|
Jenis bom di Bali itu apa?
Jawabnya adalah bom sangat canggih yang
sanggup
mengubah residu hasil ledakannya sesuai
kebutuhan.
Sepertinya bom ini mengandung unsur magis
memang.
Bagaimana tidak saat terakhir dinyatakan bahwa
Amrozi
sebagai pelaku utama peledakan menggunakan
potassium
klorat, belerang (karbit?), dan bubuk aluminium
untuk bahan
bom Bali tersebut.
Padahal berbagai analis telah menyatakan bahwa
bom
Bali adalah bom yang sangat kuat. Dari
analisis John Vialls
(yang site-nya sekarang di-hack) bahwa bahan
tersebut
adalah micro nuklir hingga analisis Suripto bahwa
bahan
bom itu tidak mungkin micro nuklir tetapi tidak
mungkin
pula TNT ratusan kilogram (untuk dimasukkan dalam
L300 dan
tidak terjadi keanehan).
Soal adanya kawah sedalam hampir 2 m yang terbentuk
juga
sebenarnya sudah cukup menjadi bahan renungan bagi yang
mau berpikir, bahwa
ledakannya sangat kuat untuk mengoyak
jalan aspal
seperti itu.
Penggunaan bom ratusan kilo TNT dari dalam berbagai
serangan
yang pernah ada terbukti tidak menghasilkan kawah atau efek kehancuran sedahsyat bom Bali. Lalu apatah
lagi sebuah
campuran potassium klorat dan
karbit!!?
Bahan yang sering dipakai bom ikan ini efek
merusaknya
bisa dilihat saat kerusuhan di Ambon. Bom
yang biasa digunakan
untuk menangkap ikan ini saat kerusuhan menjadi
sebuah
senjata pembunuh yang efektif karena bahannya mudah
didapat
dan tenaga perakitnya tersedia di mana-mana.
Lalu, bom
yang didisain untuk saling menghancur oleh kedua
kelompok
yang bertikai di Maluku itu apakah menghasilkan
efek kehancuran
sebagaimana Bali? Dengan daya ledak puluhan
kali di bawah
TNT lalu berapa ton mesti dibawa oleh sang
tertuduh Amrozi
dengan L300-nya ke Legian???? Memangnya daya angkut
sebuah
L300 itu berapa ton???? Dan saya belum pernah
melihat ada
bom ikan bisa dirakit menjadi sebuah bom dengan
ukuran ton.
Bahan pembuat dan cara meledakkannya sudah membuat
hal
itu menjadi
mustahil.
|
