Setuju Bu mei..ternyata capek juga kalo terus berpendapat..biarlah
perbedaan ini kita serahkan pada Yang mempunyai kita.........

Beda ya kalo "sentuhan seorang ibu" berbicara....kata orang sunda
mah..."nyentug kana hate" (kena ke hati)

Jadi kapan dong link kita bisa kuat kaya itb atau ugm....harus ada
giliran kita untuk diatas....sepertinya milis kita ini miniatur-nya
indonesia...ya...? rame terus...tapi ngga ada "hasil"

Salam 

Firman 

-----Original Message-----
From: mei [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, March 18, 2004 2:26 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] salam saya buat (yang anda sebut) mantan kafir (2)

Maaf ya Pak Samuel...... apa Bapak nggak capek  ?

Sewaktu saya subsribe ke milis ini yang ada di benak saya adalah saling 
memberi manfaat bagi para alumni Undip.... pada saat orang lain butuh 
informasi senang rasanya kita bisa memberikan informasi (siapa sing
nggak 
seneng terima info lowongan kerja dari Pak Reza).... dan tentunya saya
pun 
akan merasa terbantu kalo pada saat butuh sesuatu ada yang mau
mengulurkan 
bantuan.... menurut saya milis ini sifatnya adalah universal yang
berasal 
dari beraneka ragam agama dan latar belakang sosial budaya yang berbeda.

Lha kalo kita memaksakan kepercayaann yang kita miliki ke orang lain apa

jadinya ? bukankah kita datang untuk sama-sama mendapatkan manfaat
dengan 
adanya milis ini... trus kalo kita datang dengan menebarkan perbedaan 
manfaat apa yang kita peroleh ?  Istilah jawane menang ra kondang yen
kalah 
ngilang ? (gitu kali ya ? hehehe) so.... saya usul bagaimana kalo segala

perbedaan kita kesampingkan dan kita cari persamaanya saja bahwa kita
ini 
alumni undip yang sama-sama ingin memperoleh manfaat dari adanya milis 
ini... sehingga nantinya bisa membentuk suatu link yang kuat semacam 
alumninya ITB..... terus terang aku ngiri lho.... siapa tahu dengan
saling 
kenal lewat milis ini bisa membentuk jalinan alumni Undip yang lebih
baik 
so nantinya akan ada geng UNDIP ...(kaya gengnya ITB, begitu Dirutnya
dari 
ITB semua pejabatnya kalo bisa diambil ITB semua... lha kapan giliran
geng 
UNDIP?) .... Piye  Pak Samuel ?....selagi masih bisa bermimpi indah
kenapa 
enggak ?.....

Ok Pak.... itu saja comment saya...mudah2an tidak membuat Pak Samuel
marah 
sama saya..... wong saya ini cuma berusaha mengetuk hati Pak Samuel dan 
Bapak2 lain yang menanggapi ......


Dari saya yang mencuri waktu kantor buat kasih comment.....
Mei



At 01:33 PM 3/18/2004 +0900, you wrote:
>Pak Fariyono,
>
>You wrote:
>namun kebanyakan dari mereka
>mencampakan hidayah itu karena takut lapar dan takut miskin.
>============
>
>Banyak dari Tuan-tuan mendapatkan bea siswa belajar dari orang/lembaga
asing
>ke negri mereka (yang suka anda sebut) kafir
>Disana anda memiliki hak-hak hukum yang (relatif) sama, bebas
mendirikan
>society, menjalankan ibadah dan syariat yang kebanyakan tidak akan anda
>temukan di negri Islam sendiri
>
>Ketika Turki dan Iran dilanda gempa bumi berat
>sebagian anda gampang mengatakan itu adalah azab Allah atas Turki dan
Iran
>yang tidak membantu Irak ketika digulung Amerika
>padahal orang-orang (yang anda sebut kafir itu) lebih cepat datang dari
>pelosok negri untuk membantu
>dan membawa anjing2 (yang anda hinakan) untuk melacak keberadaan tubuh2
di
>bawah reruntuhan supaya segera mendapatkan pertolongan
>
>Sebaliknya di negri suci anda,
>para pahlawan devisa negri ini lebih banyak menerima aniaya
>
>Buktikan Your Wrote, Sir !
>
>seburuk-buruknya berpikir bagi sekaliber alumni almamater tercinta



------------------------------------------------------------------------
--
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1799
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id




--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1803
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke