|
Jangan heboh dulu mas Agung. Penggunaan jaringan
listrik untuk komunikasi sudah digunakan sama PLN pada tahu 80-an, mungkin
sebelum tahun tersebut. Karena waktu itu saya praktek kerja di PLN Sunyaragi
CIREBON (1984) sudah menggunakan komunikasi tersebut.
Dan digunakan pada waktu itu
untuk komunikiasi antar GI (Gardu Induk) dan Pembangkit. Jadi bagi orang PLN
atau Teknik Electro bukan barang baru lagi.
Mungkin saat ini baru / akan dimanfaatkan untuk
umum.
Salam
Kadir.
HEBOH: Kabel PLN bisa Internet ?
BERSIAP-SIAPLAH BISNIS
ONLINE AKAN MAKIN OTJE PUNYA !
Assalamu'alaikum wr wb
Ada
info menarik.. sekaligus kabar gembira buat rekan-rekan yang kalau udah
balik ke tanah air langsung "menghilang" dari peredaran milis.
Penyebab utamanya bisa jadi karena buat online perlu biaya banyak,
apalagi pulsa telpon kita yang mirip argometer taksi.
Nah, aliran
listrik itu sesungguhnya dapat digunakan untuk menjadi
"carrier" (pembawa) sinyal informasi dan data. Karena data itu
sendiri dapat dikonversi dari format digital menjadi analog. Itulah
yang kemudian dikenal sebagai PLC (Power Line Communication), yaitu
menggunakan jaringan kabel listrik untuk komunikasi dan transmisi
data.
Saat ini PLN sudah berhasil menerapkan teknologi ini untuk
melakukan koneksi internet di 20 rumah di Jakarta,
hasilnya...wuushh...sekali klik..langsung muncul deh web-nya... mau
surfing atau browsing 24 jam sehari juga nggak masalah.. dan nggak perlu
pusing dengan tagihan telpon lagi.. Dan PLN akan punya bisnis baru
sebagai ISP dengan teknologi ini. Dalam waktu akan dibangun 400 sambungan
via PLC, ayo buruan daftar....
Berikut dibawah ini saya sertakan
info dari rekan di PLN Jakarta mengenai hasil eksperimen di 20 rumah
di daerah Duren Tiga Jakarta..
Internet via Saluran Listrik itu
benar, dimana salah satu anak perusahaan PT PLN mengelola ISP dan
jaringan fiber optik yang tergelar sepanjang pulau Jawa (dari Banten
sampai Jatim).
Silahkan cek di : http://www.iconpln.net.id Silahkan
cek di : http://rudyachmad.cjb.net -------------------------------------------
"Kabel
Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum"
TIDAK terbayang
kenyamanan yang dirasakan Ratna Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA
III Jakarta yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet dengan
cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan teknologi jaringan telepon
kabel tersebut, dia bebas mengakses Internet tanpa menutup peluang jika
ada telepon yang akan masuk.
Apa yang dirasakan Mira, merupakan
kelebihan yang nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik
yang dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menghubungan
dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Sayangnya sambungan tersebut
baru dirasakan 20 keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN
Duren Tiga Jakarta.
"Pokoknya selamat tinggal Telkom deh
untuk berinternet ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset
di depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun lalu dia bebas
mengakses Internet, tanpa melalui saluran telepon yang disediakan PT
Telkom.
Padahal, semula teknologi tersebut kurang
ditanggapi karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum dan
merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa yang diselenggarakan
anak perusahaan PLN, PT Indonesia Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati
benar kemudahan yang tersedia.
Icon+ adalah perusahaan yang sejak
awal didirikan untuk mendukung perkembangan teknologi
telekomunikasi dan informasi mutakhir. Icon+ dapat
menyediakan kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan jasa
jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan cakupan area lebih luas
dengan memanfaatkan right of ways.
Kehadiran Icon+ khususnya bagi
keluarga besar PLN terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat
menekan penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga PLN yang
tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan pembengkakan rekening tagihan
telepon setiap bulan, meski harus berbicara ngalor ngidul
interlokal.
"Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang
penting lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main Internet
tidak pernah berhenti, ya tidak masalah wong cuma menambah beban listrik
yang nilainya paling maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding
sebelum ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus
listrik," kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu
mempromosikan kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus
listrik itu .
Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon
dari aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin sering chatting
(ngobrol via Internet) dan surfing (menjelajah situs Internet) dengan
leluasa.
"Sebelumnya, menggunakan Internet sangat
dibatasi karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon yang
dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran Icon+, penggunaan Internet
dibebaskan saja, toh tidak membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu
telepon yang masuk atau keluar," kata perempuan asal Yogyakarta
itu.
Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan Internet
oleh putra dan putrinya untuk mencari informasi sekolah, baik di dalam
maupun di luar negeri serta mencari katalog buku dan
barang-barang yang diproduksi di luar negeri.
Pemakaian Internet
melalui arus listrik mempunyai keunggulan yakni lebih cepat diakses
dibanding jika melalui konvensional dan jelas lebih murah karena hanya
mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat dipakai di seluruh ruangan
selama ada jaringan listrik milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel
telepon ke stop kontak listrik menggunakan powerline communication
(PLC).
Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan bercakap
dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi masih komunitas keluarga besar
PT PLN. Jika PLN membuka sambungan di kota-kota lain, maka
pengguna yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan dengan
pengguna di kota lainnya.
Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa
dan jernih. Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai
lima digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk bercakap
keluar kota atau interlokal tidak perlu menggunakan kode area sebagai
tanda bayarannya lebih mahal karena interlokal.
Adanya teknologi
via kabel listrik juga membuat pengguna tidak takut dengan ribut-ribut
kenaikan tarif telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar biaya
langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya pulsa, tidak perlu
pusing-pusing lagi.
Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan
PLN belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar, kecuali jika
listrik padam yang berarti terputus pula jaringan telepon. Dalam
memanfaatkan Internet, tidak perlu takut putus di tengah jalan saat asyik
chatting atau surfing.
Adanya alat itu membuat seluruh anggota
keluarga yang lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari Telkom
meski ada anggota keluarga yang tengah berinternet. Selain itu, tidak
perlu ada tambahan kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel
di rumah.
Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+
melebarkan sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya keluarga
besar PLN, bukan mustahil suatu saat masyarakat terutama yang kesulitan
menjadi pelanggan Telkom, ramai-ramai memasang peralatan
telekomunikasi sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan aliran
listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah biaya pulsa telepon
membengkak karena terlalu banyak penggunaan telepon.
Paling banter
pengguna Internet secara terus-menerus hanya mengalami peningkatan
penggunaan arus listrik. Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik
yang dipakai pelanggannya tidak terlalu signifikan, karena memang
relatif kecil.
Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan
telepon ini, sudah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk mencoba
membuka 400 sambungan baru tahun ini. Sebab dengan tambahan sambungan
baru sebanyak 400 unit, berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara
20 keluarga itu.
Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III
yang sudah bertanya-tanya dan tidak sabar menunggu, kapan di daerah
lain dapat disambung jaringan telepon serupa. Maklum, mereka punya banyak
kerabat di daerah lain, karyawan PLN sering berpindah-pindah kota
atau keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang dekat.
(TIA/BOY/ETA)
|