--- Begin Message ---
Dear Cindarto and Riwayat Slamet,
Sebenarnya enggan aku menanggapi posting sensitif semacam ini
karena menyadari bahwa kebanyakan orang lebih menggunakan
emosinya katimbang pikiran rasionalnya. Namun karena secara
jujur aku melihat adanya bias yang bisa menyesatkan pamikiran
orang, maka aku menanggapinya anyway. Semoga kalian mampu
membacanya dengan menggunakan akal-budi kemanusiaan.
Bila pengakuan ki Gendheng bener yakni ybs telah melakukan
beberapa pembunuhan secara biadab maka tempat orang ini adalah
penjara, titik! Karena demikianlah moralitas dan hukum yang
berlaku sekarang ini tidak saja di Indonesia melainkan di seluruh
dunia. Kalau orang semacam ki Gendheng tidak dihukum maka
merupakan pertanda buruk bagi kita semua. Karena berarti
orang lain yang melakukan tindakan sama, misalnya membunuh
anak perempuan kita atau tindakan kriminal lainnya juga bisa
bebas berkeliaran dimana-mana. Persis inilah problem negara
dan masyarakat Indonesia, yakni tidak mempunyai sense
of justice, rasa keadilan dan hukum!
Kalau ki Gendheng mau bertobat silahkan melakukannya di
penjara. Disana dia punya kebebasan seluas-luasnya kalau
misalnya mau sembahyang menyembah Yesus 50 kali sehari.
Mengenai apakah Tuhan mau mengampuni orang seperti ki
Gendheng, itu adalah previllege NYA. Itu adalah urusan personal
antara Tuhan dan ki Gendheng. Orang tidak berhak turut campur
sebab orang tidak tahu apa sesungguhnya yang ada di benak dan
hati ki Gendheng, misalnya apakah pengakuannya tulus atau
tidak. Dan tentu saja lebih mustahil untuk memahami apa yang
ada "dibenak" Tuhan, apakah Ia benar-benar mau mengampuni
jiwa rombengan dari ki Gendheng. Namun sebagai manusia,
sebagai bagian masyarakat, kita tahu akan keadilan dan punya
kewajiban untuk turut menegakkannya. Menurutku orang tsb
harus dituntut ke pengadilan dan diganjar hukuman yang setimpal!
(sekali lagi kalau pengakuannya bisa dibuktikan).
Banyak konsepsi-2 sesat yang beredar dalam masyarakat
beragama (agama apa saja), misalnya mencampur adukkan
antara pertobatan (pengampunan rohani) dengan pembebasan
dari tuntutan pengadilan dan hukum. Adalah kesalahan yang
amat fatal bila menganggap orang yang (mengaku) bertobat,
otomatis impas pula perbuatan kriminalnya. Perbuatan kriminal
hanya akan impas kalau orang tsb telah menjalani hukuman
yang berlaku. Amat sangat diragukan tanpa pertanggung-
jawaban atas kesalahan-2 yang telah diperbuatnya (padahal
kesempatannya ada) orang bisa mencapai suatu pertobatan
rohani. Pertanggungan-jawab adalah hal yang tidak dapat
dilewati dalam proses pertobatan. Tidakkah ada tertulis
bahwa hendaknya orang membereskan perkara dengan
saudaranya sebelum beribadat?. Pembunuhan, apalagi
dijalankan secara biadab, adalah perkara kemanusiaan
besar yang wajib diurus dan dibereskan!.
Menyamakan ki Gendheng dengan Paulus dari Tarsus
merupakan juga suatu kesalahan. Paulus bukanlah kriminal.
Ia adalah orang Yahudi yang mendapat mandat dari pemerintah
Roma untuk mempersekusi orang-2 Nasrani karena dianggap
melawan pemerintah Roma. Jadi tidak ada pelanggaran hukum
(dalam konteks jaman itu) yang dilanggar oleh Paulus. Dalam
Kisah Para Rasul ditulis bahwa Paulus memperoleh penampakan
Yesus yang menggugat mengapa ia memperkusi orang-2 Nasrani.
That makes sense, karena disini Paulus memang punya persoalan
dengan umat Nasrani saja, tidak dengan dengan negara dan
masyarakat umum (Roma maupun Yahudi). Oleh karena itu
kalau orang-2 Nasrani mengampuninya maka bereslah perkara.
Tidak begitu halnya dengan ki Gendheng meskipun misalnya
perkara dia dengan orang-2 Kristen (membakar Gereja dst)
sudah diampuni, ia masih tetap seorang kriminal. Karena ia
masih punya perkara hukum yang harus dipertanggung-jawabkan
didepan negara dan masyarakat luas. Pada jaman Yesus pun
sudah disadari ada perbedaan antara perkara rohani dan hukum
(undang-2), yakni Yesus pernah berkata: berikan kepada Caesar
apa yang menjadi miliknya, berikan kepada Allah apa yang
menjadi milikNYA. Teranglah, ki Gendheng tidak hanya punya
perkara dengan Allah (kerohanian) namun juga punya perkara
dengan negara dan masyarakat.
Akhirnya, sebagai teman aku hanya bisa mengingatkan agar
hati-hati dengan posting yang tampak arogan dan ignoran
seperti ini; yakni diantaranya menggambarkan bahwa seolah-
olah orang Kristen ditanggung hebat dengan mengatakan orang
Kristen tidak bisa disantet. Menurutku kalau orang Kristen
tidak bisa disantet pasti orang non Kristen juga tidak bisa
disantet, kalau orang non Kristen bisa disantet aku jamin
orang Kristen bisa juga disantet! Orang harus kritis dengan
pernyataan bahwa orang Kristen pasti baik, hebat, sakti dst.
Karena pertama-tama ini adalah pernyataan bohong yang
menyesatkan yang bisa menjadi "senjata makan tuan".
Kedua adalah nantang cari musuh. Jadi yang bisa dijamin
dari pernyataan tsb adalah orang Kristen akan punya banyak
musuh yang tidak perlu. Penulis dari kisah ki Gendheng ini
pasti orang jenis "katak dalam tempurung" yang hanya bisa
membau kentut sendiri. Tidak pernah melihat kenyataan
diluar bahwa misalnya di New York dan Chicago, masyarakat
Kristen disana sedang membongkar habis-habisan skandal
besar dan masif mengenai sexual abuse terhadap ratusan
anak kecil yang dilakukan oleh pastor-2 Katolik sampai
ke Uskupnya. Apakah Kristen semacam itu dianggap
kristen KTP? Lha wong mereka yang punya power
merubah anggur dan roti menjadi darah dan tubuh Kristus je!
Salam,
Eko W Raharjo
[EMAIL PROTECTED]
cindarto wrote:
> ----- Original Message -----
> From: "Valentinus" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, May 31, 2002 10:31 AM
> Subject: FW: Subject: KI GENDHENG PAMUNGKAS-bersaksi di Semarang!!
>
> >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: STEPHEN CHANDRA
> > > > Sent: Thursday, May 30, 2002 8:18 PM
> > > > To: lliewie; rwgading; dyosuas; david2000; budinap; antonce; bennyt;
> > > > chemeka59; einfachindo; filiprw; david.dharmanto
> > > > Cc: dmll; hibaru; sindata; fausto-aja; amosang; dolarbs; val; ridgun;
> > > > yulisia.L.kanserina; Hamin_hamin
> > > > Subject: Subject: KI GENDHENG PAMUNGKAS-bersaksi di Semarang!!
> > > >
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Hans Chandra
> > > > Sent: Monday, May 20, 2002 2:43 PM
> > > > Subject: KI GENDHENG PAMUNGKAS-bersaksi di Semarang!!
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Jun
> > > >
> > > > Minggu tanggal 31 Maret 2002 jam 5 sore saya pergi ke gereja Isa
> Almasih
> > > > di
> > > > jl. dr. Cipto Semarang. Sore itu gereja penuh sesak, bahkan sekitar
> 300
> > > > tempat duduk di luar yang disediakan panitya juga penuh. Saya setengah
> > > jam
> > > > hadir sebelum waktu kebaktian, sehingga masih memperoleh tempat duduk
> di
> > > > bagian depan.
> > > >
> > > > Karena sesaknya jemaat yang hadir, meskipun ruangan ber a/c udara
> tetap
> > > > terasa agak pengap dan panas. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 6
> > > sore
> > > > tetapi orang-2 tetap berduyun-duyun berusaha memasuki gereja, saat itu
> > > > mungkin hadir 2000 sampai 3000 jemaat. Sore itu memang ada sesuatu
> > > > yang istimewa, selain kebaktian peringatan Paskah, hari itu telah
> hadir
> > > > seseorang yang sangat populer yang hendak menceritakan perjalanan
> > > > hidupnya.
> > > > Orang tersebut hendak bersaksi.
> > > >
> > > > Saya tertarik hadir karena orang yang hendak bersaksi tersebut selain
> > > > memang
> > > >
> > > > populer, tetapi juga telah bertemu Yesus Kristus. Sama seperti Paulus
> > > yang
> > > > hendak membunuh orang-orang Kristen di Damsyik, dalam perjalanannya
> > > telah
> > > > bertemu Yesus Kristus(Kis 9 : 1 - 19), orang ini juga bertemu Yesus
> > > ketika
> > > > kebenciannya atas orang-2 Kristen memuncak.
> > > >
> > > > Kebaktian diawali dengan puji-pujian atas kebesaran-Nya, lalu Doa dan
> > > > puji-pujian lagi, hal tersebut berlangsung kurang lebih hampir 1 jam
> > > > tetapi
> > > > yang ditunggu belum nampak, dan saya juga meneliti mimbar, ybs juga
> > > tidak
> > > > nampak hadir. Tapi saudara saya yang orang Semarang, memastikan
> > > > bahwa Ybs telah hadir.
> > > >
> > > > Ditengah pujian, tiba-tiba pendeta Hans maju ke depan bahwa kita akan
> > > > mendengarkan sebuah kesaksian pertobatan yang luar biasa, pertobatan
> > > yang
> > > > membawa banyak orang jahat bertobat. Kemudian pendeta Hans memanggil
> > > yang
> > > > dimaksud agar tampil ke depan. Dari arah belakang sebelah kanan saya,
> > > > nampak
> > > >
> > > > seseorang menuju ke mimbar, dan pendeta Hans meminta agar orang tsb di
> > > > beri
> > > > jalan. Maka di atas mimbar tampilah orang yang ditunggu-tunggu tsb.
> > > >
> > > > Saya cukup surprise dengan penampilan orang tersebut, sangat sederhana
> > > > bahkan terkesan agak rendah diri dihadapan sekian banyak mata jemaat
> > > yang
> > > > terfokus kepadanya. "Sejak umur 5 tahun saya telah bercita-cita
> menjadi
> > > > penjahat yang baik...";Orang tersebut memulai bicara, suaranya
> > > > terlalu pelan sehingga pendeta Hans membisikkan sesuatu di telinganya,
> > > > mungkin agar diperkeras sedikit suaranya.
> > > > "Saya senang membaca buku-2 okultisme, Mafia dan cara-2 mengorganisir
> > > > kejahatan. Dari kecil saya belajar banyak, saya memperkaya diri saya
> > > > dengan
> > > > ilmu-ilmu hitam. Mula pertama saya membunuh orang ketika remaja, saya
> > > > membunuh dengan pistol bapak saya. Lalu didalam ketakutan saya
> > > > Saya melarikan diri. Saya takut dipenjara, perasaan takut itu
> > > > mengejar-ngejar saya dan saya lari ke seorang paranormal (dukun
> santet)
> > > > untuk belajar saya pikir dengan saya belajar ilmu, maka saya akan
> > > > memperoleh
> > > >
> > > > ketenangan"; demikian orang tersebut melanjutkan kesaksiannya.
> > > >
> > > > Maka setalah tamat belajar dr orang tersebut pulang. Sudah lama dan
> > > dengan
> > > > kedudukan ayahnya orang tersebut dapat lolos dari jerat hukum.
> > > > Kemudian ia mulai mempraktekkan ilmunya.
> > > > Ada sesorang yang bermasalah dengannya. Orang tersebut di santetnya.
> > > > Beberapa hari kemudian orang tersebut mati. Maka Ia menjadi bangga dan
> > > > sesumbar diantara rekan-rekannya apabila ada yang membutuhkan
> > > > pertolongannya
> > > >
> > > > untuk 'mengerjai' sesorang maka ia siap membantu !
> > > > Maka sejak saat itu namanya mulai terkenal.
> > > > Dalam perjalanan hidupnya, ia juga menikah seperti orang kebanyakan.
> > > > Ilmunya
> > > >
> > > > semakin bertambah karena ia rajin belajar dan jumlah gurunya juga
> banyak
> > > > sekali. Dia bahkan pernah belajar ilmu vodoo di Afrika, dimana untuk
> > > > meperoleh ilmu tersebut dia harus membunuh seorang gadis yang
> > > > belum menstruasi, mebiarkannya selama 1 minggu lalu menidurinya dan
> pada
> > > > puncaknya dia harus makan jantung dan otak mayat gadis tersebut.
> > > > Namanya semakin terkenal apalagi dia juga menjadi penasehat spiritual
> > > > keluarga cendana dan ia juga membawahi 156 paranormal lainnya.
> Hidupnya
> > > > juga
> > > >
> > > > semakin kaya, ia memiliki banyak Villa / rumah dan juga beberapa usaha
> > > > lainnya.
> > > >
> > > > Pada tahun 1998 ia mendirikan suatu organisasi masyarakat anti cina,
> dan
> > > > karena gencarnya dia melakukan hal tersebut dia sempat diinterograsi
> > > > karena
> > > > terlalu menghembuskan issue SARA (dulu sempat keluar di surat khabar -
> > > > surat
> > > >
> > > > khabar). Dia juga memegang komando laskar JIHAD untuk
> > > > wilayah Jateng dan Jabar. Dia juga pernah membakar beberapa gereja.
> > > Cuman
> > > > satu hal yang
> > > > mebuat dia penasaran, dia tidak pernah bisa menyantet orang kristen !!
> > > > tapi yang Kristen betulan bukan kristen KTP).
> > > >
> > > > Pada suatu ketika ibunya memintanya agar bertaubat, yaitu berhenti
> > > > menyantet
> > > >
> > > > orang. Maka karena desakan ibunya dan keluarga, sesuai dengan agama
> yang
> > > > dia
> > > >
> > > > anut waktu itu pergilah dia dengan keluarga untuk menunaikan ibadah
> > > haji.
> > > > Tiba-tiba ia mengalami kelumpuhan, bahkan untuk berbicarapun sulit.
> > > Semua
> > > > paranormal dihubungi tapi penyakitnya tak kunjung sembuh bahkan
> > > dokterpun
> > > > angkat tangan. Dia mengeluh, semua kekayaan dan apa yang diperolehnya
> > > saat
> > > > ini sia-2 kalau dia lumpuh.
> > > >
> > > > Pada suatu hari saat dia sedang di kursi roda ditemani ibunya,
> tiba-tiba
> > > > ibunya bertanya kepadanya bahwa apakah dia sedang mengerahkan ilmunya
> > > atau
> > > > merapal mantera. Dia heran atas perkataan ibunya dan hanya bisa
> > > > menggeleng.
> > > > "Memang kenapa ibu"; tanyanya heran waktu itu. "Itu Tuhannya Orang
> > > Kristen
> > > > kok memegang kepalamu !"; Ibunya berseru takjub. Dia semakin heran,ini
> > > > ibunya bergurau atau bagaimana, maka dengan susah payah dia
> > > menengadahkan
> > > > kepalanya untuk melihat ke atas dan Dia melihat sebuah wajah !
> > > > Dan sulit sekali melukiskan betapa agungnya wajah tersebut, tetapi
> yang
> > > > pasti Dia adalah Tuhannya Orang Kristen dan wajah tersebut tersenyum.
> > > > Sekelilingnya terasa terang benderang, dan secara perlahan Tuhan-nya
> > > orang
> > > > kristen bergerak dan membimbing tangannya. Ajaib dia bisa berdiri! dan
> > > > tangan itu membimbingnya berjalan mengelilingi ruangan diiringi
> > > pandangan
> > > > ibunya yang kebingungan.
> > > > Semenjak peristiwa tersebut, dia memperoleh kesembuhan yang ajaib,
> maka
> > > > dia
> > > > memutuskan untuk menjadi Kristen (pengikut Kristus) dan namanya diubah
> > > > menjadi Paulus.
> > > > Semenjak menjadi Kristen, reaksi keras datang dari anak-2 dan
> > > > saudara-2nya.
> > > > Dia (Paulus) di tolak ditangah keluarganya. Dia tak peduli dan dia
> > > bertemu
> > > > dengan pendeta Gilbert Luimondong yang secara khusus membimbingnya.
> > > > Ketika Paulus mulai berani bersaksi di gereja-gereja maka dia mendapat
> > > > suatu
> > > >
> > > > tantangan yang hebat, paulus diancam dibunuh, bahkan anak perempuannya
> > > > pernah diculik hingga 3 bulan. Saat ditemukan (di drop di Polda)
> anaknya
> > > > sempat mencuri atribut penculiknya. Atribut tersebut adalah
> > > > atribut organisasi yang dahulu di belanya mati-matian, sekarang
> > > organisasi
> > > > sekuler tersebut ingin membunuhnya.
> > > > Paulus sempat ditinggalkan pendeta Gilbert, karena tekanan begitu
> besar.
> > > > Bahkan 5 villanya dibakar massa, Pom bensin usahanya juga dibakar.
> > > > Tetapi Roh Kudus terus menguatkan Paulus, dan sekarang Paulus hidup
> > > > sembunyi
> > > >
> > > > dari satu tempat ke tempat lainnya, menghindari orang-2 yang
> > > mengancamnya
> > > > termasuk banyak paranormal yang dahulu dibawahinya.
> > > > Ketika itu Paulus mengakhiri kesaksianya (dengan agak tergesa-gesa),
> > > > "Situasinya semakin tak enak" ;Katanya menengok ke arah pintu; "Sampai
> > > di
> > > > sini dulu, sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan !"
> > > > Pendeta Hans membimbing jemaat untuk mengangkat tangan agar
> > > beramai-ramai
> > > > mendoakan Paulus, dan sebagai informasi sekarang Ibu dan separuh
> > > > saudaranya
> > > > telah bertobat dan menjadi kristen demikian pula beberapa paranormal
> > > yang
> > > > dibawahinya telah bertobat !!
> > > >
> > > > Nah saudara-2 yang terkasih, haruskah saudara menderita kelumpuhan,
> > > > haruskah
> > > >
> > > > hidup saudara dikejar-kejar untuk dibunuh, harus kehilangan harta
> benda,
> > > > bahkan harus ada penculikan atas anak saudara, baru saudara bertobat.
> > > > Tidak
> > > > perlu bukan ! Tidak ada salahnya untuk mulai dari sekarang.
> > > >
> > > > Kesaksian Ki gendeng Pamungkas di atas harus menjadi berkat bagi
> saudara
> > > > untuk bertumbuh dan hidup didalam Kasih Kristus dan marilah kita
> doakan
> > > > perjuangan Paulus (Ki Gendeng pamungkas) agar diberi kekuatan, dan
> > > > dilindungiNya dia dan keluarganya dan Tuhan menaruh hikmat atas
> hidupnya
> > > > sehingga dia bisa menjadi saksiNya yang hidup untuk Kemulyaan-Nya.
> > > >
> > > > Saya pribadi percaya dengan kesaksian ki gendeng Pamungkas, mengapa:
> > > > 1. Dia rela hidupnya dikejar-2 hendak dibunuh, dia rela dimusuhi
> banyak
> > > > orang, dia rela kehilangan harta benda, bahkan dia rela kalau harus
> > > > mengalami puteri kesayangannya di culik. Hal itu karena dia memegang
> > > harta
> > > > tak ternilai, dia membela 1 nama, nama yang agung "Yesus Kristus"
> > > > yang kehadirannya dia lihat dan rasakan, yang mengasihi-ya dan
> > > > menyembuhkanya.
> > > > 2. Dia telah banyak belajar ilmu sesat, dan dia tahu macam apa roh-2
> > > jahat
> > > > itu, Dan Paulus (Ki Gendeng Pamungkas) telah memastikan bahwa Yesus
> yang
> > > > menjamahnya adalah Yesus Tuhan !!!!
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > _________________________________________________________________
> > > > Get your FREE download of MSN Explorer at
> > > > http://explorer.msn.com/intl.asp.
> > >
> > > ____________
> > > DISCLAIMER :
> > > The information contained in this communication is intended solely for
> the
> > > use of the individual or entity to whom it is addressed and others
> > > authorized to receive it. It may contain confidential or legally
> > > privileged information. If you are not the intended recipient you are
> > > hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking
> any
> > > action in reliance on the contents of this information is strictly
> > > prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by
> > > the sender, any documents or views presented are solely those of the
> > > sender and do not constitute official documents or views of The
> > > Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA).
> > > If you have received this communication in error, please notify us
> > > immediately by responding to this email and then delete it from your
> > > system. IBRA is neither liable for the proper and complete transmission
> of
> > > the information contained in this communication nor for any delay in its
> > > receipt.
> > >
> > >
> >
> > ____________
> > DISCLAIMER :
> > The information contained in this communication is intended solely for the
> use of the individual or entity to whom it is addressed and others
> authorized to receive it. It may contain confidential or legally
> privileged information. If you are not the intended recipient you are
> hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any
> action in reliance on the contents of this information is strictly
> prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the
> sender, any documents or views presented are solely those of the sender and
> do not constitute official documents or views of The Indonesian Bank
> Restructuring Agency (IBRA).
> > If you have received this communication in error, please notify us
> immediately by responding to this email and then delete it from your system.
> IBRA is neither liable for the proper and complete transmission of the
> information contained in this communication nor for any delay in its
> receipt.
> >
--- End Message ---