|
sebuah pidato yang mencerahkan ditengah pesimistis
pada sebagian masyarakat kita.
memang saya pribadi sangat tercengang dengan
berita2 kemakmuran disingapura, baik dari segi industri maupun teknologi yang
sangat jauh meninggalkan indonesia. bahkan ada orang singapura yang ngomong,
"meskipun ente punya segudang sumber saya alam, tapi belum tentu ente bisa
menikmati semua itu. kami yang tidak punya sumber daya sebesar negara ente, tapi
jangan tanya, dalam 5 menit selama 24 jam apabila kami menginginkan sesuatu
pasti kami bisa menikmatinya"
jangan-jangan benar, hubungan diplomatik kita
dengan dengan negara sesombong singapura akan berubah menjadi penghambaan,
seperti amerika.
----- Original Message -----
Sent: Monday, March 01, 2004 8:48
PM
Subject: [UNDIP] Bagus buat diskusi
--- In [EMAIL PROTECTED],
"Oscar Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote: KHUSUS
PEMERINTAHAN NEGARA SEKULAR FEDERAL AMERIKA DIBAWAH BUSH
MEMANG BRENGSEK Hartojo Wignjowijoto Jakarta -
INDONESIA.
Saya 20 tahun lalu bermukim di AS, selama 20 tahun.
Jadi kalau anda membahas Amerika Serikat, harus dibedakan antara
pemerintah AS dan orang AS.
Pemerintah AS terutama Presiden Bush,
bukan dipilih, tetapi diangkat oleh Mahkamah Agung AS, yang memutuskan
pemenangnya adalah Bush. Jadi dia itu bukan elected, tetapi selected.
Jadi memang demokrasi itu telah menghasilkan monyet, seluruh dunia. Jadi,
bukan hanya second rate, pimpinan kelas dua, tetapi
kelas kambing.
Budaya Bali menyatakan, orang-orang yang lurus itu
ditanam, orang-orang bengkok itu diatas. Dan Bali, satu-satunya suku,
yang bisa menghadapi krisis, karena kehidupan agama dan
kehidupan sehari-hari itu satu.
Tidak kayak kita. Di Masjid
khusyu' sekali, begitu keluar dari masjid ulahnya sudah beda. Jadi, nggak
bersatu. Juga dalam kehidupan Islam ini infratsrukturnya tidak
ditata.
Misalnya salat di kantor, pakai wastafel. Padahal harusnya
kan harus diatur. Ini kelemahannya. Nah orang Islam ini harus
kehidupan agama dan kehidupan sehari-harinya harus satu.
Orang AS
"lebih Islami". Kalau pemerintahnya, itu tidak Islami,
karena didominasi oleh orang-orang yang mencari keuntungan dari
industri pertahanan. Jadi kalau AS resesi, ia cari gara-gara, cari musuh,
apa musuhnya itu Saddam, apa Castro. Gadafi kek. Vietnam, kek. Selalu
pemerintah AS cari musuh. Kali ini ia diganjar oleh Tuhan, diberi
musuh, tapi tidak tahu musuhnya siapa. Wong ia bingung, ternyata musuhnya
pada dirinya sendiri.
Itu Soros sendiri yang menyatakan, bahwa sistem
kapitalis itu, pemenangnya itu selalu mengambil semua, sehingga
orang-orang miskin, itu tidak punya harkat, tidak punya benefit dari
sistem Kapitalis.
Dalam Islam disebut, kalau you cuek sama asuhanku
(fakir-miskin), "Kubom" kau. Kejadian 11 September itu hanya suatu
intipan. Yang sebenarnya sudah diperkirakan dalam bukunya Soros. Lama
itu. Akan terjadi surprise-surprise. Dan ini akan banyak surprise
itu.
APA UNTUNGNYA BERHUBUNGAN DENGAN AS?
Kalau secara
emosional ya putus hubungan, karena kita setia kawan sama orang Islam
yang di Afghanistan yang diintervensi kedaulatannya. Itu secara
emosional. Tapi, kita harus membedakan tadi, antara pemerintahnya dengan
masyarakatnya.
Jadi hubungan AS dengan Indonesia, harus dipilah-pilah
antara pemerintah dengan orang AS.Pemerintah AS didominasi keinginan
untuk menang semuanya dan keinginan untuk menguasai sebanyak mungkin.
Dan ia ingin berkuasa secara absolut. Itu tidak mungkin bisa. Yang
bisa berkuasa absolut itu hanya Tuhan. Dan hukum Tuhan itu
kebanaran.
Dalam Bible disebut juga, kebenaran itu adalah yang
memerdekakan kita. Selama ini kita didominasi oleh rejim pembenaran,
bukan rejim kebenaran. Hukum Tuhan itu tidak bisa ditawar. Saya
menganjurkan, kehidupan Islam dan kehidupan sehari-hari itu dijadikan
satu.
70 % UNTUK KEPENTINGAN AS
Hub AS dan Indonesia itu 70
persen lebih untuk kepentingan AS, karena AS selalu mendominasi hubungan
dengan bangsa siapa pun juga. Orang Eropa juga selalu mengeluh, karena
Bush atau pemerintah AS selalu didomiansi oleh kepentinganya
sendiri.
Mbak Mega itu (ke AS) bukan diundang, tetapi dipanggil.
Dipanggilnya untuk instrumen kepada dunia, bahwa AS tidak berniat malawan
Islam. Supaya AS bisa builang kepada dunia: Saya nggak nglawan
Islam.
Ini (buktinya) negara Islam tersbesar di dunai, saya rangkul
dia. Jadi, hubungannya itu hubungan taktis. Bukan hubungan strategis.
Jadi, hubungan itu harus ditingkatkan menjadi hubungan strategis.
Kita mainkan. Mengapa Mbak Mega dipapggil, karena dia akan pergi ke
Cina. Dan kalau kita berhubungan dengan Cina, AS takutnya luar biasa.
Ini yang dimainkan oleh Bung Karno.
Jadi, hubungan AS dan
Indonesia dewasa ini adalah hubungan taktis dan untuk kepentingan AS.
Bukan untuk kepentingan Indonesia. Indonesia dikasih sogokan 700 juta
dolar, dikasih korting untuk ekspor. Bukan itu, dia mengincar sumber daya
alam Indonesia Semua perusahaan-perusahaan AS yang ada di Indonesia yang
semula tidak ada artinya, seperti Freeport, Caltex, Exxon, begitu ada di
Indonesia dia menjadi giant (raksasa).
Dan ini antek-antek itu
sudah ada di Yogya . Ini orang-orang ini dipakai, mereka pendidikannyua
Islam di mana? Orang-orang Islam yang dididik di AS itu bagian daripada
skenario Yahudi untuk menundukkan orang-orang Islam yang pro kepada AS
tadi. Bahkan saya dengar-dengar kabar burung, preman AS yang namanya
Gelbard sudah memberikan uang kepada organisasi-organisasi tertentu untuk
mencari orang-orang yang anti-AS.
Dan orang-orang seperti saya ini
diincar. Saya nggak anti-AS, saya anti pemerintahan yang munafik. Kalau
di dalam negeri sangat diskriminatif. Saya mengalami diskriminasi yang
luar biasa di sana. Tapi, kalau di luar negeri dia bilang demokrasi,
liberal, dan sebagainya.
Kalau anda terbang ke New York akan
lihat ada ruang besar sekali, isinya orang-orang negro yang ditangkepin,
dimasukkan penjara di New York, supaya tidak ngaco di jalanan. Bakan AS
itu punya sejarah yang konyol sekali, Dia ngambil tanahnya orang Meksiko.
Texas segala macam.
Sekarang, Tuhan adil sekali. 51; persen
penduduk California berbahasa Spanyol. Pokoknya hukum Tuhan itu tidak
bisa ditawar.
PEMERINTAHAN AS BRENGSEK
Jadi, hubungan AS dan
Indonesia harus merupakan hubungan untuk pemikiran, pengetahuan, budaya,
tata negara, dst. Jadi jangan campur aduk, antara kehidupan teknologi
yang maju yang "sangat Islami" dengan pemerintahan AS yang brengsek.
Pemerintahan AS itu brengsek banget.
Bayangin itu,. Dia mengakui
bahwa kejadian WTC adalah kegagalan total sistem pertahanan AS. Itu
berapa menit itu. Transpondernya dimatiin, masuk. Semuanya itu adalah
upaya pemilik modal yahudi itu, untuk mendapat bantuan dari pemeirntah
AS, karena sektor Airlines industry itu sudah bangkrut
lama.
Sekarang banyak perusahaan airlines yang memberhentikan
karyawannya, tetapi dapat suntikan sekitar 20 milyar-40 milyar USD. Jadi
ini suatu permainnan kapitalisme juga.
Yang berat, banyak orang
yang dididik di AS yang lebih Amerika daripada orang Amerika sendiri.
Mereka hanya 2 hari, 2 tahun, 3 tahun di sana. Saya 20 tahun di sana.
Saya menjadi somebody tetapi tidak mau menjadi some else body, itu
pelacur intelektual.
PENDIDIKAN KARAKTER INI YANG
PENTING.
Sekarang posisi kita (Indonesia), bukan gemah ripah loh
jinawi, tetapi gemah rapuh rohnya lari. Kita itu zombi. Kehilangan
orientasi, kehilangan jati diri, we are what we are not. Kita mau apa
sih? Siapa kita?
Kalau bisanya mencangkul ya mencangkul. Bahkan,
rektor UI pernah berpidato: kalau anda pinter anda akan jadi profesor,
kalau menengah ya jadi aktivis, kalau anda bodo, hati-hati sama yang bodo
ini, karena yang bodo ini yang berkuasa, yang bisa memakai
orang-orang pinter.
Jadi, demokrasi tidak mengahasilkan suatu
pimpinan kelas satu, tetapi selalu kelas kambing, Tapi, nggak apa-apa,
karena Selandia Baru kambingnya 60 juta,orangnya 3 juta, incomenya 40
ribu USD. Indonesia kambingnya 6 juta, orangnya 200 juta, incomenya
500 USD. Jadi kita kurang kambing. Saya sedih, melihat bangsa
Indonesia yang tidak berkarakter.
TUNTUT IMF
Jadi, kembali
ke hubungan AS dan Indonesia, pemerintah Indonesia terutama Dorodjatun
dan kawan-kawannya yang pro-AS, secara hikmat sudah diingatkan oleh Tuhan
melalui peristiwa WTC itu. Itu saja.
Kalau sekarang mau jihad, jihad
sama koruptor. MA dijihad, Jaksa Agung dijihad. Bayangin para perampok
itu, tidak punya modal, pinjam uang untuk usaha, usahanya tidak
menghasilkan profit untuk membayar utang, asetnya dijual hanya 1/10
nilainya. Jadi dia mencuri, pinjam sekian ratus trilyun, tetapi 99 persen
dicuri. Dan utang yang dicuri itu saya sebut utang haram. Itu bukan
tanggung jawab Indonesia.
Saya sedang siapkan untuk menuntut
IMF ke International Tribunal, agar mereka membebaskan kita dari
utang-utang yang dicuri itu.
Jadi, kembali dengan hubungan AS. Harus
dipilah-pilah. Hubungan taktis, harus dikonversikan menjadi hubugan
strategis. Masalah yang dihadapi sekarang adalah masalah diri kita
sendiri. Kita harus we are what we are.
Pemecahan ekonomi
Indonesia ini sudah ada. Kita dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa.
Matahariyang abadi, salju yang abadi. Musim panas abadi.
Disebut
dalam Al Quran, disebut "bacalah". Nah, bacanya: gas dijual
ke Singapura 30 tahun, ya mana uangnya yang 30 tahun itu. Kontan.
(Tidak dicicil). Untuk sewa "rumah" 3 tahun. Sisanya disimpan, masukin
ke cadangan 300 milyar, maka nilai dolar bisa Rp 1000/1
USD.
Waktu diumumkan begitu, nggak boleh! Karena IMF mengatakan,
sumber daya alam Indonesia seluruhnya sudah diagunkan, yang saya
hitung nilainya 3 trilyun USD. Sedangkan kita utangnya cuma 200 milyar.
Jadi agunan yang berlebihan.
Jadi banyak kebodohan-kebodohan di
Indonesia. Maka yang tadi harus di-"sweeping" adalah orang-orang yang
berperan. Bukan dibunuhin, Tapi cara berfikirnya (yang
disweeping).
Orangnya sudah jelas: yaitu Widjojo (Nitisastro), Ali
Wardana, Emil salim, Frans Seda, Dorodjatun Kuntjorodjakti, Sri Mulyani,
Sri Adiningsih, Anggito Abimanyu. Itu saja yang disweeping.
Artinya, masukkan (mereka ke) kamar mandi, digrojok, tanya lagi
kembali, pikirannya gimana gitu. Maksud saya itu.
Mosok ahli
ekonomi mengatakan, RAPBN itu asumsinya inflasinya rendah, rupiahnya
8000, harga minyak sekian, dan seterusnya, Itu kan masalah yang harus
dipecahkan, kok dijadikan asumsi. Kayak orang yang terdampar di pulau,
lalu ada kaleng makanan, tapi nggak ada pembukanya. Lalu ahli ekonomi
mengatakan,kita buat asumsi, ada pembukanya. Lha masalahnya nggak ada
pembukanya, kok dibuat asumsi ada pembukanya.
EDAN
Jadi
kita ini terbalik-balik. Saya termasuk ahli ekonomi yang dibenci oleh
para kekasih AS dan kekasih IMF. Saya paling dibenci. Tapi,
nggak apa-apa, karena saya cinta kepada Indonesia, dan saya tahu
bahwa sumber daya alam kita yang kaya yang dapat mengkonversikan
manusia Indonesia yang tidak berkarakter.
Jadi, menurut saya, kita
harus berkonsentrasi, mengelola sumber daya alam kita. membersihkan rejim
pembenaran dan rezim yang pro kepada kepentingan mereka. Sadli (Prof. M.
Sadli), itu yang membebaskan Irian dengan Freeport, itu yang harus
dicleansing.
Mohon perjuangan anda itu mengarah kepada pembersihan
rejim, dan pembentukan karakter, dan membuat garis pemisah antara
pembenaran dengan kebenaran.
Indonesia adalah negara yang paling
korup di dunia tetapi tidak ada seorang koruptor pun yang duduk di kursi
listrik. Oleh karena itu, saya anjurkan kepada Serikat Pekerja PLN, nggak
usah ribut-ribut, bikin saja kursi listrik. Suruh Dirutnya duduk
satu-satu di situ.
Kembali ke masalah hubungan AS dan Indonesia,
sekarang ini tidak bisa kita mengharapkan AS membantu kita, ekonomi AS
berantakan. Bahkan sebentar lagi harga emas akan naik. Dalam waktu dekat,
sebentar lagi akan 1.000 dolar/on. Yang akan menikmatinya
adalah orang-orang Yahudi.
Tapi, kita tidak usah khawatir. Kita
ini very rich. Bukan hanya emas, tapi juga logam-logam dan mineral
lainnya. Luar biasa. Belum lautan kita yang sangat kaya. Tapi, ikannya
dicuri terus.
Bagaimana dengan dominasi AS di Indonesia? Cara
mengatasinya bagaimana?
Dominasinya jangan ke arah AS saja. AS
itu nyuruh Singapura untuk nyolong pasir, nyolong gas. Itu Timtim yang
dilepas Habibie, cadangan gasnya 200 milyar USD nilainya. Gas terbesar
seluruh dunia. Yang disuruh nyolong Australia. Jadi, banyak. Makanya Gus
Dur, itu bilang, saya tidak mau datang ke lima dubes: AS, Inggris,
Singapura, Belanda, Australia. Gus Dur sebenarnya hebat. Cuman dia
terlalu sibuk cari uang receh.
Jadi, bukan kita serang AS, single
gitu. Dubes Singapura sudah saya maki-maki, You tiba waktunya
mengembalikan uang yang disimpan hasil cross border criminal. Uang yang
dicuri di sini digunakan untuk memperkuat dolar Singapura. Lalu dia
ngambil pasir, gas, Pulau Bintan. Yang nyuruh dan mbantu ya
AS.
Oleh karena itu, kita harus me-review hubungan duplomatik dengan
semua negara. Kita harus bergaul dengan negara yang saling
membutuhkan, bukan negara yang menekan kita. Kita tidak bisa bergaul sama
negara yang memakai kita sekehendaknya, harus saling membutuhkan.
Hubungan Selatan-selatan, seperti India,Cina, itu harus kuat.
Ada
anggapan seolah-olah kalau AS meninggalkan Indonesia maka
rakyat Indonesia sengsara?
Ya nggak! Indonesia itu membesarkan
Belanda selama 350 tahun. Dari negara di bawah laut, sampai dia diatas
laut. Singapura itu nothing. Saya bilang sama Lee Kuan Yew, You nasehati
our blidn leader, jangan membuat Indonesia kuat, karena kalau Indonesia
kuat tidak ada lagi Singapura.
Kita itu sebenarnya very rich. Kita
negara yang luar biasa, dikaruniai rejeki yang luar biasa. Jangan
takut miskin., Makin miSkin, makin dekat Tuhan. Makin saya banyak
kemudahan, makin jauh dari Tuhan.
Andaikan ada semacam pembekuan
dengan AS,ekspor-ekspor kita terganggu dan pengangguran eningkat? Nggak
diembargo saja yang nganggur sudah 90 juta kok.
Saya katakan,
makin kita miskin - tapi miskin barengan makin bagus. Kemiskinan itu yang
membentuk karakter. Kejujuran itu pada waktu miskin. Anda dibentuk
Soeharto hedonistik. Bukan anda punya pengetahuan. Kepribadian itu yang
kita tidak punya. Kepribadian itu begini, wong cacing saja bisa hidup
kok. Mosok manusia seger buger nggak bisa makan. Saya nggak percaya
itu.
PEMERINTAH INDONESIA LEBIH MENGHARGAI BANTUAN AS
Ya itu
tadi, bangsa kita sudah dicekokin, disumpelin duit. Kita
harus membersihkan diri. Makanya ada latihan puasa, tirakat. Jadi
jangan takut diembargo. Wong negara kaya gini kok mau diembargo, piye
sih.
Kita ini makin kaya, percaya deh. Kalau hubungan dengan AS
itu (memang) perlu, karena hubungan teknologi atau pemikiran,
network, tapi jangan campur aduk.
IMF BAGAIMANA?
IMF itu
yang punya 40 persen AS dan antek-anteknya. IMF itu kolektorlah. Saya
sudah bilang, Bung Karno tahun 1963 bilang, go to hell with your aid.
Satu-satunya negara yang keluar dari IMF adalah Indonesia. Keluar nggak
apa-apa. Coba, IMF di sini selama 4 tahun terakhir, apa yang
terjadi?
Pengangguran menjadi 90 juta, City Bank masuk ke
propinsi-propinsi, bank kita malah berantakan. Empat tahun itu cuma
mindahin utang swasta menjadi utang pemerintah, kan itu utang rakyat
juga. Kan gendheng.
JADI INDONESIA TAKUT PADA AS?
Nggak, kita
ditakut-takutin. Kedua, orang-orangnya Widjojo dan Ali Wardhana itu
orang-orang IMF. Bentuknya saja orang Indonesia.
Banyak yang berpikir
bahwa AS adalah segala-galanya bagi Indonesia, sehingga Indonesia perlu
takut kalau ditinggal AS?
Nggak dong, AS bukan segala-galanya. Wong
dia itu mikir "udele dhewe kok". "Udel bodong" lagi (AS itu hanya
berpikir untuk perutnya sendiri). Saya itu lama di sana. Saya nggak
ngapusi' 70 persen hubungan AS dengan semua negara itu untuk kepentingan
AS. Kok disini kayaknya disembah. Tahu nggak, orang AS itu di sana
tidurnya itu ya campur sama tikus sama coro.
Orang AS yang datang
kesini itu banyak yang nggak kepakai disana.
Wassalam.
Hartojo
Wignjowijoto ---------- Ceramah Hartojo Wignjowijoto di Gedung Pusat
Dakwah Pimpinan Pusat , Jakarta, Jumat 12 Oktober 2001. Ceramah dihadiri
oleh aktivis dari PP Muhammadiyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas
Dunia Islam (KISDI), Gerakan Pemuda Islam, Laskar Jihad Ahlu
Sunnah wal-Jamaah, Himpunan Mahasiswa Muslim antar-Kampus (Hammas),
Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia (Kampusina), Gerakan Muslimat,
Laskar Jundullah Solo, dan sejumlah wartawan muslim. --- End forwarded
message ---
![]()
A Friend ![]()
|