Hi netters:
Untuk melakukan boikot suatu produk kita harus jelas dulu mendefinisikan
apa itu produk? Jelas bahwa produk adalah hasil suatu produksi. Jika
demikian, dalam era globalisasi seperti ini apa ya bisa ya kita memilah
suatu produk itu produk amerika atau produk Indonesia. Saya ambil contoh
misalnya baju yang dijual di pasar tanah abang. Apa ya kita bisa mengklaim
itu produk Indonesia? 

Untuk menelaah itu, kita harus tahu local content dari suatu produk. Baru
kita bisa mengklaim itu produk negara mana? Namun dalam konteks baju
tadi... apa kita nggak terkenal sebagai taylor? Lha susah lah ya....
Untuk membuat baju kita butuh kain yang kapasnya diimpor dari Australia
yang pewarnanya dibeli dari Hongkong yang mesinnya buatan India yang saham
perusahaannya dimiliki 45% oleh Orang India, misalnya. Belum benangnya
ternyata didatangkan dari Cina. Katakan baju itu dijahit oleh si Doel yang
makan singkong dan minum air sumur tiap hari yang diambil dari
bumi Indonesia...Apakah baju jahitan si Doel itu layak disebut 100% produk
Indonesia? Ah nganehi-nganehi saja. Baju itu dibuat di Indonesia
ya...namun baju itu produk Indonesia.... Lha nanti dulu.....(Gunakan
konsep fungsi produksi)

Belum lagi produk yang sifatnya franchising, licensing dan lainnya.

Ah donya-donya....

Itu saja.

IW


On Tue, 16 Oct 2001, HERI HERWANGGONO wrote:

> 
> baru saja saya menerima email dari seorang teman yang cukup nyeleneh... dan memang 
>maksudnya hanya sekedar bercanda...
> 
> Tetapi bila dipikirkan benar.... sanggupkah kita konsekwen bila memang mau melakukan 
>pemboikotan produk amerika...? 
> 
> Apakah ini disadari oleh mereka yang meneriakkan anti produk amerika...
> 
> contoh kecil saya mendapatkan berita di detik bahwa aktifis demo anti amerika di 
>surabaya minum sprite untuk melepaskan dahaga......
> 
> sanggupkah kita menghadapi ledakan penganggur bila kita memang mau mengusir 
>investasi amerika dari indonesia...?
> 
> semoga ini bisa jadi bahan renungan dalam mengambil sikap yang dampaknya akan kita 
>rasakan bersama....
> 
> dan sebagai bahan bacaan saya sisipkan email teman saya 
> 
> >  Subject: Fw: Boikot Amerika!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > > Dengan ini kami menyampaikan himbauan untuk memboikot produk dan segala
> > > hal yang berbau Amerika. Ini bisa dilakukan dengan:
> > >
> > > 1. tidak makan fast food amerika seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut,
> > > Country Kitchen, Dunkin Donuts, dll.
> > > 2. tidak membeli dan memakai sepatu dan produk olahraga bermerek nike,
> > > reebok, converse, LA gear, New Balance, speedo, dsb.
> > > 3. tidak membeli dan memakai pakaian bermerk Tommy Hilfiger, DKNY, Ralph
> > > Lauren, Levi's, Lea, dll.
> > > 4. Tidak memakai komputer, karena semua operating systemnya dan sebagian
> > > besar aplikasinya bikinan amerika.
> > > 5. Tidak nonton TV, mendengarkan radio, pakai telepon, handphone, pager,
> > > dan peralatan GPS karena semuanya menggunakan fasilitas satelit yang
> > > dibikin di Amerika.
> > > 6.. Tidak makan tahu dan tempe karena kedelainya diimport dari Amerika
> > > 7. Tidak nonton di 21 karena sebagian besar filmnya dari amerika (kalau
> > > filem lokal, hongkong dan india silakan)
> > > 8. Tidak menggunakan kereta api, yang luar kota lokomotifnya diimpor
> > > dari amerika (CKD) sedangkan KRL Boogey-nya (perangkat roda dan peredam
> > > kejut) dilisensi dari amerika.
> > > 9. Tidak menggunakan bensin dan turunannya, karena sebagian besar
> > > produksi minyak dari investasi amerika.
> > > 10. Tidak merokok produk Gudang garam dan Sampurna, karena dimiliki
> > > sebagian oleh amerika.
> > > 11. Tidak menggunakan pakaian dengan bahan selain sutera dan karung
> > > goni. Benang katun, kapas dan bibit kapas diimpor dari amerika,
> > > sedangkan serat sintetik merupakan turunan dari minyak bumi.
> > > 12. Tidak makan padi, jagung, dan produk pertanian yang tidak ditanam
> > > sendiri, karena menggunakan pupuk (urea turunan dari minyak bumi sedang
> > > yang lain bahannya diimpor dari Amerika), pestisida, dan bibit yang
> > > berhubungan dengan Amerika.
> > > 13. TIdak menggunakan listrik dan peralatan yang menggunakan listrik,
> > > karena pembangkit dan distribusi listrik AC ditemukan dan hingga
> > > sekarang menggunakan lisensi dari amerika.
> > > 14. Tidak membaca majalah Kosmo(terjemahan amerika), Tempo/Gatra/Gamma
> > > (diinspirasi times), Intisari(diinspirasi reader's digest) dan koran
> > > karena banyak berisi berita amerika.
> > > 15. Tidak kuliah selain di IAIN, karena ilmu dan pengajarnya banyak yang
> > > berasal dari atau terpengaruh Amerika.
> > > 16. Tidak makan mie, roti, pasta, spaghetti, karena terigu dan gandumnya
> > > diimpor dari amerika.
> > > 17. Untuk pegawai negeri tidak menerima gaji karena ada komponen bantuan
> > > dari Amerika dalam Anggaran pemerintah
> 
> >> 18. Tidak belajar di Fakultas Teknik, Fakultas Teknik informatika dan Fakultas 
>Ilmu Komputer karena
> > > ilmunya berasal dari amerika
> 
> > > 19. Tidak mengerjakan skripsi,tugas akhir, thesis dengan menggunakan komputer 
>karena processornya berasal dari amerika
> 
> > >
> > > Demikianlah seruan ini kami sampaikan sebagai peringatan dan informasi
> > > agar anda semua tidak terkecoh dengan memakai produk Amerika. Marilah
> > > kita mencontoh pada saudara-saudara kita di Badui (walaupun untuk
> > > pakaian mereka beli benang dari Cirebon, berarti ada unsur Amerikanya)
> > > atau di Pedalaman Papua. Mereka bisa mandiri tanpa terpolusi produk
> > > Amerika, toh mereka bisa tetap hidup sejahtera. Kalau sungguh-sungguh
> > > kitapun bisa seperti mereka.  Mohon ditambahkan daftar ini sekiranya
> > > anda mengetahui produk Amerika lainnya, agar jangan sampai kita semua
> > > terpedaya.
> > >
> > > ttd,
> > > Komite perjuangan anti barang Amerika
> > >
> > >
> > >
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do You Yahoo!?
> Make a great connection at Yahoo! Personals.


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 96
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke