Sampah juga berlaku bagi mereka yang getol mengejar gelar akademi di mancanegara
dengan mempelajari teknologi yang sebenarnya tidak mempunyai nilai jual di dalam
negeri. Memang sih, mereka lulus. Tetapi aplikasinya di dalam negeri tidak kompeten
lagi, karena sudah tergeser oleh produk teknologi yang lebih berkualitas dalam hal
kecepatan engineering, analisis engineering, dan kalkulasi engineering.
Salam,
Nasrullah Idris
========================
INDONESIA BISA BANGKRUT
KARENA "SAMPAH" ?
(Oleh : A. Umar Said)
Mungkin, selanjutnya di kemudian hari, kata "sampah" akan banyak digunakan
dalam kehidupan politik di Indonesia, atau, bahkan di berbagai kalangan
masyarakat luas dalam memperjuangkan kepentingan mereka. Setelah Presiden
Megawati mengucapkannya di depan Rapat Koordinasi Nasional Pendayagunaan
Aparatur Negara baru-baru ini di Jakarta, yang dihadiri 900 pejabat
pemerintahan, arti kata "sampah" ini sudah tidak hanya terbatas pada segala
kotoran atau barang yang tidak berguna yang sering kita temukan di jalan, di
dalam rumah atau di halaman. Tidak pula hanya terbatas pada sampah yang
banyak ditemukan dalam banjir akhir-akhir ini.
Dalam konteks situasi politik, ekonomi dan sosial di Indonesia dewasa ini,
kata "sampah" bisa dikaitkan dengan orang-orang atau hal-hal yang sudah
membusuk, kotor, menjijikkan, tidak berguna, dan, karenanya, perlu dibuang
atau disingkirkan! Ungkapan semacam ini adalah tepat, jelas, dan "mengena"
sekali untuk digunakan terhadap : segala tokoh yang melakukan KKN, para
pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri,
anggota-anggota DPR/DPRD yang mengkhianati amanat rakyat, hakim-hakim yang
bisa dibeli, jaksa yang melacurkan diri, polisi yang memperjual-belikan
undang-undang, advokat/pengacara yang memelintir hukum demi uang, pimpinan
bank yang "merampok" uang publik, konglomerat yang melarikan uang rakyat ke
luarnegeri, anggota-anggota Mahkamah Agung yang menjadi perusak norma-norma
hukum dan keadilan, kyai dan ulama (juga pendeta) yang menipu dengan
menggunakan ayat-ayat suci, dan .....entah apa lagi lainnya.
<Delete>