Pernah nonton filmya nggak ? cerita ttg cinta sang Bapak ke anak.... sangat menyentuh... dan bisa bikin nangis terharu...
Btw, thanks untuk infonya...
Rgds,
Mei
At 07:45 AM 5/28/2004 +0700, you wrote:
Mbak Mei yang baik,
Kalo menurut hemat saya, pengaruh masyarakat yah tidak terlalu besar apalagi kalo inget di iklan Gogon dengan uang $1 mau macem-2 .. hehe .. (maaf bukan under estimate, mungkin hanya karena terlalu sulit untuk mendeteksinya .. hehe).
Yang justru mengkhawatirkan adalah korporasi yang mungkin panik sehingga membeli lebih banyak dari kebutuhan karena takut kurs terus meroket.
Di sisi lain juga adalah pasti yang mengail di air keruh.
Kalo masih berbentuk bank, barangkali para pengail itu masih bisa kita monitor, karena sistem pelaporannya udah jelas.
Tapi kalo bukan bank, memang agak sulit memonitornya.
Yang lebih sulit lagi adalah membedakan mana stransaksi yang spekulatif dan yang beneran dan argumen yang melarang orang mencari untuk di tengah gejolak kurs. Ada pertentangan antara moral (kepentingan nasional) dengan kepentingan cari untung.
Contohnya apabila kita melihat sebuah bank melakukan transaksi dan ada INDIKASI spekulatif, maka kita sulit menentukan sanksi hukum nya. Yang ada adalah aturan kehati-hatian , yah seputar sanksi-sanksi pembinaan saja.
Kalau disimpulkan : wah gak efektif donk .. inilah susahnya di regim devisa bebas. Mungkin perlu dipikirkan buat para spekulan untuk di penjara ya .. hehe ..
Tapi jangan lupa kalimat di atas : sangat sulit membedakan transaksi yang spekulatif dengan kebutuhan .. jangan-2 .. yang spekulatif itu juga kan kebutuhan .. yah kebutuhan spekulatif itu tadi .. hehe ..
Jadi .. siapa bilang life is beautiful &.
Salam,
Try
