Bagus Sasmito Yth. Terimakasih atas tanggapan anda. Pertama-tama ada kesalahan pengertian disini yakni Gereja bukanlah agama. Gereja adalah hirarki dari iman-iman yang secara otoriter berkuasa terhadap peri-kehidupan beragama dari umat Kristen Katolik. Penguasa agama adalah bukan agama itu sendiri, seperti halnya penguasa Indonesia tidaklah identik dengan bangsa indonesia. Kalau seseorang mencaci-maki penguasa Indonesia yang korup tidak bisa diartikan sebagai mencaci-maki bangsa Indonesia; Sebaliknya merupakan pembelaan terhadap bangsa Indonesia. Mencaci Gereja karena keterkaitannya dengan tindak kriminal (korbannya adalah umat Kristen sendiri), dalam arti yang luas bahkan merupakan pembelaan terhadap umat Kristen, ajaran Kristen, dus agama Kristen sendiri! Bahkan tertulis telah dalam Injil barang siapa merusak anak-anak, ganjarannya adalah diceburkan kelaut dengan bandul besi dilehernya.
Haruskah saya memberi kredit kepada orang-orang seperti itu. Tentu saja tidak!. Siapa saja yang melakukan perbuatan kriminal terutama kepada anak-anak tidak saja patut didiskredit melainkan harus dituntut, diadili dan dihukum sekeras-kerasnya. Memberikan opini berdasarkan fakta mengenai keterlibatan/pertanggungan jawab Gereja dari tindakan kriminal bukan meniupkan angin perpecahan melainkan menyuarakan keadilan! Mereka yang mengerti betul akan apa arti persatuan justru akan meneriakkan keadilan, sebab PERSATUAAN SEJATI HANYA TUMBUH KALAU BERBASIS PADA KEADILAN. Merupakan kekeliruan yang fatal membangun persatuan dengan menutup mata akan ketidak-adilan, penyelewengan atau bahkan tindakan kriminal. Kalau yang kita inginkan adalah "pokoke asal apik-apikan" kenapa kita harus repot-repot mengadili eks presiden Suharto. Apakah karena Suharto cs sekarang sudah lemah seperti macan ompong. Kita takut mengadili tindak kriminal dalam Gereja karena mereka kaya dan kuat, punya lobi politik national maupun international. Betapa tidak adil dan pengecutnya kita! Salam Eko Raharjo BAGUS SASMITO wrote: > Pak Eko, > Tulisan yang bernada mendiskriditkan salah satu agama (atau suku atau ras) > sebaiknya tidak perlu Anda posting ke sini. Karena di UNDIP Mailing List > beranggotakan banyak orang dari aneka Suku, Ras, dan Agama. > Saya yakin Anda pun setuju supaya negara kita segera bangkit dari > keterpurukan sekarang ini. Tidak ada salahnya, kan, kalo kita mulai dari > diri kita sendiri dengan tidak menghembuskan angin perpecahan terhadap apa > yang menjadi angan-angan kita bersama. > Tidakkah kita ingin supaya hidup kita (anak atau cucu kita) tidak seperti > kehidupan kita sekarang ini. Selalu ada perpecahan, persengketaan, iri, > dengki, dan terakhir mungkin kehancuran. > Well, saya tidak menggurui Anda sama sekali, karena saya juga minim > pengalaman hidup. Tapi paling tidak dalam hati saya masih punya kesadaran > dan keinginan untuk hidup damai bersama Anda dan rekan-rekan lainnya. > Saya harap Anda bisa memakluminya, dan saya minta maaf kalau ada tulisan > yang menyinggung Anda. > > Salam, > BAGUS S. > > ---------------------------------------------------------------------- -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 418 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
