--- Anis Ch <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah Pak Daryono nih, ada saja.
> Poligami,.... boleh saja, tapi Saya nggak bisa
> komentar banyak
> pak, belum "nglakoni" sih.... he... he....he...
> Sayang Bosnya
>  Ayam Bakar "Wong Solo" nggak ada disini. Kalau
> beliau ada
> mungkin bisa sharing. Praktiknya sih Pro Kontra. 
> 

wah.. kalau mau tahu pikiran bosnya wong Solo nggak
perlu diundang kemari pak.. udah diwawancara kemaren
kok, dimuat tuch di Suaramerdeka, korane wong jawa
tengah, mau tahu hasil wawancaranya? nich saya
forwardkan... *sst.. ternyata rahasianya di fait
accomply! :-D *

==========================
Sosok 
Puspo Wardoyo
Pria Mampu Wajib Berpoligami
 
Masa kecil ia jalani dengan penuh perjuangan hidup.
Sejak masih berusia 13 tahun, sudah kelihatan
keuletannya dalam bekerja. Setiap habis salat subuh,
dengan sigap ia membantu orang tuanya membersihkan
ayam potong untuk dijual ke pasar. Setelah selesai,
baru ia berangkat ke sekolah.

Sepulang sekolah, kembali ia membantu ayahnya
berjualan makanan. Warung yang menyediakan aneka
masakan dari ayam tersebut dibuka siang hingga malam
hari di samping rumahnya yang berlokasi dekat kampus
Universitas Nasional Surakarta Sebelas Maret (UNS).

Dagangan ayam potong dan warung makanan it laris,
cukup untuk membiayai kehidupan mereka. Hasilnya juga
cukup untuk membiayai sekolah Puspo beserta ketujuh
saudaranya. "Ayah saya ingin anak-anaknya menjadi
pegawai negeri," tutur Puspo.

"Padahal ketika masih kecil saya ingin menjadi pria
seperti Arjuna, tokoh pewayangan yang menang dalam
setiap pertempuran dan beristri lebih dari satu," anak
ketiga dari 8 bersaudara itu mengungkapkan. Tentu saja
angan-angan tersebut dianggap terlalu muluk dan
mengada-ada saat itu. Keinginan sang ayah yang
kemudian terwujud. Puspo sempat menjadi guru kesenian
sebuah SMU.

Suatu hari ia dipanggil bapaknya dan diberi wejangan,
kalau mau sukses harus menjadi pedagang. Keesokan
harinya, sang ayah mengalami kecelakaan dan meninggal
dunia. Menyadari bahwa karirrnya sebagai guru selama
tiga tahun tidak ada peningkatan, ia tinggalkan
propesi sebagai pegawai negeri itu. Sebuah warung
lesehan di kaki lima yang menyajikan ayam goreng ia
buka pada tahun 1986 di kota kelahirannya Surakarta.

Dipengaruhi cerita temannya yang telah sukses
berdagang bakso di Medan, ia lalu ingin merantau juga.
Sang teman bis mengantongi keuntungan 24 juta setiap
bulan, bisa membangun rumah besar yang terbilang mewah
bagi ukuran pedagang bakso. Warung ayam goreng
miliknya kemudian dia oper dan diteruskan oleh
temannya, dan masih buka hingga kini.

Karena tidak memiliki modal yang cukup untuk berdagang
di Medan, Puspo lalu menerima tawaran bekerja sebagai
guru di Perguruan Wahidin Bagan siapiapi, Riau.
"Kembali menjadi guru saya terpaksa lakukan untuk
mengumppulkan modal," tuturnya. Mengajar selama dua
tahun, Puspo berhasil mengumpulkan uang sebesar 2, 4
juta.

Di tanah rantau ini ia menyunting Rini Purwani,
lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, rekan
seprofesinya mengajar. Berbekal uang tabungannya itu,
dengan tekad bulat ia hijrah ke Medan bersama istrinya
dan seorang anaknya yang masih kecil.

Di kota ini ia mulai membuka warung kaki lima yang
menyajikan ayam bakar. "Itu yang dipesan almarhum ayah
saya, kalau saya mau sukses berdagang dan kebetulan
makanan jenis itu belum ada di Medan," tuturnya. Uang
yang ia kumpulkan dari Riau itu sebagian dibelikan
sebuah motor dan sisanya di putar sebagai modal usaha.
"Sewa tempatnya hanya Rp 1.500 perhari," tuturnya.

Pada awalnya, warung itu hanya mampu menjual 3-4 ekor
ayam setiap hari. Malah di hari pertama tak seorang
pun yang datang ke warung yang hanya mampu menampung
10 orang itu. Saya semakin tertantang untuk berusaha
di Medan, meskipun banyak orang menganggap kehidupan
di Medan sangat keras, " Puspo mengungkapkan.

Pada tahun pertama, usahanya tak menunjukkan kemajuan
yang berarti. sang istri yang saat itu telah bekerja
sebagai dosen politeknik di Universitas Sumatera
Utara, Medan sempatmenyuruhnya berhenti berjualan.
Alasannya malu memiliki suami berjualan ayam bakar di
kaki lima.

Puspo tak lantas menyerah begitu saja, ia terus
menekuni usahanya. Sampai suatu saat seorang
karyawannya yang baru saja di pinjami uang membawa
seorang wartawan ke warungnya. Warung yang berlabel
Ayam Bakar Wong Solo itu kemudian jadi terkenal
setelah dipublikasikan oleh sang wartawan di sebuah
surat kabar setempat.

Dagangannya, sesuai pesan terakhir ayahnya, mulai
membuahkan hasil. Ayam bakarnya laris manis dan banyak
digemari masyarakat Medan. Pada 1993, ia membuka
cabang pertama di Medan dan kemudian membuka restoran
ketiga di Medan. Sejak 1997, Wong Solo mulai ekspansi
ke luar Medan dan terus berkembang dan membuka
cabangnya di berbagai kota di pelosok tanah air.

Setelah sukses di daerah, awal 2002 lalu mulai
merambah Jakarta. Kini rumah makan Wong Solo telah
berjumlah tak kurang dari 22 outlet lebih. Jika dulu
awalnya Puspo hanya mampu menjual 3 ekor ayam, kini
dibutuhkan sedikirnya 6000 ekor ayam untuk memenuhi
kebutuhan seluruh gerai ayam bakar tersebut.

Ketika sukses mengembangkan usahanya, pria yang selalu
tampil bersahaja ini juga merasa tak cukup beristri
satu. "Seorang lelaki yang mampu dari segi materiil
dan berahlak baik, berkewajiban memiliki istri lebih
dari satu," bapak dari 10 anak ini mengungkapkan.

Bagaiman asmara suksesnya dalam mengembangkan usaha
sertaa berpoligami? simak petikan wawancara berikut
ini:

Mengapa Anda tak memilih Jakarta untuk memulai usaha?

Sebelum ke Medan sempat juga saya menjajaki ke
Jakarta. Wah, ngeri saya melihat persaingan usaha di
Jakarta saat itu, sudah terlalu banyak saingannya.

Masih ada warung pertama Anda di Medan dulu?

Lokasi warung pertama itu sudah tergusur untuk
perumahan. Kami lalu membeli lahan di dekatnya, dan
masih ada sampai sekarang, sekaligus menjadi kantor
pusat Rumah Makan Wong Solo.

Mengapa baru membuka cabang di Jakarta? Strategi kami
adalah mengepung dulu sebelum masuk Jakarta. Kami
harus berhasil dan punya brand yang kuat dulu di
daerah, baru setelah itu membuka di Jakarta.

Belajar dari mana strategi itu?

Dari pengalaman saya sendiri.

Tidak pernah belajar manajemen secara formal? 

Tidak, tapi saya pernah belajar tentang franchise dari
seorang ahli waralaba asal Swedia. Pada 1997 dia
pernah mengadakan pelatihan di Medan.

Dari semua cabang yang ada, berapa outlet milik Anda
sendiri?

Ada 16 restoran. Pengembangan selanjutnya selalu
dengan sistem franchise. Kami targetkan ada 20 outlet
di kawasan Jabotabek, dan bisa tercapai pada 2005
nanti. Semua cabang baru yang bakal dibuka itu sudah
ada pembeli waralabanya.

Berapa jumlah seluruh Rumah Makan Wong Solo yang Anda
inginkan nantinya?

Target kami, 100 restoran ada di setiap kota besar di
seluruh Indonesia. Calon franchise nya sudah ada,
tinggal menunggu giliran pembangunannya saja. Setelah
itu kami akan mulai masuk ke mal atau plaza.

Kapan membuka cabang ke luar negeri?

Tahun ini kami akan membuka cabang di Malaysia. Dari
sana kemudian akan mengembangkan ke Singapura, Brunei
Darussalam, dan Thailand.

Benarkah mengembangkan usaha dengan sistem waralaba
itu jarang gagal?

Ya. Usaha yang sehat itu dikembangkan dengan sistem
franchise. Tingkat kegagalan- nya tak sampai 10
persen.

Anda pernah gagal dalam mengembangkannya?

Pernah. Wong Solo di Banda Aceh, yang merupakan cabang
pertama di luar Medan, tutup sementara karena situasi
daerah tersebut yang terus dilanda konflik. Sebuah
outlet di Padang juga sempat tak bisa diterima oleh
masyarakat setempat. Lidah mereka suka masakan pedas
dan bersantan, sementara masakan kami cenderung manis.

Bagaimana prospek usaha makanan di masa mendatang?

Saya yakin prospek usaha semacam ini akan tetap bagus
di era global. Makanan termasuk kebutuhan utama
manusia selain perempuan, he he he.

Di era AFTA ini tentu makin banyak rumah makan merek
asing masuk ke Indonesia. Ancaman bagi usaha Anda?

Tak perlu terancam, justru itu merupakan tantangan
untuk semakin maju. Kami harus makin memperkuat diri
agar bisa terus bersaing di era global itu. Pemerintah
juga harus membantu agar makanan lokal terus
berkembang dan lebih maju.

Berapa investasi membuka sebuah cabang Wong Solo
dengan sistem waralaba?

Paket waralabanya dari Rp 250 juta hingga Rp 950 juta.
Itu belum termasuk tempat usaha.

Untuk apa saja uang itu?

Membangun interior peralatan, serta sebagai modal
kerja awal. Kami juga mengadakan pelatihan juru masak
dan karyawan lainnya. Setelah siap semua, kami
serahkan kepada pemiliknya.

Anda bertindak sebagai Franchisor sekaligus kontraktor
pembangunan fisiknya?

Ya. Dengan begitu franchise tak perlu repot-repot
lagi, tinggal terima jadi dan mengoperasikannya.

Perusahaan pemborongnya milik Anda juga? 

Ya. Kami punya divisi untuk mengerjakan itu, divisi
mebel dan ukir-ukiran.

Berapa jumlah seluruh karyawan Wong Solo? 

Total karyawan seluruhnya sekitar 1.200 orang. Di luar
itu masih melibatkan sekitar 20 pemasok, dan divisi
kontraktor memiliki sekitar 100 karyawan.

Rencana mengembangkan jenis makanan lain?

Ya. Saat ini kan sedang ngetren makanan steak. Kami
kini sedang mengembangkan paket waralaba kaki lima
dengan nama "Steak KQS". Yang pertama sudah dibuka di
Malang, Jawa Timur, dan menggunakan daging sapi lokal
serta impor.

Berapa nilai investasi untuk sebuah outlet? 

Paket waralaba yang kami tawarkan dari Rp 50 juta
sampai Rp 75 juta. Paket tertinggi dikombinasikan
dengan bakso bakar. Nantinya, 50 menu masakan yang
dimiliki Wong Solo juga akan dipecah-pecah dan dijual
di kaki lima dengan nama Ayam Bakar KQS, Ayam Goreng
KQS, Nasi Goreng KQS.

Apakah itu tidak akan mengurangi konsumen Ayam Bakar
Wong Solo sendiri?

Tidak. Justru itu akan menjaring konsumen dari lapisan
di bawah pelanggan Wong Solo. Orang-orang yang tidak
mampu makan di Wong Solo nantinya bisa menikmati
kelezatannya de- ngan harga terjangkau.

Masih kurang Anda telah memiliki begitu banyak rumah
makan?

Manusia yang baik, adalah manusia yang bisa berguna
bagi orang banyak. Dengan terus membuka usaha kan bisa
membuka lapangan kerja baru.

Apakah nantinya Anda tetap akan berkecimpung di bisnis
makanan?

Ya. Saya tak ingin masuk ke jenis usaha lain. Bakat
saya cuma memasak, dan saya sudah terlalu mencintai
bidang makanan lokal seperti ini. Nantinya kami ingin
mengusai franchise jenis masakan lokal di Indonesia.

Tak ingin mengembangkan divisi kontraktor? 

Enggak, usaha itu hanya untuk menunjang bisnis utama
kami. Divisi itu hanya melayani kebutuhan sendiri. Itu
pun sudah kewalahan.

Setelah berhasil mengembangkan usaha rumah makan,
mengapa Anda membutuhkan istri lebih dari satu?

Dorongan biologis untuk kawin lagi, merupakan fitrah
seorang laki-laki dari Allah. Beristri empat itu
merupakan sunnah Rasulullah. Bagi saya yang cukup
mampu, secara materiil, spiritual, dan mampu berlaku
adil, merupakan kewajiban untuk beristri lebih dari
satu. Kalau ada lelaki punya kemampuan menjadi
pemimpin seperti itu, tapi hanya beristri satu, kan
mubazir, rugi dong, he he he.

Jadi poligami itu wajib bagi pria yang mampu?

Ya. Seorang lelaki yang mampu dari segi materiil dan
berakhlak baik, berkewajiban punya istri lebih dari
satu. Poligami itu merupakan tindakan paling baik.
Jadi bagi pria yang mampu seperti tadi, harus
berpoligami. Saya ingin menyebarkan virus poligami.

Anda memang mau memasyarakatkan poligami?

Ya. Virus poligami itu memang harus disebarkan.
Nantinya, para pengusaha besar Indonesia bisa
mengikuti saya dalam berpoligami. Kalau ada 20 juta
pengusaha sukses dan mampu beristri dua, itu kan
berarti sudah bisa memberikan kehidupan lumayan kepada
40 juta wanita. Dengan begitu, sebagian masalah TKW
kan sudah bisa teratasi, dan bisa membuat makmur
banyak wanita.

Kata orang, satu istri saja enggak "habis-habis", buat
apa beristri lagi?

Bohong kalau ada pria berpendapat seperti itu. Ka- lau
ada pria beristri hanya satu sampai tua, itu malah
atut dicurigai.

Kapan Anda menikah kedua?

Tahun 1996. Istri kedua saya itu saat ini berusia 26,
dan telah dikaruniai satu anak

Sebelum menikah lagi apakah butuh pacaran lebih dulu?

Enggak, tapi perlu saling menjajaki dan sebelumnya
diawali perasaan suka atau naksir lebih dulu. Istri
kedua saya adalah mantan karyawan saya sendiri.
Awalnya naksir, kemudian ngobrol- ngobrol, dan tentu
saja pacarannya harus baik- baik, ada batasannya.
Dengan manjadikannya istri, merupakan penghormatan
baginya. Saya tingkatkan derajatnya, dari karyawan
mening- kat jadi istri.

Apakah memberitahu istri pertama keiika Anda berencana
menikah lagi?

Enggak perlu, karena malah enggak jadi kalau
memberitahu. Suami tidak perlu meminta izin istri.
Poligami adalah hak laki-laki, Sementara kebanyakan,
bahkan semua istri, hampir pasti tidak akan memberi
izin jika suaminya menikah lagi. Kalaupun istri tahu,
boleh jadi ia akan tersinggung dan minta cerai.

Menikah lagi secara diam-diam itu saya lakukan dengan
niat melaksanakan program Allah, menghindarkan diri
dari perbuatan zina, dan tidak akan meninggalkan istri
sebelumnya. Apabila istri pertama sudah siap, baru
diberi tahu, agar ia dapat menerima keadaan suami yang
sudah terlanjur menikah lagi.

Bagaimana dengan istri kedua?

Sebelum menikah, istri kedua saya yakinkan, bahwa dia
nanti harus rela untuk digilir atau berbagi waktu, dan
menerima kedatangan saya yang tidak tentu waktunya.

Bagaimana Anda bisa membuai istri pertama mau menerima
dimadu?

Sebelum dia tahu, harus diberi pemahaman lebih dulu,
sebagai istri pertama dia membutuhkan dimadu. Itu
sebabnya suaminya harus berpoligami. Sering saya
mengajak istri pertama berdiskusi tentang perlunya
poligami, sampai dia yakin betul dan mau menerimanya.

Mindset istri pertama itu yang harus diubah. Harus
ditanamkan kepadanya, istri yang baik dan saleh adalah
tunduk terhadap suami, taat dan bisa menyenangkan
saami. Ia harus rela dan malah bahagia suaminya
beristri lagi.

Akhirnya tahu juga dia?

Ya. Meskipun tanpa memberitahu kalau saya sudah
menikah lagi, tapi ia sebenarnya sudah tahu dengan
melihat gerak-gerik saya. Dia tahunya malah dari adik
saya. Saya yang menyuruh agar adik saya memberitahu
padanya, bahwa saya telah menikah lagi.

Tak protes setelah tahu?

Tidak. Alhamdulillah perkawinan kedua berjalan lancar
tanpa percecokan dengan istri pertama. Dan ternyata
setelah berpoligami justru membawa hikmah tersendiri
bagi istri pertama saya. Dengan adanya saingan itu,
cintanya kepada saya jadi lebih mendalam.

Setelah itu kembali saya yakinkan kepada keduanya,
saya perlu membagi cinta lagi dengan istri ketiga.
Saya akan merasa berdosa kalau cuma beristri dua.
Kalau cuma dua kan satu sama lain bisa saling cemburu,
jadi butuh wanita ketiga. Dengan begitu tak akan
saling cemburu lagi.

Untuk menikah ketiga Anda perlu minta ijin dari kedua
istri Anda?

Tak perlu minta ijin juga. Istri ketiga saya seorang
sarjana, juga mantan karyawan Wong Solo. Menikahinya
merupakan penghargaan kepadanya sebagai karyawan yang
baik.

Yang keempat bagaimana?

Untuk mendapatkan istri keempat, kami pasang iklan di
sebuah surat kabar yang terbit di Semarang untuk
mencari seorang sekretaris pribadi buat saya. Ada 400
pelamar datang sendiri ke Rumah Makan Wong Solo di
Semarang.

Apa saja kriterianya?

Harus sarjana, berjilbab, akhlaknya baik, enggak perlu
terlalu cantik, sedang-sedang saja wajahnya. Setelah
diseleksi dan diwawancara oleh tim khusus, akhirnya
tinggal dua pilihan. Saya bersama istri saya yang
memilih salah satu. Saya memang sreg sekali dengan
pilihan itu.

Setelah dipilih, ia bekerja dulu sebagai sekretaris? 

Ya. Awalnya dia bekerja sebagai sekretaris pribadi.
Setelah mengenalnya lebih dekat, baru saya ungkapkan,
bahwa maksud lain perekrutan itu juga untuk mencari
istri keempat. Karena kami nanti sering bertemu, dan
agar tidak menimbulkan fitnah serta dosa, maka lebih
baik menikah. Setelah orang tuanya merestui, kami
menikah, dan akhirnya seperti sekarang, tetap berjalan
lancar.

Bagaimana cara Anda mengelola empat istri itu? 

Saya tegakkan dulu hak dan kewajiban masing-masing.
Saya sebagai lelaki mencari nafkah, mendidik anak dan
istri, berdakwah, dan jihad fisabilillah. Suami
merupakan kalifah atau pemimpin di dalam rumah tangga
juga di muka bumi.

Tugas suami bukan cuma terbatas sebagai kepala
keluarga, juga pimpinan jaringan usaha yang cukup
besar seperti ini, dan nantinya juga akan menjadi
pemimpin umat, serta bisa dijadikan teladan. Semua
tugas dan kewajiban suami itu sudah saya penuhi.
Memang tidak mu- dah mengelola empat keluarga. Yang
punya satu istri atau satu rumah tangga saja banyak
yang gagal.

Bagaimana dengan tugas istri menurut Anda? 

Tugas istri adalah menjaga dan mengurus rumah,
mendidik anak menjadi pemimpin di rumah atau berpe ran
sebagai uztadzah ketika suami tak di rumah, melayani
suami dengan baik. Istri juga sebagai belahan jiwa
suami. Kalau semua kewajiban masing-masing itu
dijalani, rumah tangga tak akan ada masalah. Anak-anak
juga akan terurus dengan baik, bisa jadi anak saleh,
pintar dan tidak keluyuran tak karuan ke mana-mana.
Istri harus taat pada suami dalam segala hal, selama
suami tidak melanggar hukum.

Di mana saja keempat istri Anda tinggal? 

Dua di Medan, dua di Jakarta.

Bagaimana membagi jadwal kunjungannya?

Sebelumnya kami adakan konsensus. Seorang istri
mendapat jatah seminggu. Jadi seminggu di Medan,
seminggu berikutnya di Jakarta, begitu seterusnya.
Kecuali jika ada keperluan bisnis, seperti pembukaan
outlet baru di satu kota. Yang seharusnya mendapat
giliran kunjungan harus mau berubah jadwal. Juga kalau
ada shooting televisi umpamanya, padahal giliran
Medan, ya harus mau diganti waktunya. Seperti shift
tugas begitu, he he he.

Dari empat istri itu ada yang paling Anda cintai?

Tidak, Saya mencintai semuanya.

Mereka sendiri bagaimana? 

Kalau cuma satu istri, dia bisa seenaknya sendiri,
karena tidak ada saingannya. Namun kalau beristri
lebih dari satu, masing-masing istri akan bersa- ing
untuk lebih mempercantik diri lebih dicintai suami.

Pernahkah berkumpul bersama? 

Ya sering. Seperti ketika kami berlima menunaikan
ibadah haji bersama.

Apakah tidak jadi perhatian banyak orang di sana? 

Orang Arab sangat suka melihat kebersamaan kami itu.
Kami malah mendapat tempat yang bagus dan dilayani
secara khusus. Bila ada semacam seminar yang membahas
poligami, istri-istri saya sering tampil bersama.
Mereka mengungkapkan secara gamblang bahwa mereka
memang bisa memahami dan menerima poligami. Mereka
juga berkumpul bersama ketika salah satu istri ada
yang punya hajatan seperti menyunatkan anaknya.

Anda harus ada di mana saat lebaran?

Berkumpul di saat lebaran juga bergiliran.

Apakah benar, setiap istri Anda diberi kepemilikan
satu outlet Wong Solo?

Tidak. Yang mengelola semua outlet milik saya sendiri
adalah orang-orang profesional. Saya hanya memberi
nafkah atau dukungan finansial kepada setiap istri
sesuai kebutuhan masing-masing. Istri tidak harus ikut
menjadi pengusaha, dan tak perlu diarahkan menjadi
pengusaha, tapi cukup menunjang usaha suami. Cukup
suami saja yang mencari nafkcah, dan saya tak mau
melibatkan mereka pada kegiatan usaha. Kalau
anak-anak, baik lelaki maupun wanita harus jadi
pengusaha.

Apakah tak sayang titel kesarjanaannya? 

Seorang istri bergelar sarjana kan tidak harus bekerja
di luar rumah. Mengelola rumah tangga, mendidik anak,
berperan sebagai kepala rumah tangga ketika saya tak
ada di rumah, merupakan karier tersendiri baginya.

Bagaimana Anda nanti membagi warisan kepada
istri-istri Anda?

Ya mengikuti syariat yang ada. Dibagi rata empat
istri, dan masing-masing istri akan membagi kepada
anak-anaknya.

Istri yang memiliki anak terbanyak akan menerima sama
besarnya dengan istri yang hanya beranak satu?

Ya. Harta warisan dibagi rata masing-masing istri.
Besarnya warisan yang diterima setiap istri bukan
tergantung jumlah anaknya. Memang begitu aturan atau
hukum Islamnya.

Bagaimana dengan uang belanja mereka?

Saya memberi uang belanja kepada setiap istri sesuai
kebutuhan, yang anaknya lebih banyak tentu mendapat
uang belanja lebih banyak dibanding istri yang lebih
sedikit anaknya.

Anak-anak Anda tidak pernah protes?

Tidak. Kalau sudah mampu mendidik dan memberi
pemahaman kepada semua istri soal poligami, anak-anak
mereka akan menerimanya.

Bagaimana hubungan Anda dengan anak-anak?

Sangat baik. Saya selalu menyempatkan bersama
anak-anak setiap giliran bertemu dengan ibunya.
Meskipun hanya seminggu bertemu dengan salah satu
istri dan anaknya, tapi pertemuan singkat itu selalu
saya usahakan berkualitas. Kan banyak suami yang
setiap hari bertemu dengan anak istrinya, tapi tetap
tidak harmonis keluarganya.

Saya juga selalu sempatkan menanyakan bagaimana
sekolah anak-anak, dan berbincang segala hal dengan
mereka. Saya harus bisa menempatkan diri sebagai ayah
sekaligus sebagai sahabat. Setiap hari saya juga
selalu menyempatkan menelepon mereka.

Bagaimana Anda mendidik anak-anak?

Mendidik anak itu paling utama adalah akhlaknya. Rumah
kami seperti pondok pesantren. Kami datangkan guru
bahasa Inggris dan guru mengaji ke rumah.

Anak pertama Anda sudah kuliah?

Dia saat ini sedang kuliah bidang akuntansi di
Yogyakarta.

Mereka akan meneruskan usaha Anda nantinya? 

Ya. Setelah lulus, anak-anak harus ikut mengelola
usaha saya. Namun, dia akan diperlakukan sebagai
karyawan biasa, ikut pelatihan dan melakukan pekerjaan
dari bawah. Ia harus benar-benar profesional. Kalau
memang dia punya kemampuan bagus, tak ada salahnya
nanti menjadi pimpinan.

Apakah anak-anak Anda tak boleh berkarier sebagai
profesional di perusahaan orang lain? 

Saya selalu ingin semua anak-anak menjadi entreprenur
nantinya. Bidang itu yang paling bagus prospeknya, dan
peluang suksesnya juga besar. Itu sudah saya
kondisikan kepada mereka sejak kecil. Saat libur, ada
yang bekerja di salah satu outlet, menjadi tukang
bersih-bersih.

Anda tega memperlakukan anak seperti itu?

Mereka harus mau melakukan itu. Saya ingin menanamkan
kemandirian sejak kecil. Mereka saya beri gaji, dan
mereka bisa merasakan, kalau mau mendapat uang ya
harus bekerja.

Apakah anak laki-laki Anda juga diarahkan agar
berpoligami nantinya?

Anak laki-laki saya harus mengikuti jejak saya
nantinya dalam soal poligami. Anak lelaki saya yang
baru berusia 8 tahun saja sudah pernah membawa tiga
teman perempuannya bertemu saya dan ibunya. Ia
menyebutnya sebagai pacar-pacarnya. Saya cuma tertawa
melihat tingkahnya. Itu baru anak saya, dan itu baru
top, he he he.

Anda rela kalau suami anak perempuan Anda juga
berpoligami?

Itu bagus. Lebih bagus lagi kalau posisi anak
perempuan saya sebagai istri kedua. Ia lebih siap
mental dan aman. Kalau ia sebagai istri pertama, akan
berat posisinya.

Bagaimana Anda menjaga stamina badan dalam melayani
kebutuhan biologis empat istri itu?

Yang paling penting, kondisi pikiran harus sehat dan
bahagia. Penyakit kan bisa timbul dari perasaan. Kalau
perasaan kita tenang, bahagia, bisa jauh dari
penyakit. Saya suka minum jamu tradisional seperti
kunyit putih, temulawak, madu, dicampur telur ayam
kampung.

Tak perlu obat kuat atau viagra?

Jamu-jamu atau obat itu sebenarnya tak menolong. Jadi
jamunya bukan apa tapi siapa.

Bagaimana Anda menjaga kesehatan? 

Pola makan tetap saya jaga dengan baik. Banyak makan
buah, sayur, ikan laut, dan ayam kampung. Dan di sela
kesibukan yang cukup padat, saya sempatkan untuk rutin
berenang atau jalan pagi.

Tak ada pantangan makanan?

Tidak. Saya masih suka makan daging kambing seminggu
sekali.

Masih sempat menonton film?

Ya. Kadang-kadang saya juga sempatkan jalan-jalan
sambil berbelanja bersama anak-anak dan istri. Kami
sempat pula berlibur bersama ke daerah pegunungan atau
pantai.

Anda masih tertarik melihat wanita cantik? 

Sebagai lelaki normal, tentu tertarik melihat
perempuan cantik.

Perempuan seperti apa yang paling menarik bagi Anda?

Paling menarik adalah perempuan lembut dan pemalu.

Apakah nantinya masih mau menikah lagi?

Enggak, sudah cukup empat saja.

Memangnya ada larangan untuk beristri lebih dari
empat?

Boleh, tapi yang kelima dan seterusnya bukan istri,
hamba sahaya sebutannya, dan haknya tidak seperti
keempat istri. Tapi saya enggak akan seperti itu.

Kenapa? 

Nanti malah akan menimbulkan masalah. Bisa harmonis
dengan empat istri ini saja sudah sangat bagus. Kan
banyak sekali pria yang hanya beristri satu, namun tak
mampu mempertahankan rumah tangganya.

Kapan Anda pensiun?

Pada usia 60 tahun nanti saya akan pensiun. Namun,
usaha ini terus berjalan dikelola para profesional dan
anak-anak saya. Saat itu saya akan lebih mendekatkan
diri kepada Allah. Jadi sukses berusaha dan bisa masuk
surga.

Masih punya obsesi lain?

Nantinya, kalau Wong Solo sudah berada di seluruh
kota-kota besar Indonesia, saya punya satu obsesi
membangun rumah di Medan dan Jakarta. Di masing-masing
kota itu akan saya bangun lima rumah dalam satu
lokasi, untuk saya sendiri dan setiap istri. Jadi
kalau saya sudah pensiun nanti, bisa berkumpul dengan
empat istri dalam satu lokasi, ya semacam Kerajaan
Wong Solo begitu, he he he. (ME-05-03/CN02) 
 



__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
http://mail.yahoo.com

--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1723
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke