan untuk menghancurkan terrorist network,
> dan menghancurkan rezim yang memberikan fasilitas dan perlindungan
> kepada terrorist itu karena AMERICA lah yang diserang duluan,dan ini
> ada similarity dengan peristiwa Pearl harbour.
> Korban civil dan rakyat yang tidak berdosa selalu akan terjadi didalam
> setiap conflict dan ini tidak mungkin bisa dihindarkan,and this is
> "unfortunate",tapi America berusaha semaximal mungkin untuk me-minimize
> civilian casuality.Pemerintah America memberikan cukup waktu kepada
> rezim Taliban untuk menyerahkan Osama bin Laden,menutup terrorist network
> dan fasilitasnya,tapi tuntutan ini diacuhkan dan tidak digubris
> oleh Taliban,dan bila seandainya America tidak melakukan serangan
> balasan atau "military response",ini akan mendorong terrorist untuk
> meng-escalasi kegiatan terrornya diseluruh dunia.America tidak akan
> mungkin untuk ber-negosiasi dengan suatu rezim yang sama sekali tidak
> mengerti tentang prinsip prinsip dasar dari democracy,human rights,
> freedom dsb,rezim Taliban ini memegang kekuasaan di Afghanistan tapa
> ada yang.....MEMILIH...,rakyat Afghanistan tidak pernah memilih mereka.
> Terrorist Osama bin Ladin meng-claim  bahwa dia berjuang untuk keadilan
> bagi rakyat Palestina,dan berjuang untuk mengahiri penderitaan rakyat
> Iraq yang menderita akibat sanksi economy,adalah suatu rethoric kosong,
> Yaser Arafat dan para pemimpin rakyat Palestina dengan tegas menyatakam
> bahwa perjuangan rakyat Palestina adalah perjuangan yang adil dan tidak
> ingin di assosiasikan dengan terrorism dan dengan terrorist,Osama bin
> Ladin tidak punya hak sama sekali untuk berbicara atas nama Palestina!.
> Penderitaan rakyat Iraq akibat economic sanction memang sangat
> disayangkan,seharusnya PBB mencari jalan lain untuk menghindarkan ini,
> tapi didfalam hal ini Saddam Husein lah yang paling utama yang harus
> disalahkan!.
> Conflict ti Timur Tengah tidak bisa dilihat didalam context sebagai
> conflict ISLAM VS YAHUDI,kita harus ingat bahwa 35% dari rakyat
> Palestina adalah Christian,dan 40 % dari rakyat Lebanon juga Christian,
> Muslim dan Yahudi hidup berdampingan secara damai di Palestina selama
> ribuan tahun,conflict antara Muslim dan Yahudi dimulai setelah datangnya
> pengungsi Yahudi dari Eropa dan mendirikan negara Israel di Palestina,
> jadi ini adalah conflict politik dan bukan conflict ISLAM vs Yahudi,
> aleh karenanya menurut pendapat saya pribadi..JIHAD IS NOT APPLICABLE!!!
>                                                 Hidajat Sjarif,Edmonton.
>
> >From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: [Mimbar_Bebas] Bepikir Mandiri (re: mencoreng nama islam)
> >Date: Mon, 15 Oct 2001 11:35:35 -0600
> >
> >
> >
> >Seperti anda, orangpun bebas menyampaikan pendapatnya.
> >Jika anda pro dengan tindakan AS menyerang Taliban,
> >Anda tidak perlu sewot melihat orang lain anti terhadapnya.
> >Ormas Islam fundamentalis ataupun mahasiswa UI, mereka
> >sama-sama punya hak asasi untuk mengekspresikan diri.
> >
> >Semua orang berbela-sungkawa atas musibah TWC,
> >namun tidak berarti harus mendukung kebijakan politik AS.
> >Teror patut dikutuk namun perang bukanlah pemecahan.
> >Dua-duanya sama-sama tindakan kekerasan, sama-sama
> >memakan korban warga sipil yang tidak berdosa.
> >
> >Perang AS dengan Taliban - Al-Qaeda adalah sekedar
> >cerminan konflik yang lebih pelik. Satu pihak mewakili
> >western civilization, lain pihak mewakili Islam radikal.
> >Salah satu faktornya adalah mengenai perkara Palestina.
> >Israel memperoleh dukungan total dari US, sementara
> >Al-Qaeda menuntut Palestina merdeka. Bagaimanakah
> >sikap pemerintah RI sekarang ini? Seingat saya kita pernah
> >punya BUNG yang namanya SUKARNO yang menentang
> >penjajahan dari Israel; yang berani menyatakan pendapat
> >sendiri tanpa takut terhadap tekanan AS maupun Inggris.
> >
> >Pemerintah RI tidak berbeda dengan pemerintah Pakistan
> >sama-sama tergantung akan dollar. Adalah suatu ironi yang
> >menyedihkan disaat dunia memerlukan sumbangan pemikiran
> >yang murni dan independent, SUKARNO PUTRI pergi ke
> >Washington untuk bantuan ekonomi. Terang saja yang harus
> >ia siapkan adalah suatu demonstrasi untuk meyakinkan AS
> >bahwa pemerintah RI dengan segala ongkos akan menumpas
> >bangsa sendiri (radikal Islam di Aceh). Tidak saja jasad dari
> >SUKARNO telah mati, rupanya ide-ide beliau yang membela
> >BANGSA dan BUDAYA sendiri pun telah dibasmi.
> >
> >Eko Raharjo
> >Calgary
> >
> >
> >
> >Jika saya melihat demonstrasi yang di lakukan oleh FPI, hammas, dan
> >ormas-ormas
> >                  Islam fundamentalis yang notabene adalah penunggang
> >agama maka saya masih
> >                  merasa "oke-oke saja" karena  kebanyakan massa mereka
> >datang dari tingkat
> >                  pendidikan yang tidak tinggi.
> >                  Tapi lain halnya bila mahasiswa UI yang ikut-ikutan
> >demo, maka saya heran
> >                  karena ini mahasiswa perguruan tinggi top di  Indonesia
> >bisa baca  koran nggak
> >                  sih? atau memang mentalitasnya terbelakang? atau memang
> >kalau seseorang memeluk
> >                  agama Islam walaupun pintar akan kehilangan common
> >sense dan mengikuti
> >                  fanatisme iman membuta?
> >                  Itu perang sudah jelas-jelas antara Amerika melawan
> >rejim Taliban atau
> >                  teroris,atau Usama ben laden, mau lawan siapa saja
> >terserah deh tapi yang
> >                  jelas nggak ada sangkut pautnya dengan negara kita. Toh
> >negara-negara islam di
> >                  kiri kanan Afgan saja nggak mau bantu.
> >                  Bodohnya lagi itu muslimah-muslimah ikut demo
> >mendukung  taliban, apakah mereka
> >                  tidak tahu apa yang terjadi terhadap wanita di bawah
> >rejim taliban? apakah
> >                  mereka tidak tahu bahwa perempuan Afganistan berjuang
> >melawan  rejim taliban
> >                  untuk mendapatkan kembali kebebasannya?
> >                  Menurut saya lebih baik mahasiswa yang ikut demo  itu
> >di drop out saja, sebab
> >                  mereka kuliah bukannya tambah pintar malah tambah bego
> >dan cuma membuang-buang
> >                  uang negara. membedakan Islam dengan Taliban saja
> >mereka tidak mampu untuk apa
> >                  mahasiswa macam ini di kasih kuliah lagi mendingan
> >suruh pulang dan baca berita
> >                  dulu banyak-banyak di rumah masing-masing.
> >                  Kalau mereka ngotot merasa benar diri, ya sudah pergi
> >berjihad ke Afgan sana.
> >                  Makin banyak yang berangkat makin bagus kalo perlu MUI
> >keluarin fatwa berjihad
> >                  wajib hukumnya dan yang mau jihad di wajibkan bawa
> >gembel 2  atau 3 orang.
> >                  Orang-orang seperti ini hidup hanya untuk kekerasan dan
> >cuma bikin boros beras
> >                  saja.
> >
> >
> >To unsubscribe from this group, send an email to:
> >[EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
> >
> >
>
> _________________________________________________________________
> Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
> Get your FREE credit report with a FREE CreditCheck
> Monitoring Service trial
> http://us.click.yahoo.com/Gi0tnD/bQ8CAA/ySSFAA/vSwplB/TM
> ---------------------------------------------------------------------~->
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 94
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke