Euh...puguh abdi teh sok isin ka diri sorangan.
Ongkoh aya pasantren 'pipireun imah' anu sakitu..kawentar kamana2
tapina teu terang nanaoun ngeunaan pesantren eta.
Padahalmah nu tarebih teh pada-pada ngajugjug kadinya.

Ayana teh di kec.Sindang. Jadi..mun ti arah bdg atawa jkt ti kota cirebon
teh masih terus kawetankeun mapay-mapay jalur pantura (ulah lebet tol
PacCi). Engke aya pertiluan (di desa kanci) Nah...akang kudu belok ka
katuhu.  Jalur ieu teh ka arah sindang. Tah...mun tos lebet ka kec. sindang
mah moal sesah neanganana.

Ieu kelaresan sim kuring boga artikel ngeunaan pesantren buntet, mangga;

====== begin of file =========
Buntet Pesantren Cirebon
Gudangnya Santri "Kanuragan"

MEMASUKI Buntet Pesantren Cirebon di Desa Buntet, Kecamatan Sindanglaut,
Kabupaten Cirebon, kita bukan menemukan sebuah keteduhan dengan pepohonan
yang rindang, kompleks bangunan yang khas dan terkesan alami pedesaan serta
kelihatan nyaman untuk belajar. Masuk ke Buntet, adalah menuju ke kompleks
perumahan yang padat, berupa bangunan sangat sederhana, dan hanya beberapa
yang kelihatan mewah.

Buntet memang pesantren terbuka. Keberadaannya tidak terkurung tembok atau
pagar keliling, tetapi mirip sebuah perkampungan. Memang tanah seluas 10
hektar itu, tidak dihuni santri dengan asramanya, tetapi penduduk juga
diperkenankan menempati tanah pesantren itu. Karena itu Buntet Pesantren
mengesankan bukan seperti sebuah pondok, tetapi mengesankan sebuah
permukiman yang netral, dalam tata pergaulan layaknya perkampungan biasa.
Kalau toh ada kesan bahwa itu pondok, karena di situ ada ribuan santri
laki-laki berkopiah dan perempuan berjilbab.

Jadi kesan kedamaian Buntet Pesantren bukan terletak rindangnya pepohonan
yang mengesankan alami pedesaan dan nyaman untuk belajar, tetapi tata
pergaulan antarpenduduk, santri dengan penduduk, adalah refleksi kelebihan
dari pondok ini. Inilah keteladanan Buntet Pesantren yang membimbing
santrinya langsung di tengah tata pergaulan masyarakat.

Bila pondok punya gawe, seperti menjelang kedatangan Presiden Abdurrahman
Wahid Sabtu (21/4) ini, tanpa diundang seluruh penduduk datang ke kediaman
Kiai Haji Fuad Hasyim pimpinan Buntet Pesantren. Dengan sukarela tua, muda,
lelaki, perempuan dengan tugas ma-
sing-masing, membantu kerepotan pondok menyambut kedatangan Presiden.

Terlebih kedatangan Presiden saat ini bertepatan dengan ulang tahun
berdirinya Buntet Pesantren yang ke-278, citra Buntet sebagai pesantren yang
terbuka, makin jelas. Selama seminggu situasi pondok ibarat pasar tiban.
Selama seminggu itu pondok dibuka untuk pedagang. Mulai dari pedagang
makanan, mainan anak-anak, baju, helm, kerajinan dan lainnya menjajakan
dagangan di sepanjang jalan area pondok. Pendeknya, minggu ini situasi
pondok mirip pasar malam yang menyedot ribuan pengunjung dari berbagai
penjuru desa.

"Pondok ini memang dibuka untuk siapa saja. Karenanya masyarakat luar boleh
masuk ke pondok dan mendirikan rumah di tanah pondok yang masih kosong,"
kata Muhammad Namfal, putra tertua KH Fuad Hasyim, pimpinan Buntet
Pesantren. Di antara perumahan itu berdiri asrama untuk sekitar 3.500
santri, terdiri 2.500 santri putra dan sekitar 1.000 santri perempuan.

"Yang berlaku di sini, setiap kiai yang sekaligus ustad, membawahi satu
asrama. Di pesantren ini ada 25 kiai, yang otomatis membawahi 25 asrama.
Dari 25 kiai dengan 25 asrama ini diwadahi dalam satu komando yaitu Buntet
Pesantren. Karenanya namanya bukan Pesantren Buntet, tetapi Buntet
Pesantren, karena membawahi 25 kiai," tegas Muhammad Namfal.

***

Buntet Pesantren didirikan tahun 1723 oleh Kiai Muqoyim, yang menjadi Kepala
Mahkamah Agung pada Keraton Kasepuhan Cirebon. Sejak dulu pondok ini di
samping sebagai tempat pengajaran ilmu agama Islam, juga dikenal sebagai
pondok yang menggembleng santrinya menjadi manusia dogdeng (sakti) lewat
pelajaran ilmu kanuragan (tenaga dalam).

Puncak keterkenalan Buntet Pesantren sebagai tempat penggodogan santri dalam
ilmu kanuragan di saat Buntet Pesantren dipimpin Kiai Abbas Bin KH Abdul
Jamil. Ketika Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh KH Wahid Hasyim
sekitar tahun 1925 minta pasukan pengaman dari Buntet Pesantren, KH Abbas
sendiri datang memimpin pengamanan pendirian Pesantren Tebu Ireng.

Mengapa harus mengundang pengamanan dari Buntet, karena Tebu Ireng saat itu
merupakan gudangnya bromocorah. Berkat pengamanan dari Buntet inilah
Pesantren Tebu Ireng bisa berdiri hingga sekarang. Bahkan, sebagaimana
dituturkan KH Fuad Hasyim, penelitian Presiden Abdurrahman Wahid tahun 1990
memprediksikan KH Abbas inilah sebagai Komandan Kostrad-nya Pasukan
Hisbullah pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Buntet Pesantren sebagai tempat santri memiliki ilmu kanuragan terkenal
hingga sekarang. Meskipun tak semua santri boleh mengikuti ilmu ini, tetapi
olah kanuragan menjadi semacam mata pelajaran bagi santri. "Ya sekarang ini
ada 500 santri belajar ilmu kanuragan," kata Muhammad Namfal salah satu guru
ilmu kanuragan.

Di samping mendidik santri, Buntet Pesantren juga mendidik masyarakat luar
dalam olah kanuragan ini. "Masyarakat luar sudah ribuan jumlahnya yang
belajar bersama kami dalam hal ilmu kanuragan di Buntet ini," kata Namfal.

Pengajaran kepada masyarakat luar itu sudah berlangsung lama. "Sejak saya
kecil pun memberikan pelajaran ilmu kanuragan kepada masyarakat luar itu
sudah berlangsung," ujar Namfal yang berumur sekitar 30 tahun ini.

Meskipun, Namfal mengakui akhir-akhir ini makin banyak orang luar yang
mengecap ilmu kanuragan di Buntet Pesantren, bukan berarti pesantren ini
merestui keberangkatan massa pendukung Presiden Abdurrahman Wahid
berbondong-bondong ke Jakarta. KH Fuad Hasyim menegaskan, "Saya ini
ditugaskan oleh Gus Dur (Abdurrahman Wahid) untuk mendinginkan suasana. Jadi
tidak mungkin saya merestui pendukung Gus Dur di Cirebon ikut ke Jakarta,
apalagi memberi sangu ilmu kanuragan. Kalau ada yang berangkat pasti tidak
sepengetahuan saya."

Berkait dengan itu, dengan senyum sinis Muhammad Namfal menyatakan, "Bagi
pondok pesatren umumnya latihan kanuragan, misalnya bila dibabat pedang
tidak mempan, ditembak hanya mental, itu merupakan hal yang dijalankan
sehari-hari, sejak dulu. Jangan-jangan latihan semacam itu yang dimaksud
pihak aparat sebagai latihan perang. Aneh itu kenapa dipermasalahkan
sekarang. Sejak dulu, khususnya di pondok, latihan kanuragan merupakan hal
biasa dijalani setiap hari, kenapa baru sekarang dipergunjingkan."

Dalam hal kanuragan ini, bagi santri di Buntet benar-benar dilakukan
selektif, kendati sifatnya tetap terbuka. Menurut Fuad Hasyim, ada beberapa
syarat bagi santri yang
ingin mempelajari ilmu kanuragan. Di antaranya harus mampu menciptakan
kemantapan jiwa (istiqomah). Yang kedua adalah kebersihan hati. Artinya
belajar ilmu ini tidak disertai dengan maksud tidak baik. Yang ketiga
kemampuan mengendalikan emosi, sehingga tidak di sembarang tempat
menggunakan ilmu itu.

Untuk mencapai ilmu ini di samping mantra yang harus dihafal, juga harus
disertai laku (tindakan). Di antaranya santri harus menempuh puasa. "Puasa
ini dijalankan tergantung dari tingkatan ilmu kanuragan yang diikuti. Tidak
bisa seorang peserta ilmu kanuragan langsung menempuh tingkat dua belas
misalnya, tapi harus benar-benar belajar bertahap," kata Muhammad Namfal.

Karena itu puasa yang dijalani juga bertingkat-tingkat mulai dari tiga hari,
21 hari, 41 hari sampai berbulan-bulan. Dalam hal berpuasa ini, juga
dikenakan puasa mutih, sama sekali tidak makan dalam beberapa hari.

Sedang ilmu yang diajarkan di antaranya ilmu brajamusti sebuah ilmu yang
membuat orang memiliki daya pukul sampai dua ton. Ada pula ilmu lembu
sekilan yang membuat orang dipukul tidak pernah kena walau hanya dalam jarak
beberapa sentimeter saja. Di samping itu ada ilmu lain di antaranya, bandung
bondowoso, lempung segara, lembu sekilan, girirengan, dan lainnya.

***

Usia 278 tahun bagi sebuah pondok pesantren, merupakan usia yang sangat tua.
Kenyataan ini memang tidak bisa terjawab dengan kata-kata, selain tindakan
nyata pesantren ini. "Keberhasilan pondok tidak hanya diukur dari banyaknya
santri, tingkat pendidikan yang tinggi, tetapi bagaimana seorang santri
memiliki komitmen moral sebagai anak pesantren, di mana pun, dalam lembaga
apa pun, dalam kedudukan apa pun," kata Fuad Hasyim.

Karena itu, kata Fuad Hasyim, hasil pendidikan pondok tidak hanya bisa
diamati satu dua tahun, tetapi mungkin bisa satu generasi. "Kelestarian
pondok seperti ini, karena komitmen moralnya. (Thomas Pudjo Widijanto)
Berita daerah lainnya :

Pupuk Langka di Aceh, Musim Gadu Terancam

Wonocatur Antisipasi Kepadatan Malioboro

Anggota DPRD Mabuk Menjelang Sidang

Riau Sediakan Kredit Lunak Rp 70 Milyar

Lebih Buruk, Hasil Panen Maret-April

Anggota Brimob Tewas Ditembak OPM di Merauke

Ansor Aceh Tak Ikut-ikutan ke Jakarta

Pengungsi Sampang Terancam Kelaparan

Gudangnya Santri "Kanuragan"

Nuriana Kemungkinan Lolos dari Tuduhan KKN

Potensi yang Tak Pernah Tergarap

DTW, Menyelamatkan Taman Nasional

Beroda Dua, Lapangkan Tempat Parkir

Banyak Kebijakan Daerah yang Mengabaikan Aspek Lingkungan

DAERAH SEKILAS

FOTO: TERUS DIGALI











� C o p y r i g h t   1 9 9 8   Harian Kompas

MEMASUKI Buntet Pesantren Cirebon di Desa Buntet, Kecamatan Sindanglaut,
Kabupaten Cirebon,
----- Original Message -----
From: Gunawan Yusuf <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 22, 2004 9:20 AM
Subject: [UrangSunda] Naros Pasantren Buntet


> Assalammuaikum wr wb
>
> Ki dulur sadaya, bade naros ngenaan "pasantren Buntet"  nu di Cirebon,
hoyong terang Cirebon-na dimana ?, saha pamingpinna ?, saha nu ngadegkeunna
?, iraha diadegkeunna ?, nguping wartos ieu pasantren gaduh peran ageung
dina jaman revolusi, malihan mah basa keur kajantenan 10 November 1945 di
Surabaya, tokoh Jawa Timur (ulama & TNI) nyuhunkeun restu ka ieu pasantren
sareng ieu pasantren oge ngiring perang dina ieu kajantenan, Kang Durahman
nu ti Cirebon, atanapi nu sanesna ?




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke