Kang Tatan, moal sugan lele mah moal matak jadi
panyakit pan saurna ari sabangsa lauk mah dihalalkeun
sok sanajan eta lauk teh geus paeh. Pan beda jeung
sato sejenna anu dihalalkeun, beunang didahar ku urang
tapi kudu dipeuncit heula kalayan meuncit ke cara
Islam. Bismililah wae lah kan Tatan ngarah aman, he he
he mapatahan euy jiga ustadz wae.

Wassalam Jaka 
--- Endang Tatan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kang jaka.. upami maos carios kintunan kang Jaka
> abdi sok Ginggiapeun upami jajan di Pecel Lele.
> Saur Majalah Intisari sasih Desember 2003, di
> Indramayu ayeuna populasi Beurit teh rada lumayan
> ngirangan kulantaran sanes di hakanan ku Oray, tapi
> di buru kangge parab peternakan Lele.
> Abdi mah sok sieun eta lele anu di ical di Tukang
> Pecel lele teh heug parabna beurit.. engke anu
> ngaemam pecel lele teh kalakuanana siga beurit...
> ihhh paralun ampun....
> moal kitu ayeuna nu korupsi mahabu teh gara gara
> seueur teuing emam pecel lele ????
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: joko tingkir [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, June 16, 2004 9:44 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [UrangSunda] Hikmah ngaharamkeun babi.
> 
> 
> Ieu aya wartos ti rerencangan perkawis hikmah
> ngaramkeun babi, punten teu disundakeun heula,
> manawi
> tiasa nambihan informasi ka prawargi sadaya.
> 
> Wassalam
> Jaka
> 
> Hikmah Pengharaman Babi  &  SARS - Flu Burung - Babi
> -
> (Ujian Ketaqwaan)
> Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh
> pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke
> negara-negara
> Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi
> sebagai
> makanan pokok dalam hidangan mereka.
> Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian
> yang
> berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi
> Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia
> diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya
> kepada
> Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi
> haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung
> cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri
> lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi
> diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan
> terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi.
> Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing
> pita
> atau bakteri dan mikroba lainnya? "Imam Muhammad
> Abduh
> tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan
> kecerdikannya beliau meminta mereka untuk
> menghadirkan
> dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan
> dua
> ekor babi jantan beserta satu babi betina.Mengetahui
> hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?
> "Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka
> akan saya perlihatkan suatu rahasia."
> Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian
> beliau
> memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan
> bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang.
> Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh,
> untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri,
> hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau
> lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam
> tersebut.
> Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas
> dua
> ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina.
> Kali
> ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang
> satu
> membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan
> hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga
> diri
> atau keinginan untuk menjaga babi betina dari
> temannya.
> Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging
> babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah
> yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian
> melihat isterinya bersama lelaki lain, dan
> membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak
> di
> antara kalian melihat anak perempuannya bersama
> lelaki
> asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu,
> dan was-was, karena daging babi itu menularkan
> sifat-sifatnya pada orang yang memakannya. "Kemudian
> beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam
> syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa
> jenis
> ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita,
> yang memakan kotorannya sendiri. Syariah
> memerintahkan
> bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau
> angsa yang memakan kotorannya sendiri agar
> mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan
> memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu.
> Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang
> mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini
> akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan
> dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum
> Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan
> modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang
> disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian
> darinya
> disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim
> Jerman, dalam bukunya : "Pergolakan Pemikiran:
> Catatan
> Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan
> daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya
> berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan
> meningkatnya
> kandungan kolestrol dan memperlambat proses
> penguraian
> protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan
> terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan
> rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus
> influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada
> musim panas karena medium babi?"
> Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihdt fi
> at
> Tafsr al Qur'anal Karm, halaman 112, menyebutkan
> beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi :
> "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan
> cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan
> berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging
> babi
> tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi
> babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini.
> Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi
> banyak
> sekali, di antaranya : Kolera babi, yaitu penyakit
> berbahaya yang disebabkan oleh virus, Keguguran
> nanah,
> yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. Kulit
> kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa
> menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang
> kedua menyebabkan gangguan persendian. Penyakit
> pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya
> bagi manusia. Fakta-fakta berikut cukup membuat
> seseorang untuk segera menjauhi babi.
> Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan
> tidak
> tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di
> depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya
> telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan
> memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia
> tidak akan berhenti makan, bahkan memakan
> muntahannya.
> Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.
> Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran
> manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan
> kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa
> dimakan di hadapannya. Ia mengencingi kotoranya dan
> memakannya jika berada di hadapannya, kemudian
> memakannya kembali. Ia memakan sampah,
> busuk-busukan,
> dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia
> satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam
> jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
> Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau
> yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua
> negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia -Cina
> mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan
> Swedia mayoritas penduduknya sekular - menyatakan :
> daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan
> kolon.
> Persentase penderita penyakit ini di negara-negara
> yang penduduknya memakan babi, meningkat secara
> drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan
> Amerika,
> serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan
> India).
> Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat
> rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini
> dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan
> Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang
> diadakan di Sao Paulo.
> Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah
> mengharamkan
> daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama,
> pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja,
> namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak
> babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga
> beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram
> dengan
> lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang
> menggunakan
> lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap.
> Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa
> makanan itu tidak mengandung  lemak atau minyak
> babi,
> sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan
> terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke