Punten teu disundakeun...., punten oge pami tos kantos
kenging...

Nia

-----Original Message-----
From: Abdul Sugihardjo 
Sent: May 13, 2004 11:40 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Comm M] tolong kembalikan tangan Ita


 Ini kisah nyata yg lagi heboh di Malaysia skrg,
bener2 menyedihkan...... 
---

Abah, kembalikan tangan Ita.........

ingatlah....semarah apapun, jgnlah bertindak
keterlaluan..............

kepada semua parents,

Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan
pengajaran...... Sebagai ibu kita patut juga
menghalang perbuatan suami kita memukul especially
pada anak2 yg masih kecil dan tak tau apa2. Mengajar
dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah
sampai waktunya untuk badan2  kebajikan educate org
M'sia untuk praktikkan konsep 'time out" jika anak2
buat salah. 

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di
kota-kota besar -meninggalkan anak-anak diasuh
pembantu rumah semasa keluar bekerja.

Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga
setengah tahun.

Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya
yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar
tetap dikunci. Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di
atas buaian yang dibeli bapanya,ataupun memetik bunga
raya, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun
mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi
kerana lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak
kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya...
kerana mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak
jelas.Apa lagi kana! k-kanak ini pun membuat coretan
sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu bapak dan
ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada
perayaan Thaipusam. Setelah penuh coretan yg sebelah
kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya
gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan
ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari
si pembantu rumah. Pulang petang itu, terkejut
pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli
dengan bayaran angsuran. Si bapak yang belum lagi
masuk ke rumah ini pun teru! s menjerit, "Kerjaan
siapa ini?" Pembantu rumah yang tersentak dengan
jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar.
Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah
bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras
kepadanya, dia terus mengatakan 'Tak tahu... !" "kamu
dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?"
hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba
berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia
berkata "Ita yg membuat itu abahhh.. cantik kan!"
katanya sambil memeluk abahnya ingin bermanja seperti
biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil
sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di
depannya, terus dipukulkannya berkali2 pada telapak
tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa
terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.Puas
memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang
tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah
merestui dan merasa puas dengan hukuman yang
dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs
berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul
tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Setelah
si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu
rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak
kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan
anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut
menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan
kepedihan ! saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu
rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak
sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu
rumah. Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si
anak bengkak.

Pembantu rumah mengadu. "Oleskan obat saja!" jawab
tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak
memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu
di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar
anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah
menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi
setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Ita
demam... " jawap pembantunya ringkas. "Kasih minum
panadol  ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar
tidur dia menjenguk kamar  pembantunya. Saat dilihat
anaknya Ita dalam pelukan pe! mbantu rumah, dia
menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari
keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa
suhu badan Ita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke
klinik. Pukul 5.00 siap" kata majikannya itu. Sampai
saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Doktor mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana
keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap
doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak ada pilihan.." katanya yang mengusulkan agar
kedua tangan anak itu dipotong kerana gangren yang
terjadi sedah terlalu parah.

"Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua
tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah" kata
doktor. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar
mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung
merangkul si anak.

Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si
bapak terketar-ketar madandatangani surat persetujuan
pembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat
bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan.
Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa
putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke
wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat
mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam
linangan air mata.  "Abah.. Mama... Ita tidak akan
melakukannya lagi. Ita tak mau abah pukul. Ita tak mau
jahat. Ita sayang abah.. sayang mama." katanya
berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa
sedihnya. "Ita juga sayang Kak Narti.." katanya
memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan
gadis itu meraung histeris. "Abah.. kembalikan tangan
Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan
mengulanginya lagi!

Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita
mau bermain nanti?   Ita janji tdk akan mencoret2
mobil lagi," katanya berulang-ulang. Serasa copot
jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2
dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada
manusia dapat menahannya.

*"jika tidak dapat apa yang kita suka...belajarlah utk
menyukai apa yang

kita dapat.." *SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl
ThiNgs....









--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MPCMC/
  
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
Terms of Service. 





        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Movies - Buy advance tickets for 'Shrek 2'
http://movies.yahoo.com/showtimes/movie?mid=1808405861 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke