Saya enggak mau berkomentar berita di Kompas itu, soalnya ada banayk bias yang akhirnya bisa menjadi santapan untuk blow up di koran. Dan tidak perlu untuk mencari siapa yang salah. Wong dokter pun nyesel juga kok kalo pasiennya mati. Dan Ndak di kiro membela dokter kalo saya komentar. Wong dokter ki yo menungso mesti pernah dan bisa berbuat salah. Dan dokter yo ora kebal kritik kok....
Demam berdarah ini yang perlu di cermati adalah:
1. gejala nya sangat sangat mirip influensa. Atau infeksi virus lainnya. Panas 38-40, nyeri di persendian, atau pegel pegel. Nafsu makan menurun. kadang diserai bintik perdarahan. dan bintik perdarahan ini pun bisa juga terjadi pada infeksi lain baik influensa maupun virus lain.
yang membedakan dalah tipe demamnya, yaitu bersifat bi fasik. Penjelasannya begini pada hari 1-7 fase demam pertama kemudian anak akan tampak normal lagi trus diikuti fase demam kedua. Nah pada fase demam kedua ini yang sangat berbahaya dan untuk terjadinya gangguan yang parah yang disebut dengan Shock ( Dengue Shock Sindrom ). Derajat Shock ini ada 4 mulai dari ringan sampai yang paling berat.
2. Bagaimana to bisa terjadi Dmam berdarah?
orang terinfeksi virus demam berdarah pertama kali maka reaksinya ada dua yaitu tidak timbul reaksi infeksi dan timbul reaksi infeksi. Pada infeksi yang pertama ini gejalanya sama persis dengan influensa dan tanpa gangguan perdarahan ( bintik bintik merah).
Kemudian pada infeksi yang kedua ( baik yang dengan atau tanpa tanda infeksi pada infeksi pertama) akan terjadi gangguan yang bermanifestasi sebagai gangguan permeabilitas pembuluh darah. Jadi infeski yang kedua ini virus akan mengganggu permeabilitas pembuluh darah dimana darah akan mudah keluar dari pembuluh darah, dan yang lainnya virus dengue mengganggu fungsi trombosit. Dimana trombosit ini sangat di perlukan untuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah.
Maka akan dijumpai bahwa tanda DHF ada gangguan pembuluh darah ( bintik bintik merah) baik yang spontan atau dengan cara tes pembendungan pembuluh darah.
Ini pada fase awal, pada fase selanjutnya adalah gangguan fungsi trombosit. yaitu rusaknya trombosit di sirkulasi, sehingga jika ada darah yang keluar dari pembuluh darah, trombosit tidak dapat membekukannya untuk menutup pembuluh darah yang merenggang tersebut.
3. Apa yang perlu di perhatikan ;
pertama pada fase fase awal penderita DB ini bisa dirawat di rumah dengan catatan pemberian cairan elektrolit yang cukup. ( ingat aqua bukan cairan elektrolit) jadi tidak benar hanya memberi minuman aqua saja. Misalnya jus jambu, jeruk dll sangat dianjurkan.
kapan harus dibawa ke RS?
jika anak tidak mau minum, muntah muntah, mimisan, kontak dengan orang lain menurun. Segera bawa ke rumah sakit. Meski anak tidak panas. Dan waspadai pada hari ke tujuh sd ke 10 dari saat pertama panas.
Meski di rumah sakit usahakan untuk terus memberi minuman yang kaya elektrolit. Meski telah di infus. karena kita kejar kejaran dengan bocornya pembuluh darah. Dan bukan berarti dokter atau suster yang salah kalo misal tidak kekejar, tapi karena memang penyakit ini yang sulit penanganannya.
4. Mitos mitos tentang ramuan tradisional yang bisa memperbaiki trombosit.
Sampai saat ini kok masih perlu di perdebatkan dan perlu penelitian yang lebih lanjut. Jadi jangan terlena karena iklan obat bahwa ramuan X bisa memperbaiki trombosit, dan kita lupa untuk memberi cairan eletrolit. nah kalo usaha ini sudah kita lakukan dan ternyata masih gagal.... ya berbaik sanga saja sama Allah SWT. mungkin itu cobaan buat kita.
bayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kesimpulan cerita DB:
Takdir = mati muda
Sebab = kena db, kelindes truk, kesamber exocet, kena ledakan bom dsb,
dokter ceroboh dsb...dsb....
Cuman orang lebih seneng ngeributin sebabnya, lupa kalo takdirnya mati muda.
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, February 19, 2004 2:40 AM
Subject: [UNDIP] Permintaan Terakhir Korban DB, "Ibu, berpelukan..."
>
>
> FYI....Maaf kalo sdh ada yg membaca....................
>
> http://www.kompas.com/utama/news/0402/17/202932.htm
>
>
> Updated: Selasa, 17 Februari 2004, 20:26 WIB FEATURES
>
>
> Permintaan Terakhir Korban DB, "Ibu, berpelukan..." Jakarta, KCM
>
>
>
> Meski sudah 2 minggu, Nova, ibu muda yang tinggal di daerah
> Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih berduka. Rabu (3/2), dia kehilangan
> Bima, anak semata wayangnya. Penyakit demam berdarah merenggut nyawa bocah
> laki-laki berusia 6 tahun itu. Sudah takdir, begitu kata sebagian orang.
> Tetapi, Nova merasa dokter yang menangani anaknya tidak profesional.
Selain
> salah diagnosa, penanganan dokter juga tidak maksimal.
..............
--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1339
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
Muhamad Thohar Arifin, MD
Dept of Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar or www.thohar.tk
Dept of Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar or www.thohar.tk
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail SpamGuard - Read only the mail you want.
