"The Emperor And The Assasin"
****************************
Eko W Raharjo

King Ying Zheng adalah penguasa dari kerajaan Qin yang mempunyai
obsesi untuk mempersatukan semua kerajaan di kolong langit. Rakyat
dari berbagai bangsa akan hidup dengan aman dan santosa dibawah
imperium Qin, dan pertumpahan darah yang berkepanjangan akan
berakhir karena tidak akan ada lagi kerajaan-kerajaan kecil yang
saling berperang satu sama lain, demikian ide mulianya. Kerajaan
Han telah bertekuk lutut di hadapannya. Langkah berikutnya adalah
memerangi kerajaan Yang. Hanya, ia memerlukan suatu alasan yang
kuat agar terhindar dari kecaman atau lebih buruk lagi seluruh
kerajaan lainnya bisa-bisa bersatu melawan dia.

Bersama lady Zhao, kekasihnya, ia merancang suatu plot yang membuat
penguasa kerajaan Yang mengirim seorang assasin untuk membunuhnya.
Termasuk suatu set up yang memungkinkan seorang assasin bersenjata
bisa menerobos pengawalan militer dari kerajaan Qin yang perkasa
sampai ke jantung istana. Pada akhirnya tercapailah impian King
dalam membangun suatu imperium dengan dia sebagai emperornya.
Namun, tidak dengan cara menghindarkan pertumpahan darah seperti
yang ia janjikan, melainkan dengan cara-cara yang keji dan biadab.
Ketika mengalahkan kerajaan Zhao, desa demi desa dilibas habis.
Perang juga membuahkan ketakutan. King Ying Zheng takut kalau kelak
dikemudian hari anak-anak bangsa Zhao akan membalas dendam. Maka
dikumpulkannya semua anak-anak Zhao yang masih tersisa untuk
dikubur hidup-hidup. Sebagai emperor, King Ying Zheng telah
mendapatkan semua power yang diinginkannya, ironisnya ia menjadi
terasing sendiri; jendralnya yang paling perkasa meninggalkannya,
ibunya meludahi mukanya dan lady Zhao kekasihnya mengutuknya.
Kedamaian dan kesentosaan yang dijanjikan tak kunjung tercapai.

The Emperor And The Assasin adalah cerita fiksi yang difilemkan
dengan dibintangi oleh aktor-2 jempolan seperti Gong Li. Mungkinkah
hal seperti diatas terjadi dalam dunia nyata?, dimana penguasa dari
suatu negara berambisi menyatukan dunia dibawah satu order dan satu
civilisasi? Kalau hal semacam itu ada, kiranya hanya penguasa USA
yang mampu melaksanakannya. Setelah Sovyet Union berantakan dan
Pakta Warsawa bubar, maka USA merupakan satu-satunya negara super
power di kolong langit. Tidak ada lagi ideologi besar seperti
komunisme yang sanggup mengancam kapitalisme barat. Namun satu hal
yang masih merupakan kerikil tajam yang mengganggu langkah dan
kebijaksanaan dari USA yakni Islam radikal. Berbagai negara Islam
tidak mengindahkan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan yang
dianut oleh masyrakat barat. Negara Islam dan kelompok Muslim radikal
ini bahkan dianggap sebagai pendukung dan penebar gerakan terorisme
yang terang-terangan menantang langkah dan kebijaksanaan USA. Di mass
media semakin banyak tulisan yang muncul yang menggambarkan Islam
sebagai suatu civilisasi yang membuahkan kekerasan dan radikalisme
yang mengancam eksistensi dari Western civilization.

Bagaimanapun situasinya, mungkinkah seorang penguasa dari suatu
negara bisa sedemikian berdarah dingin untuk membuat plot mengundang
kelompok teroris untuk masuk ke negaranya dan mengekspose rakyat
yang tidak berdosa dengan resiko besar demi memperoleh legitimasi
untuk memerangi negara-negara yang menjadi musuhnya? Tidak dapat
dibantah bahwa serangan teror di bumi Amerika pada September 11
tahun lalu merupakan tragedi kemanusiaan yang amat memilukan.
Manusia yang masih memiliki conscience siapapun dia akan mampu
melihat betapa jahatnya teror tersebut dan betapa besar penderitaan
yang ditanggung para korban dan keluarganya. Namun sebagai manusia
yang berakal budi, kita juga tidak bisa menghindarkan diri untuk
berpikir secara kritis. Berbagai misteri dan coincidence menyelimuti
peristiwa 9-11 yang sampai sekarang masih belum terungkap tuntas.  

Merupakan hal yang sulit dipercaya bahwa negara super power yang
memiliki segala fasilitas canggih seperti USA tidak mampu mendeteksi
rencana dan menggagalkan serangan teror tsb. Terlebih, setahun
sebelumnya pemerintah US berhasil menangkap Ahmad Rezam, yakni
seorang anggota al-Qaeda, yang masuk lewat perbatasan Canada dengan
tujuan meledakkan Los Angeles airport. Tidakkah dari Rezam US
inteligens semestinya mampu mengkorek rencana dan segala modus
operandi yang kemungkinan diterapkan oleh al-Qaeda? Mengapa pula
pesawat patroli tidak menembak pesawat teroris padahal ada tenggang
waktu kurang lebih satu jam sebelum 2 pesawat tsb menabrak gedung
WTC. Apa sesungguhnya yang terjadi pada flight 93 yang diterbangkan
teroris menuju Capitol Hill? Apakah jatuh karena ditembak oleh
US Air Force? Sampai sekarang rekaman komplit dari apa yang
terjadi didalam pesawat tsb masih dirahasiakan. Jika pesawat yang
menuju Capitol Hill ditembak, padahal yang menuju sasaran sipil
tidak, maka terlihat bahwa pemerintah US hanya melindungi
keselamatan dari para penguasanya dan mengabaikan keselamatan
rakyatnya. Masih banyak lagi teka-teki yang tidak terjawab,
seperti pada Sept 11 dikabarkan ribuan orang Yahudi yang berkerja
di gedung WTC absen, seolah-olah sudah mengetahui terlebih dahulu
serangan teror tersebut.    

Apa yang terjadi menyusul serangan teror tsb kita semua sudah tahu.
Presiden US George Bush melancarkan kampanye retorik tidak saja
untuk memerangi kelompok al-Qaeda melainkan juga pemerintah Taliban
di Afganistan. Pemerintah Taliban adalah pemerintah Islam yang
lemah dan miskin yang menjalankan hukum Islam secara radikal, yang
memberi tumpangan kepada al-Qaeda namun pula yang telah memusnahkan
ladang candu di Afganistan. Terhadap negara lemah seperti Taliban
pun presiden Bush menolak untuk memakai cara-cara diplomasi, perang
adalah satu-satunya jalan yang dipilihnya. Siapakah Bush? Anak dari
Bush sr, penggagas Perang Teluk, adalah jelas bukan jenis pemimpin
seperti Churchill yakni seorang negarawan pemikir yang gagah berani.
Retorik Bush yang dangkal dan hitam putih menunjukkan bahwa ia tidak
satu league dengan pemikir seperti Churchill. Tidak pula seperti
Churchill yang dengan gagah berani menyertai penduduk London yang
dihujani bom habis-habisan oleh Nazi Jerman. Pada saat-saat kritis
dimana penduduk New York membutuhkan dukungan dan pengarahan, presiden
Bush tidak tampak batang hidungnya. Mayor New York, Rudolp Guiliani
lah yang menyertai penduduk New York menanggung azab dan sengsara.      
  
Setahun telah lewat, al-Qaeda dan pemerintah Taliban telah digulung,
namun Bush kembali berkampanye untuk melancarkan perang terhadap Irak.
Tidak ada bukti apapun bahwa Irak adalah negara Islam yang punya
hubungan dengan teror 9-11, kelompok al-Qaeda, ataupun memiliki weapon
of mass destruction. Namun sekali lagi Bush nampaknya menolak untuk
memakai cara-cara lain selain perang dalam menagani masalah Irak.
Disini kita bertanya, apa sesungguhnya motivasi Bush? Setelah Irak
dihancurkan, giliran negara Islam mana yang akan diserang?. Apakah
ia tidak akan berhenti sebelum semua negara-negara Islam dari Maroko
sampai Indonesia hancur lebur oleh bom-bom Amerika?     

Hari ini adalah setahun peringatan tragedi serangan teror 9-11
merupakan hari yang amat emosional terutama bagi masyarakat USA.
Kita mengharap ditengah-tengah kesedihan dan kemarahannya,
masyarakat Amerika tetap mampu berpikir secara rasional. Mereka
bukanlah satu-satunya bangsa yang mengalami horor semacam itu,
bangsa Muslim Bosnia, bangsa-bangsa di Afrika mengalami tragedi
yang sama tanpa memperoleh perhatian dengan selayaknya. Horor
semacam itu harus dicegah agar tidak terjadi lagi pada bangsa
manapun termasuk Irak. Perang bukanlah solusi melainkan awal dari
kehancuran dan penderitaan. Sejarah membuktikan bahwa bangsa besar
seperti Jerman pun liable untuk menjadi pelaksana dari tindakan jahat
terhadap kemanusiaan yang telah memusnahkan jutaan bangsa Yahudi
dan kaum Gypsy. Semoga rakyat Amerika tidak membiarkan emosi mereka
dieksploitasi untuk melegitimasi suatu peperangan yang hanya akan
memproduksi tragedi 9-11 dalam skala yang mungkin lebih berlipat. 

Eko W Raharjo
Sept. 11, 2002

---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #111
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke