Mahfud MD: Hamzah Haz Maju untuk Jegal Amien Rais
 
Reporter: Muchus Budi R.
 
   detikcom - Solo ,
    Keputusan Hamzah Haz yang akhirnya maju menjadi capres
  adalah hasil kesepakatannya dengan Megawati untuk menjegal Amien Rais agar
  tidak bisa lolos ke putaran kedua. Selanjutnya massa pendukung Hamzah akan
  dilimpahkan kepada Megawati yang diprediksi akan lolos sebagai salah satu dari
  dua pasangan yang bertarung di putaran kedua nanti.
 
  Hal tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mahfud MD, dalam
  diskusi panel berjudul 'Posisi NU dalam Pilpres 2004; Berkah atau Musibah',
  yang digelar di Solo, Kamis (10/6/2004). Muhfud memprediksi, dengan kondisi
  seperti itu maka sangat kecil kemungkinan Amien Rais bisa lolos ke putaran
  kedua.
 
  "Ada kesepakatan antara Mega dengan Hamzah Haz agar Hamzah maju menjadi capres
  untuk menahan Amien Rais. Jika Hamzah maju maka suara dukungan kepada Amien
  akan jauh berkurang karena basis massa keduanya hampir sama, yaitu Islam kanan
  atau Islam ideologis itu," ungkap Mahfud.
 
  Hal yang semakin menunjukkan sebagai bukti adanya kesepakatan antara Mega
  dengan Hamzah, menurut Mahfud, adalah Hamzah maju berpasangan sengan Agum
  Gumelar seorang mantan jenderal yang sangat dekat dengan Megawati. Dengan
  demikian, selain terutama ingin menghadang perolehan suara Amien Rais,
  Megawati juga ingin menghadang calon lainnya.
 
  Dijelaskan Mahfud, beberapa hari sebelumnya, Agum mengecam para mentri yang
  mundur hanya untuk kepentingan mancalonkan diri sebagai capres atau cawapres.
  Namun tiba-tiba dia melakukan hal yang sama. "Ini indikasi yang jelas. Apalagi
  justru di saat telah menjadi cawapres Agum masih terlihat lebih sering membela
  Mega, bukan berkampanye untuk dirinya sendiri," paparnya.
 
  "Jadi majunya Hamzah ini adalah untuk menjegal Amien dan menjaga suara
  konstituennya agar tidak terpengaruh pada dominasi politik Gus Dur terutama
  yang warga NU. Selanjutnya massa Hamzah di putaran pertama ini nantinya akan
  diserahkan kepada Megawati yang diprediksi akan lolos ke putaran kedua,"
  lanjutnya.
 
  Dengan pelimpahan suara pemilih Hamzah ke Megawati dalam putaran kedua itu,
  kata Mahfud, nantinya ada janji jabatan tertentu di kabinet atau di
  posisi-posisi lainnya untuk para politisi PPP.
 
  Pendapat Mahfud MD ini juga didukung oleh pengamat politik militer MT Arifin
  yang juga tampil sebagai panelis dalam diskusi tersebut. MTA mengungkapkan
  bahwa memang telah terjadi kesepakatan di bawah tangan antara Hasyim Muzadi
  dengan Hamzah Haz mengenai pelimpahan suara itu. Kesepakatan itu mudah
  terjadi, mengingat sebelumnya Hasyim adalah mantan politisi PPP.
 
  "Dengan adanya ketidakharmonisan PKB dengan NU maka semakin mudah bagi bagi
  Hasyim Muzadi dan Hamzah Haz untuk membuat kesepakatan-kesepakatan seperti
  itu. Bahkan banyak pihak di NU menuding para pengurus PKB bukan orang NU dan
  tidak akan memperjuangkan kepentingan NU," lanjut MTA.
 
  "Jadi sebetulnya yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, dari kelima pasang
  capres dan cawapres itu, ada berapa pasang dari mereka yang betul-betul ingin
  menjadi capres dan cawapres," lanjut MTA yang saat ini juga menjadi sekretaris
  bidang media dan propaganda di Tim Kampanye Mega - Hasyim untuk Kota
Solo.(asy)


Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke