MENANTI DATANGNYA " RATU ADIL"

Ratusan tahun lamanya rakyat Indonesia  merasakan betapa pedih dan 
hina-nya diperlakukan tidak adil dan dibuat sengsara oleh penjajah, 
terutama sekali oleh penjajah Jepang. Keyakinan rakyat selama itu, 
perubahan hanya bisa terjadi bila ada pemimpin yang luar 
biasa..Sesuai dengan kepercayaan rakyat Indonesia yang pada umumnya 
meyakini hal-hal mistis, pemimpin seperti itu bukanlah  sembarang 
pemimpin, melainkan seorang sosok yang selain memiliki kemampuan 
memimpin juga memiliki kelebihan lain dibandingkan dengan pemimpin 
biasa. Seseorang yang memiliki kharisma spiritual. Mereka sebut 
sebagai "Ratu Adil". Mereka percaya pemimpin seperti ini hanya bisa 
hadir bila diturunkan oleh Tuhan. Itulah pula sebabnya yang bisa 
mereka lakukan hanyalah menanti.
Ketika Bung Karno muncul sebagai Presiden RI pertama hampir seluruh 
rakyat meyakini, terutama orang Jawa beliaulah pemimpin yang 
ditunggu-tunggu itu.Mereka yakin Bung Karno selain memiliki 
kelebihan-kelebihan karena hasil studi dan pemikirannya, juga 
memiliki sesuatu yang bukan hasil sekolah, melainkan sebagai hasil 
dari pengamalan spritual.Beliau dipercaya sebagai pemegang "Wahyu 
Cakraningrat". Saya tidak tahu  persis apa sebenarnya yang disebut 
Wahyu Cakra-ningrat itu.Pengetahuan saya hanya  sampai Wahyu 
Cakraninrat adalah sesuatu ilmu spiritual yang harus ada pada 
seorang pemimpin yang menyebabkan dia menjadi pemimpin yang memiliki 
kharisma spiritual.Lebih dari hanya sekadar pemimpin biasa.
Melihat penampilan dan kelebihan-kelebihannya  dibandingkan dengan 
pe-mimpin  Indonesia lainnya,bahkan dibandingkan dengan pemimpin-
pemimpin dunia di zamannya, Bung Karno memang menjulang 
sekali,sehingga keyakinan rakyat bahwa beliaulah Ratu Adil yang 
ditunggu-tunggu itu semakin kuat.
Tetapi sejarah telah membuktikan bahwa Bung Karno tidak berhasil 
membe-rikan apa yang diharapkan daripadanya sehingga dengan getir 
sekali beliau harus menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Pak Harto.
Sejak awal menggantikan Bung Karno, apalagi setelah berhasil bisa 
membe-rikan sandang-pangan yang cukup, kepercayaan rakyat, terutama 
sekali orang Jawa, beralih kepada Pak Harto. Beliaulah  yang 
dianggap Ratu Adil itu. Tetapi sejarah membuktikan lagi, rakyat 
harus kecewa. Beliau harus turun dari tahta dengan cara-cara yang 
hampir serupa dengan Bung Karno.
Reformasi dengan  perilakunya sekarang, hakikatnya  sama saja Kalau 
tadi-nya hanya menunggu, dengan reformasi diusahakan terpilihnya 
seorang yang disebut rakyat dan  para elit,   Pemimpin bangsa yang 
bisa membawa perubahan.Kalau ada yang mengaitkannya dengan mistik, 
orang sekarang menyebutnya bukan Ratu Adil, melainkan Satrio 
Piningit. Seorang pemimpin yang bersifat ksatria yang masih 
disembunyikan oleh Tuhan dan akan dimunculkan pada saatnya.

Siapa  pemimpin itu ?

Pemimpin bagaimana yang baik itu? Banyak sekali teori tentang ini. 
Umum-nya  mengatakan  pemimpin itu harus yang  memiliki visi dan 
misi, yang mendapat dukungan yang kuat dari yang dipimpin, yang 
memiliki keberanian mengambil keputusan yang cepat dan tepat,yang 
adil, yang kuat, harus seorang akademisi,yang bijak,yang memiliki 
keteladanan, yang bisa menggerakkan yang dipimpin mencapai tujuan 
dan masih sederet panjang kriteria lain lagi, yang tidak mungkin 
semuanya terkumpul  pada seorang.
Hitler memenuhi banyak dari kriteria tadi.Dia bisa menentukan tujuan 
yang hendak dicapai, bisa meyakinkan orang akan kebaikan 
tujuannya,bisa menggerakkan orang ke arah tujuan, bisa menjaga 
jangan sampai  gerakannya terganggu.Sampai batas tertentu dia 
berhasil,tetapi bisakah dia disebut pemimpin yang baik? Begitu juga 
dengan Stalin,dengan Musolini,dengan Saddam  Husein dan masih banyak 
contoh yang bisa diambil dari sejarah kuno atau pun sejarah modern. 
Mereka, dan banyak lagi yang lainnya bisa disebut pemimpin yang 
kuat,tetapi bukan pemimpin yang baik..Mengapa?
Para pemimpin, khususnya pemimpin-pemimpin dalam zaman modern ini, 
baik pemimpin negara Komunis, Sosialis, Kapitalis, juga Demokrasi. 
semuanya berkoar  bekerja untuk mewujudkan aspirasi  rakyat. Seakan-
akan aspirasi rakyat itu berbeda-beda . Ini jelas salah, sebab 
aspirasi rakyat adalah suara rakyat.Suara rakyat adalah suara Tuhan. 
Vox  Populi vox Dei . Tuhan hanya satu, karena suara rakyat di 
seluruh dunia di setiap zaman pun harus sama, tidak mungkin 
berbeda.Suara rakyat yang hakikatnya suara Tuhan itu adalah 
keadilan. Keadilan menurut Tuhan bukan menurut isme-isme yang 
diciptakan manusia. Rakyat yakin sekali, karena dalam keyakinan itu 
terkandung kepastian  Tuhan, bahwa bila keadilan tegak, akan 
tercipta kesejahteraan lahir-batin bagi rakyat. Dan di atas 
kesejahteraan lahir-batin akan tumbuh dengan suburnya  kedamaian, 
kebahagiaan dan berbagai kebaikan-kebaikan lainnya. Sebaliknya 
absennya keadilan, dengan kata lain, kedoliman akan menyebabkan 
keseimbangan dalam bidang politik, bidang ekonomi,bidang sosial dan 
bidang budaya akan terganggu dan akhirnya  tatanan hidup 
bermasyarakat dan bernegara akan menjadi rusak,dan pada gilirannya 
akan menghapuskan kesejahteraan rakyat ya lahirnya ya batinnya 
seperti yang sedang kita alami sekarang.
Dengan Amerika sebagai pemegang bendera sekarang banyak negara 
sedang berusaha sendiri atau diusahakan oleh kekuatan negeri lain 
untuk menjadi negara yang menganut sistem demokrasi ,sebab sistem 
itulah yang dianggap paling baik. Demokrasi, artinya kedaulatan 
rakyat. Kalau kita yakin bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, kita 
pun harus yakin bahwa kedaulatan rakyat adalah kedaulatan Tuhan.Atau 
pemerintahan Tuhan.Tegasnya, menurut umat yang berketuhanan Yang 
Maha Esa, khususnya untuk bangsa Indonesia yang bernegara 
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, inti dari demokrasi haruslah  
keadilan dan kebenaran  yang hakiki, bukan  kebenaran suara 
terbanyak. Pemerintahan demokrasi  harus diliputi, diarahkan dan 
dijaga oleh  roh keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.


Karena itu, menurut paham  saya pemimpin yang baik itu adalah yang :
Memiliki visi dan misi ketuhanan. Hatinya yang paling dalam 
menyadari, bukan bibirnya, bahwa kepemimpinan yang dipegangnya 
adalah amanah Allah.
Mampu menentukan tujuan. Tujuan kepemimpinannya haruslah sesuatu 
yang diridhoi Allah. Dan itu tiada lain menegakkan keadilan di 
segala bidang. Karena dia meyakini bahwa di atas keadilan itulah 
akan terciptanya kesejahteraan lahir dan batin yang didambakan 
rakyat di seluruh dunia.Itulah pula yang dikehendaki Tuhan.
 Mampu meyakinkan rakyat akan kebaikan tujuannya. Rakyat harus yakin 
bahwa tujuan yang hendak dicapai itu adalah yang terbaik dan merupan 
puncak dari segala tujuan. Umat Islam yang benar-benar mempercayai 
Rasulnya, mungkin tidak akan terlalu sulit diyakinkan karena mereka 
yakin bahwa segala kemauan, keinginan, dambaan seluruh umat manusia, 
telah dipadatkan dalam satu doa,yaitu " Yaa Allah, berikanlah kepada 
kami kebaikan dunia dan kebaikan akhirat dan lindungilah kami dari 
siksa neraka.".Intisari dari doa ini adalah meminta kesejahteraan 
lahir dan batin.
Menggerakkan, meneladani dan menjaga gerakan rakyat jangan sampai 
menyimpang dari tujuan. Inilah tugas akhir, terberat dan terpanjang  
bagi seorang pemimpin yang baik.
Untuk bisa menjalankan kepemimpinan yang baik itu, menurut Ir.Ari 
Ginanjar Gustian,seperti  yang pernah diterangkannya di salah satu 
TV Swasta, pemimpin itu harus memenuhi empat kriteria,yaitu : 
dicintai, dipercaya, diikuti dan ikhlas memupuk kader-kader.
Saya sangat sependapat dengan kriteria-lriteria tersebut dangan 
pemahaman , pemimpin itu akan dicintai rakyatnya, bila dia sendiri 
mencintai rakyat, bukan memanfaatkan rakyat demi kepentingan diri 
atau golongannya. Dia akan dipercaya karena akhlak sehari-harinya 
meyakinkan rakyat bahwa dia memang seorang yang dapat dipercaya. Dia 
akan diikuti rakyat karena dia suka memberikan teladan yang baik.Dan 
terakhir ia rela dan gigih memupuk kader-kader karena dia yakin apa 
yang hendak ditujunya  bukan sesuatu  yang bisa dicapai  dalam dua 
sampai lima  tahun, bahkan lebih l;ama dari itu.Karena itu dia 
menyadari sebelum tujuan tercapai  mungkin sekali dia sudah harus 
lengser atau dipanggil pulang oleh Yang Maha Kuasa padahal pekerjaan 
harus diteruskan dan tetap berada dalam jalur yang benar. Itulah 
pemimpin yang baik, dan pemimpin semacam itulah rasanya yang 
diperlukan untuk membereskan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia 
sekarang.
Kembali kepada pertanyaan tentang Hitler dan yang lain-lain, mereka 
bukan pemimpin yang baik karena tujuan mereka dan cara-cara mereka 
mencapai tujuannya bukan seperti yang dikehendaki Tuhan.

Adakah dan siapakah Ratu Adil itu ?

Melihat tujuan yang hendak dicapai, yaitu keadilan yang sukar tolok 
ukurnya, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah-limpah, dan 
kekuasaan yang cenderung menjurus kepada korupsi, kemudian 
memperhitungkan bahwa manusia  bisa setiap saat tergelincir oleh 
bujuk-rayu setan, secara teknis hampir mustahil kita mendapat-kan 
pemimpin seperti digambarkan di atas. Apalagi kalau ingat betapa 
luasnya Indonesia yang terdiri dari kurang-lebih 17,000 pulau,masing-
masing  terpisahkan satu sama lain oleh lautan yang luas, dengan 
penduduk di atas 200 juta,kita bisa membayangkan bahwa pemimpin yang 
kita perlukan adalah pemimpin yang luar biasa, tidak hanya sekadar 
pemimpin. Adakah dia?
Mari kita tengok sekilas  sejarah  Rasulullah saw yang membawa Islam 
bagi seluruh umat manusia. Kala itu keadaan masyarakat Arab bukan 
main rusaknya. Tuhan yang mereka sembah ada ratusan..Dengan 
sendirinya akhlak masyarakat pun ditentukan oleh ratusan tuhan yang 
tidak berakhlak,karena semuanya merupakan barang mati. Akibatnya , 
kalau mau juga menyebut akhlak masyarakatnya , namanya adalah akhlak 
binatang.Dalam keadaan yang sangat rusak itulah Rasulullah saw 
diturunkan Tuhan. Salah datu tujuannya memperbaiki akhlak manusia. 
Beliau berhasil  menjungkirbalikkan keadaan menjadi keadaan yang 
sangat ideal dalam kurun waktu kurang-lebih 22 tahun padahal beliau 
adalah seorang yang tidak pandai baca-tulis.Zaman sekarang   disebut 
sebagai orang yang tidak bersekolah. Tetapi mengapa beliau bisa 
berhasil? Karena beliau adalah manusia yang paling taat kepada Allah 
dan kepada mereka yang taat dalam salah satu hadits qudsyi Allah 
menjanjikan ini: "Abdii, ati'nii ! Aj'alaka robbaniyyan. Taqulu li 
sya'i kun fayakuun". Artinya , kurang-lebih "Wahai  hamba-hambaKU! 
Taatlah kepadaKU. AKU berjanji akan memberikan sebagian sifat-
sifatKU kepadamu.Bila menghendaki sesuatu, katakan saja kun fayaa 
kun".
Kita tidak mengetahui berapa banyak sifat Allah yang dipercikkan ke 
dalam diri beliau.Pasti beliaulah yang  paling banyak mendapat 
percikan itu di antara semua manusia yang pernah diberikan hal yang 
serupa.Karena itu dapat difahami, kalau beliau, seorang yang tidak 
bersekolah,setelah mendapat percikan dari berbagai sifat Allah  
menjadi manusia yang paling serba unggul sepanjang zaman.Dari 
berbagai percikan itu pasti beliau akan memiliki kwalitas  
kepemimpinan yang prima 
Walau kita tidak tahu,apakah setelah zaman jahiliah masih akan ada 
lagi masyarakat yang lebih rusak dari zaman itu, tapi satu hal pasti 
bahwa setelah beliau   tidak bakal ada lagi Nabi. Ini berarti bahwa 
ke dalam masyarakat sebokbrok apa pun,  bahkan ke dalam yang  lebih 
rusak pun dibandingkan dengan keadaan masyarakat jahiliah, Tuhan 
tidak akan menurunkan seorang Nabi untuk mengubahnya Harapan 
manusia, terutama umat Islam, termasuk rakyat Indonesia, harus 
bertumpu kepada kader-kader Rasulullah saw, yaitu para ulama pewaris 
Nabi. Pewaris Nabi adalah orang-orang  yang mewarisi sifat-sifat 
Nabi dan karena itu menjadi ulama. Sifat yang mutlak harus diwarisi 
oleh semua pewaris Nabi  adalah  ketauhidan yang kukuh-tangguh lagi 
murni dan ketaatan yang ikhlas. Kalau  Rasulullah saw berani menolak 
singgasana, maka seorang pewaris Nabi harus berani menolak sebuah 
kursi, apalagi kalau hanya sebuah kursi reyod, kalau kursi itu 
diperkirakan akan merusak ketauhidan dan ketaatannya kepada Allah 
SWT,
Untuk mengubah Indonesia yang carut-marut hampir dalam segala urusan 
seperti sekarang, yang tergolong  tidak bermartabat di dunia 
Internasional, yang rakyatnya sudah bagai: " Ayam mati di lumbung 
padi ", diperlukan seorang pemimpin yang kuat sekali tauhidnya dan 
taat dengan ikhlas kepada Allah SWT.Dengan kata lain, yang takwa. 
Pemimpin seperti itu, sekarang, selain sekurang-kurangnya memiliki 
ijazah SMU yang sah seperti dipersaratkan UUD kita, karena itu bukan 
yang tidak bisa baca-tulis,  juga akan dilengkapi dengan kwalitas-
kwalitas ilahiah. Pemimpin sekwalitas itulah yang layak disebut 
Ratu  Adil.
Adakah Ratu Adil itu? Pasti ada! Apakah sudah hadir sekarang?
Manusia, setinggi apa pun ilmunya tidak akan ada yang ada mampu 
menilainya sebab yang harus diukur adalah ketauhidan dan 
ketaatan,sedang urusan itu hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Paling-
paling manusia hanya bisa menduga-duga dari akhlaknya sehari-
hari.Pemimpin ini tidak harus berpredikat  Kiayi Haji  atau Ulama 
seperti yang dikenal masyarakat, sebab tidak semua  Kiayi Haji atau 
yang oleh masyarakat disebut Ulama, pewaris Nabi. Tetapi seorang 
yang kuat dan murni tauhidnya dan taat ikhlas kepada Allah SWT, 
pastilah dia seorang pewaris Nabi, sekaligus ulama.
Mungkin sekali Ratu Adil itu salah seorang dari calon-calon pemimpin 
bangsa yang akan bertarung di bulan Juli yang akan datang.  Mungkin 
juga tidak ada.Siapa tahu?Tetapi kita mengharapkan mudah-mudahan 
ada , agar kita tidak perlu menunggu terlalu lama lagi.
Kewajiban kita sekarang, amatilah akhlak para calon itu sejauh yang 
mungkin kita lakukan. Setelah mantap, ucapkan Bismillahi, susul 
dengan doa:"Yaa Allah, berikanlah kepada kami pemimpin yang taat 
kepadaMU". Lalu coblos.
Kalau doa tidak terkabul, barangkali masih.banyak dalam diri kita 
sendiri yang harus diperbaiki Wallahu a'alam.

Bandung 15 Mei 2004.
Penulis, adalah mantan penerbit buku..

 













------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke