Tepat seminggu lalu, diberlakukan jam malam di Halifax dari pukul 10:00 pm 
sampai 7:30 am. Jam malam ini terpaksa dilakukan bukan karena ada kerusuhan, 
bukan karena ada perang, namun karena petugas pembersih salju (snow plowers) 
tidak bisa bekerja dengan seksama. Kenapa?

Ya demikianlah kenyataannya. Langkah pemberlakuan jam malam itu terpaksa 
ditempuh gara-gara Halifax  dilanda bandai salju (snow storm) yang lebih 
dikenal dengan the blizzard of 04. Yah inilah rekor salju turun sepanjang masa 
di Halifax. Salju yang turun hampir satu meter tingginya akhirnya memaksa 
kehidupan di Halifax senyap sesenyap kota mati.

Halifax, sebuah kota di pantai di timur Kanada, yang dibangun di pertengahan 
abad 19 itu, benar-benar menjadi kota tua yang memilukan. Mobil yang biasanya 
di parkir di pinggir jalan, seperti hilang tertimbun salju. Sarana 
transportasi yang paling mungkin adalah papan selancar atau ski. Janganlah 
coba-coba berjalan kaki sebab bagaimana kita bisa mengangkat kaki dari salju 
yang kedalamannya hampir sepinggang orang dewasa. Yang dilakukan kemudian 
malah kita harus merangkak di ketinggian.

Blizzard ini memang benar-benar rekor sejak tahun 1920 an. Biasanya salju 
turun tingginya hanya sekitar 20 - 30 cm. Namun dengan salju yang turun hampir 
semeter ini menjadikan Halifax sebagai kota yang dilanda blizzard terparah.

Hebatnya lagi, kejadian turunnya salju ini sudah diramalkan beberapa hari 
sebelumnya. Sehingga warga Halifax benar-benar mampu mempersiapkan diri 
menghadapi blizzard ini. Sekarang say jadi tahu kenapa orang Kanada itu selalu 
mempunyai basement di rumah-rumah mereka. Ternyata salah satu fungsinya adalah 
untuk food storage. Namun repotnya adalah ketika listrik padam. Sebagian 
daerah Halifax metro ternyata tidak mendapatkan listrik sehingga mereka harus 
menyalakan lilin. Coba deh dibayangkan tanpa listrik dan pemanas ruangan di 
suhu minus 20 derajat celcius (belum termsuk windchill factor). 
Brrr.brrr...saja mungkin tidak cukup.

Namun sokurlah, salju yang demikian dahsyat itu tidak berlangsung sangat lama 
hanya dua hari. Karena banyaknya salju yang turun menyebabkan alat-alat 
pengeruk salju yang dimiliki oleh kota Halifax tidak mencukupi. Didatangkanlah 
alat pengeruk salju dari kota lain di Kanada (seperti PEI dan Fredericton). 
Kejadian ini mengingatkan kita ketika di tahun 1917 terjadi kebakaran hebat di 
Halifax yang akhirnya menyebabkan orang Halifax harus mengungsi ke kota lain. 
Waktu itu warga kota Boston merupakan warga yang sangat antusias membantu. Ini 
mengingatkan saya akan pemeo, bagaimanapun tetangga sebelah tetap lebih baik 
dari saudara jauh.

Dari kerukan salju yang ada, akhirnya terbentuklah timbunan salju (snow bank) 
yang tingginya sekitar 2-3 meter. Snow bank setinggi ini tentunya sangat 
membahayakan pengguna jalan sebab sewaktu-waktu bisa longsor kembali. Waktu 
saya jalan-jalan di trotoar, saya tidak bisa melihat apa yang terjadi disebalh 
saya. Ini juga sangat berbahaya bagi pengendara mobil. Akhirnya diputuskan 
untuk mengeduk snow bank itu dan diputuskan dibuang ke laut. Karena terlalu 
banyaknya salju atau karena sopir truknya kecapaian, sampai ada truk 
pengangkut salju yang tercebur ke laut ketika melakukan proses dump out dari 
kontainer.

Walau saat ini snow bank mulai berkurang selain karena dikeduk juga karena 
suhu kemudian meninggi, kita masih bisa menjumpai sisa-sisa peninggalan the 
Blizzard of 04. Sampai saat ini orang masih nggak percaya, setelah Huricane 
Juan menerjang Halifax di bulan Oktober 2003 kemudian disusul Snow Storm di 
bulan February 2004 entah apa lagi yang akan terjadi.

Karena sepertinya bencana alam mulai terjadi di mana-mana, apakah ini 
merupakan pertanda hari akhir jaman semakin dekat?

Makanya daripada kita menghabiskan energi untuk berdebat mengenai perbedaan, 
apakah tidak lebih baik kita berbuat sesuatu untuk kepentingan bersama yang 
bisa menjadikan hidup kita lebih bahagia dan sejahtera.

Itu dulu ya kisah the blizzard of 04 dari Halifax, Nova Scotia Kanada. Semoga 
kita semakin diberi perlindungan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa dan Maha 
Kuasa.

Amien.

Salam dari Halifax,

IW


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1561
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke