|
PKB Beri Sinyal Dukung Golkar, Hamzah
Untungkan Mega
Reporter: Arifin Asydhad detikcom - Jakarta,
Gagalnya Gus Dur sebagai calon presiden sedikit banyak
akan mengubah peta dukungan terhadap lima pasangan capres-cawapres. PKB diduga kuat memberikan suaranya ke Partai Golkar, sedangkan Hamzah diduga memiliki skenario yang menguntungkan Megawati. ...
...
Meski diusulkan PPP yang perolehan suaranya
dalam Pemilu 5 April lalu mencapai
9.248.764 (9,15%), namun pengamat politik Eep Saefullah Fatah memprediksi duet ini dipastikan tidak akan masuk putaran kedua. Suara PPP belum tentu bulat untuk mendukung duet instan ini. Eep sendiri menilai, majunya Hamzah Haz
sebagai capres hanya beberapa hari
sebelum penutupan daftar capres-cawapres ke KPU, akan merugikan Amien Rais, capres dari PAN. Saat ini, Amien yang tampaknya rajin berupaua lebih mencitrakan capres dari kalangan Islam. Sementara sebelumnya, Hamzah hanya memposisikan dirinya sebagai cawapres. Karena itu, wajar bila tekad Hamzah Haz
untuk maju sebagai capres ini
dicurigai sebagian kalangan sebagai upaya memuluskan skenario tertentu. Salah satu isunya, Hamzah sengaja melakukan hal ini untuk menggembosi suara Amien Rais untuk memuluskan duet Megawati-Hasyim Muzadi. Mengapa Mega-Hasyim? Meski batal menjadi
cawapres Megawati, Hamzah dinilai
tetap memiliki hubungan kuat dengan duet ini. Bisa jadi, ada kompensasi bila Mega-Hasyim terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2004. Atau isu lainnya, jika Hamzah gagal di putaran pertama, pada putaran kedua PPP akan memberikan suara kepada Mega-Hasyim. Salah satu indikasi bahwa Hamzah-Agum
disebut-sebut dibayang-bayangi duet
Mega-Hasyim adalah status Agum. Sampai sekarang, Presiden Megawati belum meloloskan permintaan mundur Agum. Ini berbeda dengan tindakan terhadap Jusuf
Kalla yang menjadi cawapres
mendampingi SBY. Begitu surat pengunduran diri Kalla dikirimkan, hanya sehari setelah itu, Presiden Megawati mengabulkan permohonan Kalla itu. Memang, wewenang untuk menerima pengunduran
diri seorang menteri adalah hak
prerogatif presiden. Tapi, mengapa ada perbedaan perlakuan terhadap menteri, itu bisa menjadi pertanyaan. Lagi pula, sangat lucu bila dalam satu kabinet, presiden dan menteri saling bertarung menuju puncak kekuasaan. Memang, politisi PPP membantah adanya
skenario seperti ini. M Zarkasih Nur,
tokoh PPP yang juga menjadi tim sukses Hamzah-Agum menegaskan, PPP menetapkan Hamzah sebagai capres sebagai pertanggungjawaban terhadap umat yang telah memberi amanah kepada PPP. (asy) Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
Yahoo! Groups Links
|

