Taroklah ada lembaga "X" di luar negeri melakukan konspirasi
politik di dalam negeri melalui lembaga "Y". Dalam hal ini lembaga "X"
memberikan sumbangan dana/teknis sukarela dengan jumlah tertentu
kepada lembaga "Y".
     Tentu saja lembaga "X" jelas tidak akan mengatakan kepada lembaga
"Y" bahwa semua itu dilakukan dalam rangka melakukan konspirasi
politik. Sebab lembaga "X" yakin bahwa kalau itu dikatakan secara
terus-terang maka lembaga "Y" akan menolak.
     Akhirnya lembaga "Y" menjalankan tugas tanpa merasa sedikit pun
bahwa ia sudah dijadikan mangsa konspirasi politik oleh lembaga X".
     Maka itu tidak perlu heran ketika ditanyai pers, lembaga "Y" akan
membantah bila kegiatannya dianggap sebagai konspirasi politik. Karena
tidak merasa demikian.
     Itu sih memang betul.
     Hanya lembaga "Y" tidak sadar bahwa lembaga "X" sebelum
mengucurkan sumbangan dana/teknis sukarela itu sudah melakukan
kalkulasi politik. Artinya sudah memperkirakan jumlah keuntungan
politik bagi negaranya dari permainan konspirasi tersebut.
     Yang jelas sasaran keuntungan politiknya jauh beberapa kali lipat
ketimbang pengeluaran dana untuk diberikan kepada lembaga "Y".

Nasrullah Idris - [EMAIL PROTECTED]



---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #286
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke