Misi
Hidup Dalam Sebuah Kerja.
�
�
�Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka
di
�sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus
�dagangannya.
Segera saja beberapa pekerja
bangunan dan kuli
�angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi
dan
�membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan
�soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.
�
�Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan
�harga sedemikian rendah. Lalu apa
untungnya? Wanita itu
�terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan
beli sedikit
�sabun."
Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit?
�Sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa
�beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?"
�katanya
sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan
�ke atas truk pengantar
mereka ke tempat kerja.
�
�Ah! Betapa cantiknya,
bila sebongkah misi hidup dipadukan
�dalam sebuah kerja. Orang-orang yang
memahami benar
�kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di
atas, yang
�bekerja demi setitik kesejahteraan
hidup manusia, adalah
�tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh.
�Merekalah beludru halus
yang membuat jalan hidup yang
�tampak keras berbatu ini
menjadi lembut bahkan mengobati
�luka. Bukankah demikian tugas kita dalam
kerja:
�menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.
�
�
�***********************************************************
Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Traffic
Management, Marketing and Sales Division
PT.
Televisi Transformasi Indonesia
Jl.
Kapt. P. Tendean Kav 12-14A
Jakarta 12790 - Indonesia
Telp.
(021) 79177000 ext. 5122/5125

|